Semangat Nasionalisme Tangkal Propaganda Khilafah

Ghirah Nasionalisme Tangkal Propaganda Khilafah

Diposting pada

Ghirah Nasionalisme “Obat Mujarab” Tangkal Propaganda Khilafah

Telah sering kita dengar kaum radikal pengusung khilafah mengolok-olok Pancasila. Bahwa Pancasila ialah thogut. Target dari olok-olok mereka ialah untuk menggerus kecintaan bocah kecil muda agar tidak suka idelogi Pancasila dan ujung-ujungnya melemahkan rasa nasionalisme.

Padahal yang sejatinya ialah Ideologi Pancasila Adalah ideologi the best bagi bangsa Indonesia, bahkan the best di muka bumi sebab meliputi semua sendi kehidupan manusia mulai dari ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan. Oleh sebab itu, bangsa Indonesia wajib menerapkan dan terus mendalami falsafah Pancasila untuk untuk mewujudkan Indonesia yang adil, tenteram, damai, dan kuat.

Dengan memperkuat antusias nasionalisme, seluruh yang mencoba menggerogoti dasar negara Pancasila dan NKRI akan dapat ditangkal secara alami, sebab nasionalisme telah berurat-berakar dalam diri bocah kecil bangsa.

Jadi implementasinya, jika ada orang yang ingin mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi lain, maka mereka kita katakan bukan WNI dan silakan keluar dari NKRI. Hal seperti pernah diserukan oleh Ibu Megawati Soekarno Putri dalam merespon orang-orang yang berteriak Pancasila Thogut. Inilah antusias nasionalisme yang tegas dan terang tanpa bias apapun. Terkesan keras sungguh, tetapi untuk menjaga tetap utuh dan tegaknya NKRI, antusias nasionalisme semacam ini meungkin Penting diterapkan.

Baca Juga :  Kritik dari KAMI Tendensius dan Tidak Obyektif ?

Dalam hal ini kita menggarisbawahi bahwa maksud kubu radikal yang ingin mengganti NKRI jadi khilafah. Khilafah yang mana? Khilafah kan telah habis, telah tidak ada, yang ada tinggal sejarahnya. Khilafah telah hancur pada abad ke-8 masehi, waktu munculnya dinasti Bani Umayyah. Namun waktu itu bukan khilafah, tapi kerajaan (mulk).

Khilafah itu sejatinya terjadi waktu era Sahabat Nabi, Abubakar, Umar, Usman, dan Ali yang sistemnya demokrasi. Namun sesudah Muawiyyah menguasai panggung politik, itu bukan khilafah tetapi kerajaan monarkis yang absolut.

Itulah khilafah! Khilafah yang tinggal sejarah ini mesti dipahami oleh semua bocah kecil bangsa agar tidak mudah tergiur oleh propaganda khilafah yang ingin membangkitkan kembali khilafah. Jangan sampai tertipu oleh propaganda khilafah sebagaimana di Timur Tengah, di Suriah, di Irak, di Libya, dll, propaganda khilafah cuma menghasilakn kahancuran peradaban Islam.

Intinya, antusias nasionalisme bocah kecil bangsa Indonesia mesti terus dikobarkan dalam berhadapan dengan rong rongan propaganda khilafah. Kita jangan sampai lengah yang taruhanya dapat kehilangan NKRI. Dan antusias nasionalisme akan jadi “obat mujarab” dalam menagkal propaganda khilafah. (ar/aspiratif/sumber ummatina)

Baca Juga :  Menangkal Radikalisme Semenjak dari Dalam Rumah Kita

Ghirah Nasionalisme Tangkal Propaganda Khilafah

Ghirah Nasionalisme Tangkal Propaganda Khilafah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *