Dubes Agus Maftuh: Istilah dan Tradisi NU Amat Populer di Arab Saudi

Dubes-Agus-Maftuh-Istilah-dan-Tradisi-NU-Sangat-Populer-di-Arab-Saudi.jpg
Views: 538
Read Time:2 Minute, 40 Second

Dubes Agus Maftuh: Istilah dan Tradisi NU Amat Populer di Arab Saudi

40 Views


Read Time:2 Minute, 29 Second

Dubes Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh, Ungkap Popularitas Istilah dan Tradisi NU di Arab Saudi ….

Jakarta – Prinsip-prinsip beragama dan istilah-istilah yang dipakai oleh Nahdlatul Ulama waktu ini telah menginternasional. Istilah tasamuh (toleran), i’tidal (konsisten), dan tawasuth (moderat) yang Adalah ciri Inti ajaran Ahlussunah wal jema’ah An-Nahdliyah telah amat populer di Arab Saudi.

Ini terjadi sesudah Pangeran Arab Saudi Muhammad bin Salman (MBS) menyampaikan sebuah pidato pada 2017 dengan kata-kata yang amat tegas menyebut istilah tersebut. ‘Nahnu faqad na’udu ila ma kunna alaihi minal islam al-wasati al mu’tadili al mutasamihi al munfatihi ‘alal alam wa ’ala jami’il adyan’ (Kita pasti akan kembali ke Islam yang moderat, yang lurus, yang toleran. yang terbuka ke semua dunia dan seluruh agama).

Budaya dan tradisi Indonesia dan Nahdlatul Ulama pun telah bergema di Arab Saudi dengan menjadikan Indonesia selaku tamu kehormatan dalam sebuah ekshibisi budaya tahun 2018 dan 2019 di wilayah Janadriyah. Ekshibisi ini Adalah dialog antarperadaban Nusantara dan Timur Tengah yang orang Arab Saudi sendiri menyebutnya selaku dialog peradaban terbesar di Abad 21.

Dalam ekshibisi budaya selama 1 bulan ini, bergemuruh lantunan Shalawat Badar yang Adalah tradisi Nahdlatul Ulama. Dalam ajang tersebut, para pendekar Pencak Silat NU (Pagar Nusa) juga tampil memainkan kehebatan jurus-jurusnya di atas panggung besar yang dibuka langsung oleh Raja Salman.

Hal ini diungkapkan Duta Besar RI untuk Arab Saudi H Agus Maftuh Abegebriel waktu berbicara pada Silaturahmi NU Se-Dunia Ke-19 yang digagas oleh Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Arab Saudi, Sabtu (25/7/2020).

“Sekarang kata i’tidal juga telah dijadikan sebuah nama lembaga yang amat terhormat di Arab Saudi yaitu i’tidal limukafahah al-fikri al-mutatharrif (sebuah lembaga yang memerangi pemikiran-pemikiran dan ideologi ekstrem),” tambah Agus Maftuh.

Fakta ini tentunya akan jadi antusias tersendiri bagi ummat Islam di Indonesia yang kebanyakan Adalah penduduk NU untuk terus menggaungkan Islam yang moderat dalam kehidupan. Ini juga, menurut Maftuh, jadi sejarah dahsyat yang akan terus menguatkan persahabatan Saudi dan Indonesia.

Silaturahmi NU sedunia ke-19 di Arab Saudi

Spirit para kyai dan ulama Nahdlatul Ulama juga memberi inspirasi dan antusias sesuai syair milik Abul A’la al-Ma’arri: Wa inni in kuntu al-akhira zamanuhu laatin bima lam tastatihul awailu (walau kita Hadir terakhir kita akan memunculkan sesuatu yang tidak pernah ditunaikan oleh para pendahulu).

Silaturahmi NU sedunia ke-19 yang ditunaikan secara daring ini mengangkat tema ‘Penguatan Ukhuwah An-Nahdliyyah di Tengah Pandemi Covid-19 dan Ancaman Disintegrasi Bangsa Ke Perdamaian Dunia’. Datang pada acara tersebut semua perwakilan PCINU sedunia mulai dari Asia Tengah, Eropa, dan Timur Tengah.

Kecuali Dubes Agus Maftuh, datang juga para publik figur NU ialah Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, sekretaris jendral PBNU H Helmy Faishal Zaini, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi, dan Ketua PCINU Arab Saudi KH Imron Masyhudi. Datang juga Duta Besar RI untuk Aljazair Safira Rosa Machrusah dan pengurus NU di Arab Saudi serta Indonesia. (qa/ummatina/nuonline)

Dubes Agus Maftuh: Istilah dan Tradisi NU Sangat Populer di Arab Saudi

READ  Berbarengan Eks Petinggi TNI, Menhan Ziarah ke Makam Jend. Sudirman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *