wali-kota-solo-gibran-rakabuming-dan-camat-pasar-kliwon-berkeliling-mengembalikan-duit-pungii-oknum-lurah-dan-petugas-linmas_169.jpeg

Gibran Keliling Kembalikan Duit Pungli Zakat Lurah-Linmas

Diposting pada
Walikota Solo Gibran Rakabuming dan bos Pasar Kliwon berkeliling untuk mengembalikan kepala desa dan aparat masyarakat dengan imbalan uang 169 Gibran Berkeliling Mengembalikan Kepala Desa-Dana Pemerasan Zakat Linmas

Camat Gajahan, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo berinisial S dicopot karena dicurigai terlibat pungutan liar (sengat) dengan cara zakat dan sedekah bersama dengan petugas pengabdian masyarakat. Saat ini Camat Pasar Kliwon dan Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka mengunjungi kawasan komersial Coyudan untuk mengembalikan uang ilegal tersebut.

Gibran terlihat tiba di kawasan pertokoan Coyudan bersama Camat Pasar Kliwon, Ari Dwi Daryanto, Minggu (2/5/2021) sekitar pukul 10.00 WIB. Kemudian mereka pergi ke toko pakaian PJP dan bertemu dengan pramuniaga.

Di toko tersebut, Gibran mengembalikan 100.000 rupee menurut data dari organisasi masyarakat. Pegawai toko juga membenarkan bahwa dia telah memberikan 100.000 rupee kepada Linma.

“Lain kali seseorang meminta uang, jangan berikan. Yang bisa mengumpulkan zakat adalah Baznas. Jangan takut, ambil foto orangnya, kirimkan ke saya, “kata Gibran kepada petugas itu.

“Kemarin saya bersama Camat untuk mengembalikan uang itu. Maafkan saya,” ucapnya.

Kemudian dia pergi mengunjungi toko lain. Nilai donasi tunai berkisar antara Rp 50.000 hingga Rp 100.000 dari 145 poin.

Baca Juga :  Curiga Muncul Klaster COVID-19 Dakwah Tengku Zul, Dinkes Riau Lakukan Ini

“Ada 145 poin dalam datanya. Sebenarnya saya yakin pendonor akan jujur, tapi dia tetap akan mengembalikan semua orang karena melanggar aturan,” kata Gibran.

Para donatur juga menyampaikan bahwa praktik penghimpunan zakat dan sedekah telah berlangsung kurang lebih 4 tahun. Praktik pemerasan sudah biasa dilakukan menjelang Lebaran.

“Saya tegaskan sekali lagi, kita harus membiasakan diri dengan hak. Jangan membenarkan yang biasa,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Gibran akhirnya mencopot kepala desa Gajahan S yang diduga terlibat ekstraksi (sengat) ilegal dengan model zakat dan sedekah dengan petugas layanan masyarakat. Selain itu, S akan dicermati oleh instansi terkait.

“Hari Senin (Kepala Desa) sudah lega. Pokoknya ini semua akan dilakukan oleh Inspektorat dan instansi terkait,” kata Gibran usai memimpin upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) hari ini di Balaikota Solo.

Gibran mengatakan tindakan ini dilarang dalam Surat Edaran Komisi Pemberantasan Korupsi (SE) Nomor 13 tahun 2021 terkait pencegahan korupsi dan pengendalian tunjangan liburan. Di angka 4 tertulis dilarang meminta dana atas nama Tunjangan Hari Raya atau nama lain.

Baca Juga :  Fakhrizadeh, Cermin Perjuangan Iran Melawan Kubu Arogan Dunia

“Yang jelas tertulis (penarikan dana) shodaqoh, zakat, fitrah itu salah, jadi kita bebas langsung menugaskan.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa mengatakan, kop surat yang digunakan bertuliskan Satlinmas dan distempel Satlinmas Gajahan. Surat tersebut ditemukan oleh Ketua LPMK Gajahan dan Kepala LPMK, yang juga menandatanganinya tanpa stempel.

Teguh mengatakan, aksi organisasi kemasyarakatan merupakan kebiasaan lama. Namun, kondisinya saat ini jauh lebih baik sehingga tidak perlu mempertahankan kebiasaan ini.

“Dulu kalau tidak terima, diterimanya di jalan pada 17 Agustus, saat liburan. Tapi sekarang setelah dana kelurahan tersedia, para linmas juga bisa mendapatkan makanan untuk lebaran, bansos dan lain sebagainya. Jadi tradisi ini perlu dibenahi, ”kata Teguh.[detik.com]

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *