Eropa Bersatu Lawan Planning Aneksasi Israel – Aspiratif News

Views: 17
Read Time:2 Minute, 55 Second

Eropa Bersatu Lawan Planning Aneksasi Israel – Aspiratif News

Dan Haag, Aspiratif News—Planning aneksasi sebagian wilayah pendudukan Tepi Barat dan Lembah Jordan yang diumumkan PM Israel Benjamin Netanyahu tidak berjalan mulus. Planning ini akhirnya diundur akibat banyaknya intimidasi internasional dan juga belum adanya sokongan full dari AS.

Di bawah hukum internasional, Tepi Barat terklasifikasi sebagai wilayah pendudukan sehingga semua pemukiman Yahudi di sana berstatus ilegal.

Para pejabat Palestina telah mengancam akan mencabut perjanjian bilateral dengan Israel jika planning aneksasi dilanjutkan karena akan merusak jalan penyelesaian 2 negara.

Seperti Turki dan sebagian besar perkumpulan internasional, Uni Eropa pun tidak mengakui kedaulatan Israel atas wilayah yang didudukinya semenjak 1967.

 

Jerman

Parlemen Jerman Mempublikasikan perlawannya untuk planning aneksasi Israel pada Rabu (1/7) dengan Menlu Heiko Maas Memperingatkan bahwa langkah itu akan mengancam stabilitas seluruh Timur Tengah.

“Perdamaian tidak dapat dicapai melalui langkah-langkah sepihak,” kata Maas untuk parlemen di Berlin.

READ  4000 Butir Telur Siap Didistribusikan LAZISNU Lampung untuk Penduduk - Aspiratif News

Dia bersumpah untuk memposisikan problem ini di atas agenda lain karena Berlin waktu ini mengambil alih jabatan presiden bergilir Uni Eropa serta ketua Dewan Keamanan PBB selama sebulan.

Maas mendesak Israel untuk mempertimbangkan kembali planning itu karena masih ada “Peluang dan waktu.”

 

Inggris

PM Inggris Boris Johnson menerangkan bahwa Inggris akan “tidak mengakui Pergantian” atas wilayah tapal batas Israel yang ditetapkan pada 1967 kecuali jika disetujui oleh Palestina.

Dalam sebuah artikel yang ditulis untuk kantor berita Israel, Yedioth Ahronoth, Johnson mendesak Israel agar “memberikan keadilan bagi masarakat Israel dan Palestina.”

Ia berpendapat aneksasi cuma “akan membahayakan kemajuan yang telah dibuat Israel dalam menaikkan hubungan dengan dunia Arab dan Muslim.”

Walaupun ia mengakui bangga atas Sumbangsih Inggris bagi kelahiran negara Israel dengan Deklarasi Balfour 1917, ia menjelaskan dengan tegas bahwa urusan tidak akan selesai sampai ada jalan penyelesaian keadilan dan perdamaian abadi bagi Israel dan Palestina.

“1-satunya cara itu dapat dicapai ialah ke-2 belah pihak kembali ke meja perundingan,” tegasnya.

READ  2 Langkah Mandiri Cegah Penularan Covid-19 – Warta Batavia

 

Belgia dan Uni Eropa

Parlemen Belgia mengadopsi sebuah resolusi pada 26 Juni yang mendesak pemerintah untuk mempersiapkan daftar tindakan Pembalasan untuk Israel jika melanjurkan planning aneksasi.

Resolusi itu diusulkan oleh Partai Hijau dan disahkan dengan 101 suara menyokong dan 39 abstain.

Resolusi tersebut mengakui bahwa beberapa negara mungkin memveto sanksi Uni Eropa atas Israel. Maka, parlemen menganjurkan agar pemerintah Belgia menciptakan gabungan Eropa dengan negara-negara yang berpikiran sama.

sebelum ini, lebih dari 1.000 anggota parlemen dari seluruh negara Eropa mengutuk planning aneksasi dalam sebuah surat bersama-sama. Secara total, ada 1.080 anggota majelis nasional dan Parlemen Eropa dari Austria, Belgia, Ceko, Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani, Hongaria, Islandia, Irlandia, Italia, Luksemburg, Malta, Belanda, Norwegia, Polandia, Portugal, Romania, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, Swiss, dan Inggris menyepakati surat itu.

 

Vatikan

Vatikan menyebut tindakan sepihak Israel dapat Memperparah situasi sulit di Timur Tengah.

Menlu Vatikan, Kardinal Pietro Parolin, Mempublikasikan keprihatinan Takhta Suci bahwa tindakan seperti itu dapat ” membahayakan perdamaian antara Israel dan Palestina,” menurut sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Rabu.

READ  Bogdanovic akan Jalani Operasi Pergelangan Tangan - Aspiratif News

“Seperti yang telah dinyatakan pada 20 November 2019 dan pada 20 Mei 2020, Takhta Suci menjelaskan dengan tegas kembali bahwa Negara Israel dan Negara Palestina mempunyai hak untuk hidup dalam perdamaian dan keamanan, dalam batas-batas yang diakui secara internasional,” katanya. (ra/ https://tribune.com.pk/)


Eropa Bersatu Lawan Planning Aneksasi Israel – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *