Fakta-Fakta-Mantan-Atlet-Aprilia-Manganang-Ditetapkan-sebagai-Laki-laki.jpg

Fakta-Fakta Mantan Atlet Aprilia Manganang Ditetapkan sebagai Laki-laki

Diposting pada

Jakarta, Warta Batavia–Mantan atlet bola voli putri, Aprilia Manganang menjadi sorotan untuk dikukuhkan sebagai putra.

Hal itu disampaikan Kepala Staf TNI (KSAD) Jenderal Andika Perkasa, dalam jumpa pers yang digelar Selasa (9/3/2021).

Laporan dari KompasAprilia Manganang sebelumnya tercatat sebagai wanita saat masih menjadi atlet bola voli dan juga saat bergabung dengan TNI pada tahun 2016. Sebagai atlet bola voli putri, Aprilia Manganang telah banyak menorehkan prestasi baik di level klub maupun nasional.

Gelar Aprilia Manganang Proliga diraih sebanyak empat kali pada tahun 2015, 2016, 2017, dan 2019. Di tingkat nasional putri, prestasi terbaik Aprilia Manganang adalah medali perak pada SEA Games 2017.

Ia kemudian memutuskan pensiun sebagai atlet bola voli pada tahun 2020 dan melanjutkan karirnya di TNI hingga sekarang.

Pemeriksaan kesehatan

Aprilia Manganang yang juga seorang prajurit TNI aktif dengan pangkat sersan dua (serda) menjalani pemeriksaan kesehatan pertamanya pada 3 Februari 2021. Pemeriksaan dilakukan karena Andika Perkasa dan petinggi TNI lainnya melihat adanya kelainan pada kondisi fisik Aprilia Manganang. .

Baca Juga :  Menolak Lupa Soal ISIS (2)

Andika Perkasa kemudian memanggil Aprilia Manganang ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di RSPAD Gatot Subroto. Alhasil, Aprilia Manganang dipastikan berjenis kelamin laki-laki. Pasalnya, dari hasil pemeriksaan kesehatan diketahui Aprilia Manganang memiliki organ pria yang lebih banyak.

Tak hanya itu, kadar testosteron pria juga ditemukan lebih tinggi di tubuh Aprilia Manganang. Hasil ujian tersebut kemudian membuat Andika Perkasa menawarkan Aprilia Manganang untuk masuk ke meja operasi (operasi koreksi).

Andika Perkasa mengatakan Aprilia Manganang sangat antusias dan senang menerima tawaran tersebut karena sudah lama menginginkannya. Sejauh ini Aprilia Manganang telah menyelesaikan yang pertama dari dua intervensi korektif yang ditargetkan.

Andika Perkasa menambahkan. “Aprilia Manganang bukan transgender. Juga interseks. Itu tidak termasuk dalam kategori itu. Saya tahu definisinya dan tim medis tahu semua definisinya, “kata Andika Perkasa.” Aprilia Manganang menderita hipospadia. Jadi selalu kembalikan, “tambah Andika Perkasa.

Kemudian ada juga perubahan kondisi gender sesuai Pasal 56 UU 23 Tahun 2006, ”kata Andika Perkasa.

Baca Juga :  Khalifah dan Pendeta | The Truly Islam

Aprilia kelaninan

Menurut Andika Perkasa, Aprilia Manganang menderita hipospadia, yaitu gangguan saluran kemih atau uretra dan penis. Dikutip dari situs Departemen Urologi RSCM-FKUI, hipospadia merupakan penyakit bawaan yang umum terjadi sejak lahir. Tingkat keparahan hipospadia juga bervariasi. Salah satu dari tiga jenis hipospadia yang paling umum adalah saluran kemih, yang terletak di bagian bawah penis.

Selain itu, hipospadia yang diderita saat lahir oleh Aprilia Manganang termasuk dalam kategori parah. Karena keterbatasan alat kesehatan saat itu, Aprilia Manganang ditetapkan sebagai perempuan berdasarkan penampilan fisik saja.

Andika Perkasa mengatakan Aprilia Manganang tidak mendapat perawatan atau tes kelahiran lebih lanjut meski diketahui mengidap hipospadia. Ini tidak lepas dari keterbatasan ekonomi keluarganya. (ra / kompas)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *