FPI-Tersangka.jpeg

FPI, JAD, dan Kaum Salafi

Diposting pada
Ilustrasi

Opini publik umumnya meyakini bahwa radikalisme tumbuh di kalangan Salafi, yaitu penganut gerakan pemurnian Islam dengan jargon kembali ke Alqur’an dan hadits serta enggan terikat dengan mazhab pemikiran. Asumsi ini tidak sepenuhnya benar. Ibn Taimiyyah yang sering disebut sebagai bapak fundamentalisme Islam adalah penganut aliran pemikiran Hanbali. Hampir semua faksi Salafi berada di bawah fatwa Ibn Taymiyyah.

Militan Taliban yang dipimpin oleh Mullah Omar berasal dari madrasah Darul Ulum Deoband yang mengajar fikih Hanafi dan teologi Maturidi. Jihadis generasi pertama di Indonesia, NII, berasal dari Muslim tradisional. SM Kartosoewirjo mendidik siswa Jawa Barat yang mengamalkan Syafi’i. Dia dilaporkan mempraktekkan perintah Qadiriyah-Naqsyabandiyah sendiri. FPI, dalam AD / ART yang viral, mengaku mengikuti mazhab Syafi’i di bidang fiqh, Abu Hasan al-Asy’ari dalam aqidah dan Junaid al-Baghdadi dalam tasawuf. FPI, dalam kualifikasi sosiologisnya, menganut Islam tradisional – seperti NU – yang menjadi “target dakwah” kaum Salafi.

Konsekuensinya, tesis radikalisme identik dengan salafi yang terbantahkan, meski tidak sepenuhnya. Tidak semua Salafi adalah jihadis. Tidak semua jihadis adalah Salafi. Generasi pertama NII adalah jihadis non-Salafi. Kemudian putus (infishal) dengan para jihadis Salafi, di bawah kepemimpinan Abdullah Sungkar dan Abu Bakar Ba’asyir yang mendirikan Jama’ah Islamiyah (JI).

Baca Juga :  Jokowi: Kita Segera Melangkah Recovery, Vaksin COVID Tiba di Awal Desember

Sejak awal FPI memimpin jihad, termasuk jihad di Ambon dan Poso. Ketika Abu Bakr al-Baghdadi mendeklarasikan ISIS, HRS tidak menerima kesetiaan, tetapi mendukungnya. Ini menjadi angin segar bagi penggemar al-Baghdadi di Indonesia yang mendirikan JAD (Jemaah Ansharut Daulah). Zaenal Anshory alias Abu Fachry adalah pimpinan FPI di Lamongan. Dia berjanji setia kepada ISIS melalui Aman Abdurrahman, pendiri JAD.

Berkat kiprah Zaenal, penetrasi JAD ke tubuh FPI semakin diperkuat. Pada 2015, dalam acara yang dihadiri Munarman di Makassar, anggota FPI terlibat dalam loyalitas besar-besaran kepada ISIS. Mereka adalah jaringan Zaenal yang berpindah dari FPI ke JAD. Benny Mamoto, Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), mengatakan ada 37 mantan anggota FPI yang tergabung dalam JAD dan Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

Dalam penggerebekan Densus 88 di Makassar pada Februari 2021, mereka menangkap 26 aktivis JAD, 19 di antaranya adalah anggota FPI. Pelaku pengeboman katedral Makassar adalah jala yang lolos dari penggerebekan Densus 88 bulan lalu. Pasca bom bunuh diri di Makassar, Densus menangkap 13 orang jaringan JAD di Jakarta, Bekasi, dan Tangerang Selatan. Dua orang yang ditangkap di Bekasi dan Condet, Jakarta Timur, adalah anggota FPI yang tertangkap kamera menyaksikan persidangan HRS di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Baca Juga :  Kaesang Pangarep Diam-Diam Idolakan Fahri Hamzah, Ini Alasannya

Akhirul kalam, jihadis terdiri dari fikrah siyasiyah, bukan fikrah diniyah. Pengikut Ibnu Taimiyah yang mengikuti fikrah diniyahnya tidak menjadi jihadis, seperti Salafi dan jaringannya di Indonesia. Mereka baik-baik saja dalam urusan NKRI. Mereka tidak pandai dalam hal-hal yang sesat. Di sisi lain, Mullah Umar bergabung dengan mazhab hanafi yang dikenal rasional, menjadi jihadis karena terkena siyasa fikrah Ibnu Taimiyah.

FPI menganut Islam tradisional tetapi bersinggungan dengan JAD karena fikrah siyasiyahnya. Keduanya memperjuangkan formalisasi hukum Islam secara kaffah. FPI dan HRS juga dibela oleh kaum Salafi dan Islamis modernis, bukan oleh fikrah diniyah mereka, tetapi oleh fikrah siyasah mereka. Dalam fikrah diniyah, praktisi Islam tradisional cenderung berbeda dengan praktisi gerakan pemurnian Islam. Namun, keduanya cocok karena agenda politiknya: sama-sama memperjuangkan formalisasi syariat Islam.

M Kholid Syeirazi

Sumber: https://www.facebook.com/833053241/posts/10160842297728242/

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *