Gelombang-Protes-di-Tunisia-Polisi-Tangkap-1000-an-Demonstran.jpg

Gelombang Protes di Tunisia, Polisi Tangkap 1000-an Demonstran

Diposting pada

Tunis, Warta Batavia –  Pasukan keamanan Tunisia telah menangkap sedikitnya 1.000 orang dalam aksi protes yang berjalan enam malam, ungkap kelompok hak asasi manusia dan non-pemerintah lainnya.

Negara di Afrika utara yang krisis ekonominya diperparah oleh pandemi Covid-19 ini dilanda gelombang unjuk rasa yang diwarnai bentrokan antara para pemuda yang melemparkan batu dan bom molotov di satu pihak dan aparat keamanan yang berusaha membubarkan aksi mereka dengan menembakkan gas air mata.

Suasana pada Rabu malam lalu (20/1) dilaporkan relatif tenang dibandingkan dengan malam sebelumnya, meskipun media lokal melaporkan terjadinya gangguan di pusat kota Sidi Bouzid, tempat pemberontakan pro-demokrasi Musim Semi Arab dimulai pada 10 tahun silam.

Pihak berwenang Senin lalu menyatakan pihaknya telah meringkus 600 orang, dan 70 lainnya selama dua hari berikutnya., namun kelompok koalisi Tunisia menyatakan jumlahnya sekarang jauh lebih besar.

Bassem Trifi dari Liga Hak Asasi Manusia Tunisia menyatakan “ada seribu orang ditangkap” termasuk banyak anak di bawah umur, dan banyak penangkapan dilakukan dengan “sewenang-wenang”, termasuk terhadap orang-orang yang sedang berada dalam rumah mereka.

Baca Juga :  Berhadapan dengan Orang Palestina Tak Bersenjata, Serdadu Israel Malah Kabur

“Beberapa ditangkap tanpa ikut serta dalam demonstrasi,” katanya dalam konferensi pers liga yang terdiri dari belasan kelompok tersebut, Kamis (21/1).

Pekan lalu, Tunisia memperingati 10 tahun era pasca rezim Zine El Abidine Ben Ali yang terguling oleh gelombang aksi protes setelah 23 tahun berkuasa.

Gelombang itu dipicu oleh aksi bakar diri pemuda penjual buah Mohamed Bouazizi di Sidi Bouzid, yang memicu pemberontakan serupa di sebagian besar Afrika Utara dan Timur Tengah.

Sepuluh tahun setelah revolusi itu, banyak orang Tunisia semakin marah dengan layanan publik yang buruk dan kelas politik yang berulang kali terbukti tidak mampu memerintah secara terpadu.

Produk domestik bruto (PDB) menyusut 9 persen pada tahun lalu, harga barang meroket, dan sepertiga kaum muda menganggur. (mm/aljazeera)

Baca juga:

Bom Bunuh Diri Tewaskan 32 Orang di Baghdad, Salah Satu Pelakunya Orang Saudi

Iran dan 50 LSM Yaman Kutuk Terorisasi Ansarullah oleh AS

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *