60822fc6b93c0.jpg

Fakta Terkini Pencarian KRI Nanggala-402, Terdeteksi di Kedalaman 850 Meter dan TNI Siapkan 2 Cara Evakuasi

Diposting pada
60822fc6b93c0 Fakta Terkini Penelitian KRI Nanggala-402, Terdeteksi di Kedalaman 850 Meter dan Menyiapkan Metode Evakuasi TNI 2

Setelah tiga hari pencarian, kapal selam KRI Nanggala-402 dilaporkan tenggelam di perairan utara Bali.

Informasi tersebut disampaikan Panglima TNI Hadi Tjahjanto dalam jumpa pers, Sabtu (24/4/2021).

“Hari ini tenggat dini untuk bantuan langsung berupa ketersediaan oksigen di KRI Nanggala selama 72 jam. Unsur angkatan laut telah menemukan tumpahan minyak dan puing-puing yang merupakan bukti otentik fase tenggelamnya KRI Nanggala,” ujarnya.

Benda yang ditemukan antara lain penyearah tabung torpedo, casing tabung pendingin, dan pelumas periskop bawah air dalam botol berwarna oranye.

Dengan bukti otentik ini, status kapal selam yang hilang ditingkatkan menjadi subsunk.

Ditemukan di kedalaman 850 meter

Kepala Staf Angkatan Laut Indonesia (KSAL) Laksamana Yudo Margono mengatakan setelah dilakukan pencarian selama tiga hari, KRI Nanggala-402 ditemukan tenggelam di kedalaman 850 meter.

Namun, lokasi pasti kapal selam tersebut masih belum diketahui.

“Unsur investigasi kami dan unsur lainnya akan melakukan yang terbaik, karena kedalaman laut yang diukur 850 meter,” kata Yudo dalam jumpa pers di Bali, Sabtu (24/4/2021).

Baca Juga :  Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 12 Dibuka? Itu Hoaks

Dalam upaya penelitian ini TNI mendapat bantuan dari negara lain seperti Australia, Singapura dan Amerika Serikat.

“Untuk kapal yang dilengkapi perlengkapan seperti Singapura, mereka punya instrumen yang bisa menutupi kedalaman 900-1000 meter. Kami tempatkan dengan KRI Rigel jika Nanggala sudah didemonstrasikan, akan kami tindaklanjuti dengan peralatan milik Singapura, ”kata Yudo.

Siapkan 2 skenario evakuasi

Untuk melakukan upaya evakuasi, Yudo mengatakan sudah disiapkan dua skenario.

Pertama, metode ini diabaikan. Artinya, memasukkan tabung tersebut ke dalam tabung kapal selam lalu mengangkatnya.

“Jadi di dalam kapal selam itu ada tabung yang bisa terendam dengan cangkang sehingga bisa naik,” terangnya.

Cara kedua adalah dengan menggunakan robot. Teknologi inilah yang saat ini dimiliki oleh Singapura bernama MV Swift Rescue.

Swift Rescue Singapore juga memiliki kapal selam mini yang menyediakan robot di bawahnya untuk memasang peralatan tersebut, tambahnya. [kompas.com]

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *