Frederic Kanoute Masuk Islam Gara-gara Pertanyaan Sulit

Frederic-Kanote-Masuk-Islam.png
Views: 478
Read Time:6 Minute, 29 Second

Frederic Kanoute Masuk Islam Gara-gara Pertanyaan Sulit

2 Views


Read Time:6 Minute, 16 Second

Banyak Pertanyaan Sulit Dijelaskan dalam Islam Sebabkan Frederic Kanoute Jadi Mualaf.

Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H / 2020 kemarin, eks striker pada klub sepak bola Sevilla, Frederic Kanoute, sukses mengumpulkan biaya senilai 1 miliar dolar AS untuk membangun masjid di Kota Sevilla, Spanyol. Kanoute tergerak mengumpulkan biaya Lantaran belum ada satupun masjid pada kota yg Ada pada selatan Negeri Matador itu.

“waktu saya bermain buat Sevilla, saya membantu perkumpulan muslim yang menggunakan mushala ad interim. Mereka sekarang butuh bantuanmu buat membangun masjid di Sevilla, sebuah kota yg tidak mempunyai masjid selama 700 tahun,” istilah Kanoute pada video pada Twitter-nya, seperti dilansir asal Anadolu Agency.

Pemain Mali yg lahir pada Prancis ini memulai kampanye donasi tadi kisaran 1 tahun lalu. Kampanye itu dinamai Kanoute4SevilleMosque.

“saya merasa terhormat selaku bagian proyek ini yang saya percaya patut buat Disokong. wilayah seperti ini akan selaku model brilian asal kehidupan Islam pada zaman kita Insya Allah. Kita seluruh memahami bahwa 1 pemain saja tidak memenangkan pertandingan. Bergabunglah mempergunakan tim kami, kami memerlukan sokongan Anda,” ucapnya dalam video kampanye itu.

Kanoute berkata, biaya akhirnya terkumpul sampai 1 miliar dolar AS pada Rabu, 20 Mei 2020 lalu. dia pun mengucapkan terimakasih untuk seluruh orang yang sudah menyumbangkan uang ataupun yang sakadar memyebar informasi soal Sumbangsih tersebut.

“Terimakasih banyak. Semoga Allah membalas dan mengangkat Anda semua yang telah berpartisipasi dalam kampanye ini, atau mereka yg berkontribusi, baik yg dalam bentuk uang atau cuma menyebarluaskannya,” katanya.

Bukan sekali itu saja, Kanoute menyampaikan kontribusinya buat ummat. Gelimang uang dari industri olah raga termegah pada dunia itu malah dipergunakan penyerbu kelahiran Prancis itu buat kemaslahatan ummat.

beliau rela menyisihkan sebagian hartanya untuk memelihara syiar Islam. di tahun 2007, perkumpulan muslim Sevilla terancam tidak dapat menggelar sholat Jumat berjamaah waktu masjid di kota itu nyaris ditutup.

izin pemanfaatan masjid di daerah Ponce De Leon itu habis dan terpaksa dijual pada publik. Kanoute tampil selaku penyelamat dengan berbelanja masjid itu seharga 700 ribu dolar Alaihi Salam atau setara dengan Rp 6,6 miliar.

buat menyelamatkan masjid itu, Kanoute wajib rela menyisihkan kisaran 1 tahun gajinya di Sevilla. meskipun seperti ini, Kanoute tetap tawadlu dan ogah Memberi komentar atas amal mulianya itu.

“Bila Kanoute tidak membelinya, mungkin kami tidak akan lagi sanggup beribada shalat Jumat,” istilah seseorang Jubir Islamic Community of Spain pada media lokal Diario de Sevilla.

lalu, di 2010, Kanoute jadi pesepak bola Muslim pada Eropa yg mempertunjukkan dukungannya eksklusif di lapangan pada sebuah pertandingan legal atas kejadian Palestina. beliau tampak begitu emosional waktu itu.

dia berlari-lari ke kamera TV dan para fotografer buat mengambil fotonya sembari meminta Israel dan Amerika serikat juga sekutunya menghentikan agresinya kepada Palestina. Bahkan, di pertandingan lainnya, dia jua sempat mempertunjukkan sikapnya yg tegas kepada Israel.

Itulah Frederic Kanoute. Apa yg ditunjukkannya itu ialah kecintaannya pada Islam serta ummat Islam. Siapa pun yang punya nyali menginjak-injak kehormatan Islam, Kanoute akan Ada di garda terdepan buat menyuarakannya. Tentu saja, cara yg ditunjukkannya dengan cara yang tenang mempergunakan prestasi gemilang pada lapangan hijau.

Frederic Kanoute Masuk Islam

Kanoute ­ lahir di Sainte Foy-les-Lyon pada 1977 di daerah metropolitan pada pinggiran Lyon, kota terbesar ke-2 di Prancis sesudah Paris. Ayahnya ialah penduduk negara Mali, negara yang bentuknya mirip kupu-kupu.

ia menetap di Paris waktu berumur 21 tahun dan jadi buruh pabrik. oleh ayah nikah mempergunakan wanita Prancis, seorang profesor filsafat­ mak Kanoute. Pendidikan jadi hal penting di Famili mereka.

Saudara laki-laki Kanoute seorang doktor, saudara perempuannya guru sekolah perawat. beliau sendiri senantiasa diinginkan ayah ibunya buat masuk universitas. “tapi, ayah, bunda, dan saudara-saudara saya tidak keberatan waktu saya mengambil keputusan buat berkarier jadi pemain sepak bola. meskipun tentu saja mereka lebih suka Kalau saya meneruskan kuliah,” ceritanya seraya tertawa.

jadi Muslim, Kanoute belia mengenal Islam dari lingkungannya yang banyak dihuni para imigran berasal Afrika bekas jajahan Prancis. karena tertarik, beliau kemudian mencari kitab -kitab rujukan.

sempurna di tahun ke-1 memulai karier profesional berbarengan Lyon, isu terkini 1997/1998, waktu usianya 20 tahun, dia mengucapkan kalimat syahadat. Namanya kemudian berganti jadi Frederic berganti selaku Fr Oumar Kanoute.

dia lalu menikahi wanita anak cucu Mali, Fatima. Mereka sudah dikaruniai beberapa orang anak. ia mengklaim sudah menghabiskan poly waktu merenung Soal agama serta kepercayaan .

“Keputusan saya bukan tanpa argumentasi. saya telah menghabiskan poly waktu merenung Soal agama dan kepercayaan . Islam sanggup menandakan serta mengungkapkan pertanyaan-pertanyaan sulit soal hayati. saya membaca serta terus membaca sehingga akhirnya percaya telah melaksanakan sesuatu yang sahih,” katanya.

Singkatnya, melalui Islam, ucapnya, Kanoute menemukan respon, keseimbangan, serta perdamaian. Bahkan, mempergunakan kecintaannya yang teramat besar pada sepak bola, Kanoute permanen meyakini Ada sesuatu yg lebih penting dalam hidupnya.

“saya pikir Ada sesuatu yang lebih akbar dibandingkan sepak bola. tapi, bukan artinya sepak bola tidak penting. yg kentara saya memperoleh kesadaran waktu jadi Muslim. hukum dan aturan Islam selaku model the best saya pada menjalani hidup. Islam membantu saya menjalani hidup yg benar,” tegas Kanoute.

tetapi seperti ini, bukan tanpa halangan waktu Kanoute mengambil keputusan memeluk Islam. Apalagi di waktu bermacam media internasional tengah gencar-gencarnya memberitakan bahwa Islam amat berbahaya dan memicu aksi terorisme. “Situasinya sungguh amat sulit,” kata Kanoute.

tetapi, dengan hati yang teguh, dia senantiasa menjawab bahwa mereka yg berlebihan fanatik dan berbuat teror hanyalah segelintir ummat Islam di dunia. Bukan artinya publik, istilah beliau, sanggup menghakimi semua ummat Islam. karena, pada hatinya meyakini bahwa Islam senantiasa mengajarkan pemeluknya buat hayati mempergunakan sahih pada perdamaian.

Ummat Islam, termasuk dirinya, lebih tidak jarang menguping dan membaca poly omong kosong wacana Islam. Media, istilah dia, sudah membentuk rasa takut kepada Muslim. Sikapnya yang keras dalam membela Islam itu, diakui Frederic, membentuk beliau pernah dihina sang para pemain sepak bola lainnya.

akan tetapi, terkait hal ini, ia mengumumkan siap buat berhadapan dengan apa pun serta tidak akan bergerak sedikit pun meninggalkan Islam. Seakan ingin memantapkan posisi keislamannya, Kanoute pula menerapkan sikap Islami waktu berjumpa publik, baik di ruang pers maupun waktu latihan.

waktu masih aktif, dia kerap melaksanakan shalat 5 waktu pada ruang ganti waktu pertandingan berjalan, permanen berpuasa dalam pertandingan serta latihan di bulan Ramadhan. dia juga tidak meminum minuman memabukan, menyelamatkan sebuah masjid di Sevilla, serta meminta kostum spesial tanpa sponsor sebab Sevilla –klub daerah beliau bernaung waktu itu– disponsori oleh rumah judi.

dalam kariernya, Kanoute bukanlah pemain biasa. Kariernya jadi pemain sepak bola diawali waktu bermain jadi striker di klub lokal Prancis, Olympique Lyonnais, pada 1997-2000.

sesudah itu, dilanjutkannya di West Ham United pada 2000-2003. waktu bermain pada West Ham, Kanoute tampil di 84 laga dan sukses mencetak 29 gol.

tetapi, pada akhirnya di 2003, Kanoute meninggalkan West Ham dan beralih ke klub Tottenham Hotspur sampai 2005. Selama menjalani karier jadi pesepak bola profesional, beliau sukses meraih sejumlah gelar bergengsi, baik beserta klub maupun personal.

berbarengan Sevilla, dia telah memberikan enam gelar, yaitu Piala UEFA (2006 dan 2007), Piala Super Eropa (2007), Piala Raja (2007, 2010), serta Piala Super Spanyol (2007). Adapun, buat gelar pribadi, dia jadi pemain the best Afrika tahun 2007.

Gelar jadi African Footballer of the Year 2007 (pemain the best Afrika) artinya gelar ke-1 yg diraih sang seorang rakyat Afrika yang lahir pada Eropa tadi. Kanoute pula jadi pemain Mali ke-1 yg selaku pemain the best Afrika selesainya Salif Keita pada 1970. kandidat lain, yaitu gelandang serta striker Chelsea, Michael Essien (Ghana) serta Didier Drogba (Pantai Gading).

sebelum ini, striker berumur 33 tahun sekarang pula masuk nominasi jadi pemain the best atas perannya meloloskan Mali ke putaran final Piala Afrika 2008. Seakan berusaha membentuk prestasinya sempurna, beliau juga membantu Sevilla menjuarai Piala UEFA serta Piala Raja. karena itu juga, ia selaku bagian idola publik Ramon Sanchez Pizjuan sepeninggal Javier Saviola.

Frederic Kanoute Masuk Islam Gara-gara Pertanyaan Sulit

READ  Mahfud MD Menyebut Koruptor Biaya Covid-19 Dapat Diganjar Mati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *