Figur publik-tokoh NU yang Lahir dan Wafat di Bulan Juni – Aspiratif News

Views: 11
Read Time:6 Minute, 2 Second

Figur publik-tokoh NU yang Lahir dan Wafat di Bulan Juni – Aspiratif News

Ada beberapa figur publik NU yang lahir dan wafat di bulan Juni pada tanggal dan tahun tidak sama. Mereka berkiprah melalui NU di bermacam lapangan, tapi tujuannya sama yaitu agama (Islam Ahlussunah wal jema’ah) dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebab bagi NU, membela agama dan negara ialah bagian dari jihad sebagaimana telah dipraktikkan pada masa penjajahan dan kemerdekaan. Bagi NU, membela dan mencintai agama dan negara seirama dalam 1 tarikan napas. 


Tetapi, dalam catatan ini, amat mungkin ada figur publik NU yang luput. Apalagi jikalau tokoh-tokoh daerah masuk dalam hitungan. Tiada tercatat bukan artinya mengecilkan atau menapikan peran mereka, melainkan keterbatasan informasi dan catatan yang ditemukan. Di lain waktu, semoga ada pihak yang menyempurnakan catatan ini. 


Berikut ini ialah tokoh-tokoh NU yang lahir dan wafat di bulan Juni yang dihimpun dari bermacam sumber, khususnya Ensiklopedia NU


Pada bulan Juni ini, ada 2 figur publik NU yang tidak diketahui tanggal lahirnya. Keduanya sama-sama dari Jawa Barat. Ke-1, KH Abdul Halim Leuwimunding. Ia lahir pada tahun 189 dan wafat pada tahun 1972. Ia Ialah salah seorang pendiri NU satu-satunya dari Jawa Barat, yaitu Kabupaten Majalengka. Choirul Anam dalam buku Pertumbuhan dan Kemajuan NU menyebut KH Abdul Halim Leuwimunding sebagai salah seorang pelopor koperasi NU yang muncul pada tahun 1929 dengan Coperatie Kaoeum Moeslimin (CKM).


Ke-2, Nyai Djuaesih. Ia lahir di Sukabumi pada tahun 1901. Tetapi, Ensiklopedia NU tidak menyebut tahun dan tanggal meninggalnya pula. Ia dikenal dan dikenang dalam cikal-bakal berdirinya gerakan perempuan NU, Muslimat. Pidatonya pada muktamar NU ke-13 di Menes, Pandeglang, Banten, selalu ditulis sebagai permulaan dalam penulisan sejarah Muslimat NU. 

3 Juni 1900

Pada 3 Juni 1900 lahir salah seorang santri kesayangan Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, KH Adlan Aly. kiai Adlan Ialah Pendiri Pesantren Putri Walisongo Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Ia lahir di Pesantren Maskumambang, Kabupaten Gresik, dari pasangan Hj. Muchsinah dan KH. Ali. kiai Adlan Aly wafat pada tanggal 6 Oktober 1990 di Jombang.

READ  Tanpa PSBB, Penanganan Covid-19 di Bali Stabil, Pasien Sembuh di Atas Rate Nasional - Aspiratif News


kiai Adlan dikenal sebagai Mursyid Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah melalui jalur KH Muslih Abdurrahman Mranggen, Demak. Pada Muktamar NU ke-26 di Semarang tahun 1979, kiai Adlan Aly terpilih sebagai ketua umum ke-1 Jam’iyyah Ahli-t-Thariqah Al-Mu’tabarahan-Nahdliyyah (JATMAN), sebuah organisasi perkumpulan tarekat di bawah NU.

5 Juni 1993

Pada tanggal 5 Juni 1993 KH Hamim Djazuli wafat. kiai yang dikenal dengan nama Gus Miek Ialah figur publik yang kondang di kalangan guru sufi, seniman, birokrat, preman, bandar judi, kiai-kiai NU, dan aktivis. Ia membangun tradisi kajian agama sema’an Al-Qur’an Jantiko Mantab dan pembacaan wirid dzikr aI-ghdfilfn bareng beberapa koleganya


Nama komprehensif Hamim Tohari Djazuli lahir pada 17 Agustus 1940 di Kediri, Jawa Timur. Ayahnya bernama K H Djazuli Usman dan ibunya bernama Ny. Radliyah yang mempunyai jalur anak cucu sampai untuk Nabi Muhammad SAW, sebagai anak cucu ke-32 dari Imam Hasan, anak dari Ali bin Abi Thaiib dan Siti Fathimah. 

6 Juni 1941

Hari lahir Aisyah Hamid Baidlowi, Ketum Pimpinan Pusat Muslimat NU periode 1995-2000. Anak ke-2 dari pasangan KH Wahid Hasyim dan Hj Solihah. Ia lahir di Jombang, Jawa Timur, 6 Juni 1941. Ia Ialah anggota Pengurus Dewan Pimpinan MUI (1995-2000), Anggota DPR RI selama 3 periode berturut Turut(1997-1999, 19992004, 2004-2009).

 

Problem tahun kelahirannya, ada beberapa sumber yang salah, yaitu mecatat 1940. Padahal tahun tersebut Ialah hari lahir kakaknya, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Jika tahun 1940 sebagai hari lahirnya, maka dia akan lebih tua dari Gus Dur, yang lahir bulan September 1940.

READ  Problem Kepastian Haji 2020, Kemenag Ingin Saudi Umumkan 12 Mei  - Aspiratif News

6 Juni 1956

Pada tanggal 6 Juni 1956, bagian pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Jombang kiai Abdul Hamid wafat. Ia Ialah  adik KH Abdul Wahab Chasbullah 

8 Juni 1971 

Djamaluddin Malik meninggal waktu berobat di Munchen, Jerman, pada 8 Juni 1971. Ia sungguh mengidap penyakit komplikasi yang lama dideritanya. Ia pernah aktif di GP Ansor Kebun Sirih, Jakarta pada usia muda. Lalu jadi Ketum Lesbumi ke-1, sebuah lembaga kebudayaan yang didirikan atas restu para ulama pada 28 Maret 1962. Lalu, ayah Camelia Malik ini, jadi Ketua III PBNU. Atas jasa-jasanya, pemerintah mengukuhkannya sebagai pahlawan dengan memperoleh Bintang Mahaputra Kelas II/Adipradhana. 

10 Juni 1927 

Hari lahir Asrul Sani, seorang penulis, penerjemah naskah drama dunia, serta sutradara panggung dan film. Seniman “Angkatan 1945” penggagas dan penandatangan Surat Kepercayaan Ge/anggang (1950). Wakil Ketua Lesbumi (1962), sebuah organisasi seniman di NU, dan anggota DPRGR/MPRS wakil seniman, dan anggota DPR RI (19771982).


Asrul Sani lahir di Rao, Pasaman, Sumatera Barat, 10 Juni 1927. Dia anak bungsu dari Sultan Marah Sani SyairAlamsyah, Yang Dipertuan Sakti Rao Mapat, seorang bangsawan di daerahnya. 

13 Juni 1982

Pada 13 Juni 1982 Mualim KH Muhammad Radjiun wafat. Ia Ialah salah seorang figur publik NU dari Betawi, mualim yang diakui Mualim KH Syafi’i Hadzami dan KH Zainuddin MZ sebagai gurunya. 


Ia lahir di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, pada 1916. setelah belasan tahun di Makkah, Mualim Radjiun kembali ke tanah air dan Bergabung dengan beberapa temen serta juniornya di Jam`iyatul Qurra wal Huffazh, organisasi yang menaungi para qari dan penghafal Al-Qur`an yang Waktu ini jadi badan otonom NU. 

14 Juni 1954

Pada 14 Juni 1954 Ialah hari lahir qari legendaris H Muammar ZA. Ia lahir di Dusun Pamulihan, Warungpring, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang, 14 Juni 1954. Setamat sekolah dasar Muammar nyantri di Kaiiwungu, Kendal, Jawa Tengah. 

READ  Meninggal di Pesawat, jema’ah Haji Indonesia Dimakamkan di Jeddah


Ia ikut MTQ Tingkat Provinsi DIY pada 1987 dan berhasil menyabet juara ke-1 tingkat remaja. setelah itu, ia selalu jadi anggota kontingen DIY di MTQ Nasional. 


Pada tahun 1980-an dan 1990-an suara merdunya lazim menghiasi masjid-masjid di Indonesia sebelum maghrib, menjelang subuh, atau menjelang shalat Jumat, melalui kaset yang diputar dengan tape recorder. Kaset-kasetnya juga diputar pada acara-acara keagamaan seperti Maulid Nabi.

14 Juni 1975 

Pada 14 1975 Ialah hari lahir KH Taufiqui Hakim, pengasuh PP Darul Falah, Bangsri, Jepara, Jawa Tengah. Ia Ialah penggagas metode membaca Kitab Kuning secara cepat, yaitu system Amtsilati. Secara bahasa, kata ”amtsilati” bermakna ”contohku”, maksudnya metode yang digagasnya dituangkan dalam bentuk buku dengan banyak contoh agar mudah dipahami bagi yang ingin beiajar Kitab Kuning.

19 Juni 1966

Hari lahir seorang seniman wayang suket, Ki Slamet Gundono. Ia Ialah seniman dengan latar beiakang santri yang mempunyai banyak bakat dan kesanggupan. la ialah dalang, pemusik, pemain teater, dan pemain film. Slamet lahir di Slawi, Tegal, Jawa Tengah, 19 Juni 1966. Ia meninggal pada tahun 2014. Bagian lagunya, Maca, jadi pengiring selama ekshibisi seni rupa dalam rangkaian acara muktamar ke-33 NU. 

29 Juni 1921 

Pada tanggal 29 Juni 1921 Ialah hari lahir KH Ahmad Syaichu. Figur publik NU, pendiri pondok pesantren Al-Hamidiyah Depok ini lahir di Surabaya, JawaTimur. Ia Ialah pendiri dan sekaligus Ketua Pimpinan Pusat lttihadul Muballighin. Pada era1980-an jadi Ketua Oll dan anggota Dewan Tertinggi Masjid-masjid Sedunia di Makkah, anggota DPR (1955), Wakil Ketua DPR-GR (1963-1966), dan anggota DPR (1971-1977).

Penulis: Abdullah Alawi 

Editor: Alhafiz Kurniawan

 

Figur publik-tokoh NU yang Lahir dan Wafat di Bulan Juni – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *