Efek-Adu-Kuat-AS-VS-China-Dunia-Bisa-Pecah-Jadi-Dua-Blok.jpg

Efek Adu Kuat AS VS China, Dunia Dapat Pecah Jadi 2 Blok

Diposting pada

Dunia Dapat Terpecah Jadi 2 Blok Akibat Adu Power AS VS China

NEW YORK – Adu kuat antara AS VS China dapat menjadikan negara-negara di dunia terbelah 2 blok. Dikatakan oleh Sekretaris Jend. (sekretaris jendral) PBB, Antonio Guterres, bahwa hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan China tidak pernah disfungsional seperti sekarang. sekretaris jendral PBB itu mengingatkan bahwa ketegangan yang terus meningkat antara ke-2 power besar tersebut berisiko bagi negara-negara di dunia jadi 2 blok.

“Pembagian ini, yaitu pembagian ekonomi, risiko untuk menciptakan 2 blok, dengan 2 mata uang dominan, dengan 2 perangkat aturan perdagangan, 2 jaringan yang tak sama, 2 taktik dalam kecerdasan buatan dan lantas, tidak terelakkan, 2 taktik geo-strategis dan angkatan bersenjata,” ucap Guterres waktu dialog TIME100 Talks soal kepemimpinan global.

“Itu ialah risiko besar bagi dunia,” sambungnya seperti dikutip dari Time, Selasa (18/8/2020).

AS dan China waktu ini terlibat dalam konfrontasi multi-dimensional dan luas yang meliputi segala hal mulai dari sengketa kekayaan intelektual sampai asal-usul virus Corona sampai hak asasi manusia. Ketegangan sudah membara sebelum Pemerintahan Trump, dengan Presiden Obama berusaha untuk melawan meningkatnya kehadiran angkatan bersenjata China di Laut China Selatan dan berusaha untuk mengimbangi power ekonominya dengan keputusan strategi seperti Glosarium Trans-Pasifik.

Baca Juga :  5 Negara Pemegang Hak Veto Serukan Gencatan Senjata di Yaman

Trump menaikkan ketegangan dengan China, terlibat dalam perang perdagangan yang merusak secara ekonomi, dan baru-baru ini, menyalahkan negara China atas penyebaran pandemi Covid-19.

“Kita seluruh punya minat yang tak sama. Tidak mudah untuk membikin perkumpulan internasional bersatu,” kata Guterres.

“Tetapi ancaman yang kita hadapi dan kerapuhan yang kita hadapi mesti memaksa seluruh untuk memahami bahwa apa yang menyatukan kita lebih penting daripada apa yang Melepaskan kita,” imbuhnya.

Dalam Tanya Jawab tersebut, Guterres juga mengajak negara-negara kaya untuk membantu rekan-rekan mereka yang lebih miskin dalam menanggulangi penyebaran Covid-19.

“Pembayaran utang mesti ditangguhkan untuk negara-negara yang tidak mempunyai kemampuan untuk mengakses pasar keuangan dan kreditor kaya mesti mempertimbangkan restrukturisasi dan penghapusan utang negara-negara miskin yang mesti meminjam uang dalam hitungan total besar untuk bertahan dari pandemi dan kejatuhan ekonomi,” imbaunya .

“Kalau kita mengalami serangkaian kebangkrutan di tingkat nasional, kita mungkin akan bergerak ke lebih dari sekadar resesi, jadi depresi dalam ekonomi global,” katanya.

Baca Juga :  PBB Selamatkan Arab Saudi dari Daftar Hitam Pembunuh Bocah kecil Yaman

“Dampaknya akan amat menghancur-leburkan bagi kami,” ia menambahkan.

Guterres menjelaskan dia juga kuatir akan munculnya “nasionalisme vaksin”, di mana negara-negara bersaing, bukan berkolaborasi, dalam perebutan vaksin.

“Entah kita seluruh akan bebas dari penyakit, atau tidak ada yang akan bebas,” ucapnya.

Di tengah seluruh tantangan mendesak ini, Guterres meminta negara-negara untuk memperkuat tekad bulat mereka memerangi Pergantian iklim. Mereka mesti mempergunakan uang yang didedikasikan untuk pemulihan ekonomi pada program Pergantian iklim yang akan merangsang tumbuhnya ekonomi dan mengurangi bahaya emisi pada waktu yang bersamaan.

Kalau dunia tidak berubah arah, katanya, suhu akan naik jadi 5 derajat Celcius pada akhir abad ini yang akan amat beresiko menghancur-leburkan kehidupan manusia di planet bumi.

“Ini ialah Peluang untuk mempergunakan investasi besar-besaran ini untuk membangun kembali dengan lebih baik,” tukasnya. (ra/aspiratif)

Efek Adu Kuat AS VS China, Dunia Dapat Pecah Jadi 2 Blok

Efek Adu Kuat AS VS China, Dunia Dapat Pecah Jadi 2 Blok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *