Game Over, Sekarang Giliran Piala FA – Aspiratif News

Views: 20
Read Time:6 Minute, 31 Second

Game Over, Sekarang Giliran Piala FA – Aspiratif News

PEKAN lalu kita sudah angkat, dilanjutkannya kembali Liga Premier cuma sekadar ajang ‘penobatan untuk Super Liverpool’. Tim asuhan Juergen Klopp ternyata tidak Penting meraih 2 kemenangan untuk memastikan juara yang sudah 30 tahun 58 hari mereka tunggu-tunggu.

Dengan 4 poin yang diraih dari 2 pertandingan ke-1 yang dimainkan, Jordan Henderson dan kawan-kawan sudah mengangkat piala kemenangan. Kekalahan yang mesti diterima juara bertahan Manchester City, kemarin dini hari, membikin Liverpool tidak mungkin dapat terkejar lagi. Chelsea membukakan jalan juara untuk ‘Tim Merah’ dengan kemenangan 2-1 atas City di Stamford Bridge.

Pelatih Pep Guardiola sungguh mencoba memaksa Liverpool memainkan pertandingan penentuan juara waktu berhadapan dengan tim asuhannya, 3 Juli yang akan Hadir. Tetapi, Chelsea yang tengah mengejar tiket untuk lolos ke Liga Champions musim yang akan Hadir, membuyarkan harapan pelatih asal Spanyol berkepala plontos itu.

Kevin de Bruyne sempat menyingkap Peluang bagi City untuk dapat menjinakkan the Blues melalui tendangan bebas yang cantik di menit ke-55.

sesudah itu, Raheem Sterling 2 kali membikin jantung pelatih Chelsea Frank Lampard berhenti berdegup.

Tetapi, Chelsea cepat bangkit lagi untuk mengembalikan ghirah tatkala Christian Pulisic menjebol gawang Emerson di menit ke-36. Sekali bek kanan City, Kyle Walker, masih dapat menghalau tendangan Pulisic yang mengarah ke gawang yang sudah kosong. Tetapi, pada menit ke-77, usaha Fernandinho untuk menghalau tendangan Tammy Abraham ke gawang City dengan tangannya, bukan cuma mesti diganjar penalti, center-back asal Brasil itu juga diusir Wasit Stuart Attwell dari lapangan.

Gelandang Chelsea Willian tanpa ampun mempergunakan Kesempatan emas itu untuk membuyarkan harapan Guardiola. Kekalahan City membikin Liga Primer otomatis game over. Pesta kemenangan tidak cuma dinikmati penyokong the Blues, tetapi yang tidak kalah euforia ialah penyokong Liverpool yang sudah dahaga gelar.

READ  Serbuan Israel di Pusat Kebudayaan Disebut untuk Menghapus Kehadiran Palestina - Aspiratif News

“Saya mau menerangkan apalagi? Ini Ialah momen yang sungguh luar biasa,” ujar pelatih Liverpool yang nonton bersama-sama anak asuhannya di Formby Hall Golf Club.

“Ini Ialah momen yang amat besar. Saya tidak tidak punya kata-kata lain. Saya tidak pernah berpikir akan mengalami perasaan seperti ini, saya tidak pernah membayangkan,” tambah Klopp yang tidak dapat menahan tangis haru waktu diwawancarai oleh Sky Sports.

Kapten kesebelasan Henderson mengucapkan terima kasih untuk Klopp yang telah membikin transformasi besar dan akhirnya membawa

kejayaan kembali untuk Liverpool. Terakhir ‘Tim Merah’ dapat mengangkat piala 28 April 1990 waktu ditangani pelatih Kenny Dalglish.

“sesudah beberapa kali kegagalan di saat-saat akhir, saya tidak pernah punya nyali untuk menerangkan ini. Sekarang saya lega karena sudah melewati garis. Saya ingin berterima kasih untuk rekan-rekan, untuk klub, untuk para penyokong, dan untuk kota atas pencapaian yang luar biasa ini,” ujar Henderson.

Dengan berakhirnya perebutan juara di Liga Primer, pertarungan beralih ke ajang Piala FA dan juga Liga Champions yang akan digelar mulai Agustus yang akan Hadir. Malam ini, perempat final Piala FA diawali lagi dengan Norwich City menjamu Manchester United di Carrow Road.

Norwich yang Ada di ujung degradasi mengharapkan Piala FA dapat jadi pelipur lara mereka. “Kami bukannya naif. Saya tahu klub apa yang akan kami hadapi di perempat final nanti. Tetapi, sejauh ada Peluang, kami akan berusaha untuk dapat bertahan di ajang Piala FA,” ujar pelatih Norwich, Daniel Farke.

READ  Timnas U-19 Dipoles di Korsel - Aspiratif News

Ia amat sadar banyak keterbatasan yang dihadapi. Banyak pemain andalannya yang tidak dapat tampil nanti malam. Norwich mesti kehilangan 3 pemain belakang yang dibalut cedera, yaitu Christoph Zimmerman, Sam Byram, dan Grant Hanley. Akibatnya, Farke terpaksa menarik gelandang Alexander Tettey untuk membantu pertahanan.

Gelandang asal Norwegia itu berperan sebagai pemain belakang kelima di depan Max Aarons, Ben Godfrey, Timm Klose, dan Jamal Lewis. Kiper asal Belanda, Tim Krul, amat diinginkan dapat menampilkan permainan terbaiknya agar membikin para penyerbu ‘Syetan Merah’ frustrasi.

Farke memilih memainkan pola 4-2-3-1 yang lebih bertahan. Sementara itu, Tettey lebih fokus membantu barisan pertahanan. Todd Cantwell bertugas membantu trio Mario Vrancic, Emi Buendia, dan pemain asal Kuba, Onel Hernandez, memenangi pertarungan di lapangan tengah.

Penyerbu asal Irlandia, Adam Idah, jadi ujung tombak gantung di depan. Ia diinginkan dapat mencuri Peluang, khususnya dalam mempergunakan serbuan balik cepat yang dibangun dari bawah.

Underdog

walau tampil di kandang sendiri, Norwich mesti menerima kondisi sejatinya jadi underdog. Pelatih Ole Gunnar Solskjaer tidak cuma berusaha mempersembahkan gelar ke-1 bagi MU, tetapi juga ia mempunyai banyak pilihan pemain yang dapat dirotasi.

Solskjaer amat kemungkinan akan menurunkan formasi yang tidak sama seperti tatkala menghajar Sheffi eld United 3-0. Waktu berhadapan dengan pertarungan yang akan mengurus tenaga, ia memilih menurunkan pemain yang masih fresh.

Anthony Martial yang mencetak hattrick pertamanya di MU akan diistirahatkan untuk fokus ke pertarungan perebutan tiket ke Liga Champions musim depan. Posisi penyerbu asal Prancis ini kemungkinan diisi pemain pinjaman Shanghai Shenhua, Odion Ighalo.

Ighalo akan didampingi 2 pemain muda yang lincah, Daniel James dan Mason Greenwood. Kecepatan ke-2 penyerbu sayap ‘Syetan Merah’ ini akan jadi mimpi buruk bagi 2 bek sayap Norwich, Aarons dan Lewis, jikalau tidak disiplin menjaga mereka berdua.

READ  Teks Lirik Sholawat Jawa - Padang Bulan (Habib Syech bin Abdul Qodir)

Juan Mata yang mulai menemukan kembali permainan terbaiknya akan jadi pengatur serbuan. Dengan pengalaman yang panjang, Mata mempunyai visi permainan yang tajam. Apalagi, ia didampingi 2 pekerja keras, Fred dan Nemanja Matic atau Scott McTominay.

2 bek muda, Brandon Williams dan Diogo Dalot, mempunyai Kesempatan memperlihatkan kesanggupan the best. Kapten Harry Maguire kemungkinan memperoleh Kesempatan beristirahat dan sebagai penggantinya, posisi center-back diisi duet Eric Bailly dan Victor Lindelof.

Sedemikian pula, kiper David de Gea diberi Kesempatan beristirahat. De Gea membikin kekhilafan fatal waktu tampil berhadapan dengan Tottenham Hotspur tatkala gagal menghadang tendangan keras Steven Bergwijn. Pada malam nanti, posisi di bawah mistar diisi kiper asal Argentina, Sergio Romero.

Solskjaer masih mempunyai Paul Pogba yang sudah pulih dari cederanya. Waktu berhadapan dengan Spurs, gelandang asal Prancis itu sanggup berduet apik dengan bintang baru Bruno Fernandes. Solskjaer bukan tidak mungkin memberikan Kesempatan Pogba untuk lebih cepat menemukan permainan terbaiknya.

Pers Inggris menjagokan ‘Syetan Merah’ dapat menang minimal 2-0 dari Norwich untuk lolos ke semifi nal. MU belum terkalahkan dalam 13 penampilan terakhir di ajang Piala FA. Tetapi, tangga juara amat terjal karena masih ada Arsenal, Chelsea, Leicester City, dan Jiran dekat, Manchester City, yang mengincar piala yang sama agar tidak kosong gelar di musim yang terganggu covid-19 ini.

“Saya akan berusaha meraih hasil the best, tetapi para pemain tetap aman. Dengan jadwal yang begitu padat bermain 4 kali dalam 1 pecan, saya mesti merotasi pemain,” ujar Solskjaer.


Game Over, Sekarang Giliran Piala FA – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *