Fiqih Nusantara Menguatkan NKRI dan Pancasila – Aspiratif News

Guru Besar IAIN Jember: Fiqih Nusantara Menguatkan NKRI dan Pancasila
Views: 2076
Read Time:2 Minute, 46 Second

Fiqih Nusantara Menguatkan NKRI dan Pancasila – Aspiratif News

Jember, Aspiratif News

Mecatat Ialah luapan ide dan gagasan yang dituangkan dalam bentuk karya. Tulisan sanggup memberikan kepuasan bagi penulis tersebut, serta karya yang ada memberikan inspirasi, wawasan serta rujukan bagi masarakat. Walaupun waktu ini e-book telah jadi jalan alternatif bagi para pembaca, tapi koleksi buku yang terpajang rapi tetap jadi primadona. 

 

Beragamnya media sosial Ialah bagian cara untuk mempromosikan buku. Memberikan informasi detail dan sanggup berinteraksi ke masarakat ialah senjata Utama untuk menyampaikan secara interaktif ke pembaca ialah dengan diadakannya bedah buku. 

 

Hal tersebut sebagaimana yang dikerjakan Asosiasi Penulis dan Peneliti Islam Nusantara Seluruh Indonesia (Aspirasi). Dengan menggandeng Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Lumajang dan Lembaga Dakwah PBNU serta Disokong PMII Komisariat IAIN Jember dan UKPK IAIN Jember menyelenggarakan bedah buku secara daring. Yang dikaji ialah buku ‘Fiqh Nusantara’ karya M Noor Harisudin, Rabu (22/7).

READ  Komisi Yaman untuk UNESCO Kecewa PBB Hapus Saudi dari Daftar Pembunuh Anak-Anak - Aspiratif News

 

“Fiqih Nusantara Ialah fiqih yang berkembang di Indonesia dengan karakternya yang khas sesuai dengan adat istiadat ke-Indonesiaan,” kata Profesor Haris, sapaan akrabnya. 

 

Dekan Fakultas Syariah IAIN Jember tersebut memaparkan metode fiqh Nusantara yaitu Al-Qur’an, hadist, ijma’ dan qiyas. Juga disampaikan bagaimana seharusnya wawasan fiqih nusantara, Pancasila dan sistem hukum terkait dengan ilmu fiqih. 

 

Pemaparan terus dilanjutkan terkait formulasi fiqih Nusantara serta skema Pergantian hukum Islam di Indonesia. Termasuk diktum hukum atau fatwa, illat hukum, konsep dan fakta. 

 

“Bagian Inti buku ini, bahwa fiqih Nusantara menguatkan NKRI dan Pancasila, bukan melemahkannya,” ujar guru besar di IAIN Jember yang juga Wakil Ketua PW Lembaga Dakwah NU Jawa Timur tersebut. 

 

M Imdadun Rahmat sebagai pembanding memberikan tanggapan positif yaitu menyamakan bahwa buku fiqih Nusantara andaikan telepon yang hebat, kecil tapi menarik. 

 

“Mengibaratkan buku fiqih Nusantara seperti telepon yang hebat dan kecil, tapi isinya komprehensif dan menarik,” kata Ketua Komnas HAM periode 2012 sampai 2017 tersebut.

 

READ  Cerita dari Kampung Waktu Penanganan mayat Terindikasi Corona - Aspiratif News

Dijelaskannya bahwa fiqih Nusantara juga kuat dalam metode istinbat, serta menerangkan Soal hal perlunya lokalitas ke masarakat di Indonesia. 

 

“Isi buku ini lebih eksklusif dan efektif untuk mengajak organisasi masarakat untuk memahami Islam Nusantara secara mendalam, Juga mengajak ormas lain menyelami fiqih dan Islam Nusantara,” urainya. 

 

Adapun pembanding ke-2, Abdul Mukti Thabrani menerangkan bahwa buku layak diacungi jempol, karena pembahasannya renyah jikalau dibaca dan dipahami. Ia juga mengakui bahwa buku tersebut sanggup mengalahkan karya Prof Mahmud Zuhri yang mecatat Soal hal fiqih Malaysia. 

 

KH M Nur Hayyid sebagai pembanding seterusnya memberikan tanggapan juga masukan yaitu dalam buku wajib dijelaskan makna fiqih secara umum atau spesial. Juga Penting diperluas seperti karya Imam Hanafi agar jadi sebuah buku yang menginternasional.

 

“Dan hal ini wajib disosialisasikan ke masarakat khususnya ke kalangan awam, serta Menekankan epistemologi, ontologi dan juga aksiologi,” katanya. 

 

Disampaikan pula bahwa dalam buku wajib ada strategi Islam dan fiqih Nusantara dalam memberikan pemahaman. Selebihnya, buku ini menurutnya amat menarik karena sanggup menjawab tepisan dari ormas yang tidak sama paham dengan NU Soal hal Islam dan fiqih Nusantara. 

READ  Fraksi PKB Minta RUU HIP Dikoreksi Ulang - Aspiratif News

 

Suasana dialog makin menarik waktu pemandu yaitu KH Abdul Wadud memberikan Kesempatan menanyakan ke peserta bedah buku. Di antara yang berkesempatan ialah Dekan IAIN Ternate, guru besar IAIN Madura, Mataram dan dari bermacam elemen masarakat. 

 

Walaupun Dilaksanakan mempergunakan aplikasi Zoom, peserta amat antusias. Acara diikuti lebih dari 200 peserta dari bermacam provinsi, termasuk dari Mesir. 

 

Kontributor: Wildan Rofikil Anwar dan Endang Agoestian

Editor: Ibnu Nawawi

 

Fiqih Nusantara Menguatkan NKRI dan Pancasila – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *