4754c0c2-ebfe-40c8-aba9-29251bbf875a.jpg

Eksklusif! Foto Ustad Adam yang Ngaku Kerasukan Setan Bikin Heboh ‘Babi Ngepet’

Diposting pada
4754c0c2 ebfe 40c8 aba9 29251bbf875a Eksklusif!  Foto Ustad Adam yang Mengaku Kerasukan Setan Bikin 'Babi Sempit'

AI (44), tersangka penyebar hoaks tentang babi di Bedahan, Sawangan, Depok, Jawa Barat, meminta maaf kepada publik atas perbuatannya. Dia saat ini ditahan oleh Polres Metro Depok.

Pertama saya ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya. Insiden Selasa yang viral, menangkap babi, apakah itu lelucon atau hoax, kami membuat berita, ”Kata AI kepada wartawan, Kamis (29/4/2021).

Melansir Kompas.com, AI yang disebut-sebut sebagai salah satu tokoh masyarakat di desanya mengaku memanipulasi masalah babi puasa karena merasa perlu mencari solusi bagi warga yang mengeluhkan kerugian sebesar Rp. 1-2 juta. Masalah babi pengepet memang sengaja diangkat agar pengaduannya bisa diselesaikan.

Tapi pada akhirnya ada yang tidak beres, sangat fatal. Saya akui itu adalah kesalahan yang sangat fatal dan sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian ini, khususnya bagi warga Bedahan, seluruh WNI., “Kata AI.

Ini bukan tentang pengalihan atau apa pun, “Dia melanjutkan.

AI mengakui bahwa semua teknik tumbuh dari ide ini. Dia mengaku tidak ingin mendapat untung.

Baca Juga :  Antisipasi Ancaman Teror, Polda Metro Jaya Perketat Pengamanan Sidang Habib Rizieq

Namun Kapolres Metro Depok Kombes Imran Edwin Siregar mengatakan, tersangka ingin “terkenal” dan “diperhatikan” di desanya.

Saya membuat kesalahan, saya lemah, iman saya jatuh sebagai manusia. Iblis memasuki saya, jadi saya memiliki pikiran yang sangat, sangat jahat, dan itu tidak masuk akal, “Kata AI lagi.

Selama proses ini, nama manusia kembali dalam kondisi iman yang berkurang dan tidak disadari. Ketika hal seperti ini terjadi, penyesalan menjadi tidak masuk akal. Nasi berubah menjadi bubur, “Dia berkata.

Daging babi tersebut dipesan secara online oleh AI dan teman-temannya seharga Rp 900.000. Setibanya di sana, babi-babi tersebut dilepaskan di dekat rumah mereka, sebelum dibawa kembali nanti.

Imran membenarkan bahwa semua pemberitaan yang beredar belakangan ini tentang masalah babi pengepet merupakan hasil rekayasa AI dan kawan-kawannya, berawal dari cerita delapan warga telanjang yang menangkap babi, warga yang tidak menanganinya. kaki, ke babi dengan pita merah.

Siapapun yang membunuh dan mengubur babi juga termasuk dalam skenario, termasuk upaya untuk menetralkannya.

Baca Juga :  Resmikan Beli Kreatif Danau Toba, Presiden Jokowi: Ulos dan Kopi Sudah Mendunia

Polisi menuduh AI pasal 10 ayat 1 atau 2 undang-undang nomor 1 tahun 1946. AI terancam hukuman 10 tahun penjara. Delapan rekan AI saat ini sedang diselidiki oleh polisi.

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *