Ghirah Dakwah Mesti Dibarengi Pemahaman Keagamaan yang Mumpuni – Aspiratif News

Views: 1121
Read Time:1 Minute, 48 Second

Ghirah Dakwah Mesti Dibarengi Pemahaman Keagamaan yang Mumpuni – Aspiratif News

Jakarta, Aspiratif News

Akhir-akhir ini banyak bermunculan fenomena ustaz atau pendakwah yang prematur. Mereka mempunyai antusias dakwah yang tinggi, tetapi tidak mempunyai kompetensi dan kesanggupan di bidang keagamaan yang mumpuni.


Wakil Katib Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama KH Taufik Damas menyampaikan pemahaman keagamaan itu tidak sembarangan, yaitu wajib memahami bermacam disiplin perangkat keilmuan agama yang cukup.


“Sebetulnya, untuk jadi orang yang menyampaikan Islam itu, kita wajib menguasai ilmu-ilmu keagamaan,” katanya waktu galawicara bertema Fenomena Ustaz Prematur di 164 Channel pada Rabu (8/7).


Sungguh, katanya, ada hadits Nabi yang memerintahkan untuk menyampaikan darinya walaupun 1 ayat, ballighu ‘anni walau ayah. kiai Taufik Mengingatkan bahwa perintah tersebut ditujukan untuk para sahabat sehingga sungguh kewajiban mereka untuk menyebarkannya.  


“Jadi, sahabat itu mempunyai kewajiban menyampaikan wahyu yang turun yang sudah disampaikan untuk Nabi dan Nabi menyampaikan untuk para sahabat. Yang Hadir mendengarkan itu diperintahkan untuk menyampaikan untuk yang tidak mendengarkan,” jelasnya.

READ  Kue Lebaran, kiai Kampung, dan Doa Mustajab - Aspiratif News


Hadits tersebut juga masih berlaku sampai waktu ini. Tetapi, ia menjelaskan dengan tegas bahwa wajib dipahami betul-betul sebelum hal tersebut disampaikan untuk orang lain.

 

“Sebelum kita menyampaikan 1 ayat, kita wajib paham betul makna ayat itu gitu loh. Bagaimana pandangan ulama untuk ayat itu dari sisi kebahasaan, dari sisi tafsirnya, dan sebagainya,” kata kyai yang menamatkan studinya di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir itu.


Lebih detail, kiai Taufik menerangkan suka dengan istilah tadabbur Al-Qur’an. Tetapi, istilah tersebut dipakai oleh orang yan tidak memahami bahasa Arab, belum mengerti klasifikasi ayat muhkamat, mutasyabihat, mutlaq, muqayyad, nasikhah, mansukhah, sampai problem sebab-sebab turunnya ayat tersebut (asbabun nuzul)


“Bagaimana mungkin dia menyampaikan ajaran ayat-ayat itu secara baik dan benar jikalau yang seperti ini itu mereka tidak mengerti,” katanya, “minimal mereka baca tafsirlah. Kan tafsir bermacam luar biasa. Jumlahnya ribuan kitab-kitab tafsir itu.”


menurutnya, hal tersebut wajib dilalui oleh orang yang hendak menyampaikan dakwah walau 1 ayat untuk memperkaya pemahamannya Soal hal ayat-ayat Al-Qur’an itu dan menjaganya dari salah tafsir.

READ  Economy Contracts by 5.32 Percent, This is What Joko Widodo Says – Warta Batavia


Pewarta: Syakir NF

Editor: Abdullah Alawi 

 

Ghirah Dakwah Mesti Dibarengi Pemahaman Keagamaan yang Mumpuni – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *