Kota-kota-provinsi-di-Suriah-hancur-akibat-konflik-kontra-teroris-internasional.jpg

Fakta Sejatinya Konflik Suriah yang Disembunyikan Media Radikal

Diposting pada

Fakta Sejatinya Konflik Suriah yang Disembunyikan Media Radikal

Info konflik di Suriah jadi simpang siur di Indonesia sebab peran media-media radikal takfiri pro pemberontak dan kontra Basar Al Ashad. Warga yang tidak paham fakta sesungguhnya tersesat oleh informasi-informasi hoaks. Mereka lalu cenderung menyalahkan presiden Suriah dan menganggap bahwa konflik Suriah ialah perang Sunni VS Syiah.

Sebagaimana dimaklumi kota-kota di banyak provinsi di Suriah hancur rata dengan tanah akibat konflik yang terjadi semenjak tahun 2011. Sampai sekarang kemenangan Suriah atas teroris ialah berkat kesadaran rakyat Suriah yang lalu bersatu melawan teroris internasional.

Kota-kota di Suriah Hancur Akibat Perang Melawan Teroris Internasional

Berikut ini ialah 10 fakta soal Suriah yang sering ditutup-tutupi oleh media-media takfiri di tanah air sebagaimana diungkap oleh Ikatan Alumni Suriah Syam (Al-Syami).

  1. Pemerintah Suriah tidak pernah membantai Sunni. Hasil Pemilihan Umum presiden Suriah yang diawasi lembaga-lembaga independen Juni 2014 kemarin, Assad terpilih kembali dengan perolehan 88.7 % suara rakyat. Adapun kaum Sunni itu kebanyakan (74 %) di Suriah. Itu artinya kebanyakan mutlak rakyat Suriah yang Sunni dan apapun latarnya masih mencintai Assad. Itu yang senantiasa ditutupi media-media Takfiri. Kalau Assad ialah pembantai Sunni, mungkinkah kebanyakan rakyatnya yang Sunni tersebut memilih dia?
  2. 1 lagi propaganda murahan yang menyebut Rezim Suriah ialah Rezim Syi’ah. Faktanya, Kebanyakan kabinet pemerintahan di Suriah diisi oleh orang-orang Sunni. Jabatan-jabatan penting seperti Cawapres, Cawapres 1, Perdana Menteri, Deputi Perdana Menteri, Menteri Luar Negeri, Menteri Info, Menteri Dalam Negeri, Menteri Pendidikan dll diisi orang-orang Sunni. Grand Mufti legal Suriah Syekh Ahmad Badruddin Hassun pun seorang ulama besar Sunni. Bahkan istri Bashar yaitu Asma al Assad ialah seorang Muslimah Sunni dari Homs. Ini seluruh ialah fakta-fakta yang senantiasa ditutupi media-media radikal tanah air.
  3. Dan (lagi) fakta yang senantiasa ditutupi mereka, para pemberontak di Suriah kebanyakan bukanlah rakyat Suriah, tapi para anggota milisi takfiri asing yang Hadir dari 83 negara (termasuk Indonesia), korban cuci otak sektarian yang rame-rame menginvasi Suriah dengan kedok “jihad”. Bahkan situs SOHR (Syrian Observatory for Human Rights) yang berafiliasi dengan oposisi pun mengakui > 70 % anggota milisi yang memberontak di Suriah ialah para anggota milisi asing/jihadis impor (bukan rakyat Suriah).
  4. Fitnah-fitnah Assad membantai Sunni baru ditebar 5 tahun terakhir, tepatnya semenjak invasi puluhan ribu anggota milisi takfiri asing ke Suriah. Faktanya, sebelum itu tidak pernah terdengar isu-isu tersebut. Bashar al Assad telah berkuasa semenjak tahun 2000 dan sampai hari ini Sunni masih kebanyakan di Suriah (74 %). Jikalau benar Assad membantai dan menggenosida kaum Sunni Suriah, semestinya telah habis seluruh Sunni di Suriah, wong dia telah berkuasa 16 tahun. Kenyataannya sampai hari ini Sunni masih kebanyakan di Suriah. Apa masih percaya dengan isu murahan tersebut?
  5. Pada 2009, Qatar mengusulkan proposal agar Assad melegalkan jalur pipa gas alamnya melintasi Suriah dan Turki untuk ke Eropa. Bashar al Assad Tidak mau proposal ini dan pada 2011 ia malah menjalin kerjasama dengan Iraq dan Iran untuk membangun jalur pipa ke Timur. Qatar, Saudi dan Turki ialah pihak yang paling sakit hati dan dirugikan oleh keputusan ini. Khayalan mereka untuk memperoleh pemasukan Milyaran dollar dari ekspor Migas buyar tiba-tiba. Apa Anda semua terkejut kalau hari ini Saudi, Qatar dan Turki jadi negara-negara yang paling getol mensponsori dan mempersenjatai para teroris yang hendak menggulingkan Assad?
    Kenapa USA dan NATO juga amat berambisi menggulingkan Assad? Sebab mereka dan ketiga negara tersebut ialah sekutu dan mitra bisnis Inti. Keputusan Assad akan menguatkan posisi Iran secara ekonomi maupun politis dalam pasar tambang Migas di Timur Tengah dan mengecilkan pengaruh USA dan sekutunya. Apa USA rela?
  6. Semenjak perang Arab-Israel pada 1948 sampai perang edisi ketiga pada 1967, Suriah tidak pernah absen dalam menyampaikan Tentara militernya melawan Zionis Israel. Suriah bareng Mesir, Iraq dan Jordan waktu itu (1967) menyampaikan 547.000pasukan melawan Zionis Israel di Sinai dan Golan. Bahkan waktu negara-negara Arab tersebut telah berdamai dengan Israel, Suriah ialah satu-satunya Rezim Arab yang sampai hari ini tidak bersedia menyepakati perjanjian damai dengan Israel. Sampai perang Suriah dan Israel terus berlanjut pada Yom Kippur 1973 atas pendudukan Israel di Golan. Sampai hari ini PBB mesti menurunkan Tentara perdamaiannya di Golan dan menetapkan sebagian wilayah tersebut selaku zona netral.
  7. Suriah sampai hari ini ialah penampung terbesar pengungsi Palestina di Timur Tengah. Jutaan pengungsi Palestina sudah diterima dengan tangan terbuka oleh Pemerintah Suriah semenjak 1948 di kamp-kamp pengungsi Yarmouk, Neirab, Handarat, Aleppo dll. Mereka diberi Sarana Sekolah, Hospital dll layaknya penduduk sendiri. Bahkan Assad pun dijuluki selaku Bapak Pengungsi Palestina. Mereka beranak pinak di Suriah sampai hari ini. Dan tidak mengejutkan kalau para pejuang Palestina dari PFLP-GC di Yarmouk (cabang PFLP yang bermarkas di Gaza) dan Brigade al-Quds (sayap angkatan bersenjata Jihad Islam Palestina di Gaza) semenjak awal konflik mengabdi pada Suriah dan berkoalisi dengan Serdadu Arab Suriah melawan para teroris.
  8. Sebuah taktik angkatan bersenjata baru sudah diawali di Suriah. Hal ini merubah Suriah selama 15 tahun terakhir ke sebuah power angkatan bersenjata yang nyata yang lagi-lagi akan mengancam Israel, khususnya pada tingkat pengembangan roket dan persenjataan angkatan bersenjata yang lain. Israel menyaksikan ini selaku ancaman besar. Roket-roket Khaibar M-302 buatan Suriah sudah membantu Hizbullah dalam perang 2006 melawan Israel di Lebanon Selatan untuk menghujani Haifa dan kota-kota lain di Israel. Bahkan roket-roket yang sama juga sudah dipakai para pejuang Muqawwamah Palestina seperti Hamas, Jihad Islam dan PFLP di Gaza yang membikin ke-1 kalinya dalam sejarah 1,5 juta Zionis Israel masuk ke dalam bunker penjagaan bom. Suriah bukan cuma gerbang atau jembatan transportasi dan komunikasi antara pejuang Muqawwamah dan Iran, tapi Suriah ialah ialah penyokong nyata pejuang-pejuang resistensi di Lebanon dan Palestina. Suriah ialah bagian vital dalam perjuangan melawan Zionis Israel.
  9. sesudah Hamas diusir dari Jordania pada 1999, di waktu negara-negara arab mengucilkan dan melalaikan Hamas. Suriah membuka tangannya dan menyediakan ibukota negaranya untuk jadi markas Hamas. Bashar al Assad membangunkan kantor pusat Hamas di Damaskus pada 2001, melalui markas ini Suriah rutin berkoordinasi menjalin cara menyuplai persenjataan ke kelompok-kelompok Muqawwamah di Gaza, tidak cuma Hamas. Sebutkan kalau Saudi, Turki, dan Qatar pernah menyuplai senjata atau sebutir saja peluru untuk pejuang Palestina?
  10. Mundur ke belakang bicara Libya. Di Libya bahkan tidak ada yang namanya Syi’ah, tapi nyatanya terjadi perang selama 4 tahun di sana. Para pemberontak takfiri bekerja sama dengan NATO dan USA akhirnya sukses menghabisi pemimpin Sunni Muammar Qaddafi secara keji. Masih ingat waktu itu media-media radikal di Indonesia menggelari Qaddafi selaku Toghut, Fir’aun, dan julukan-julukan keji lain dalam rangka perjuangan mereka untuk menegakkan Khilafah. Khilafah apa yang telah tegak? Belajarlah dari pola permainan ini. [qa/aspiratif/dutaislam]
Baca Juga :  Intelijen AS Mulai Mencium Ancaman Ekstremis Terkait Pemilihan presiden

Penjelasan: Diolah dari NU Online

Fakta Sejatinya Konflik Suriah yang Disembunyikan Media Radikal

Fakta Sejatinya Konflik Suriah yang Disembunyikan Media Radikal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *