Gus-Yaqut-696x391.jpg

GP Ansor Singgung Rizieq: Tokoh yang Pergi Lama Lalu Pulang Merusak Islam

Diposting pada
Foto: Tribunnews/JEPRIMA

Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut membicarakan salah satu tokoh besar yang sudah lama pergi dan tiba-tiba pulang ke Indonesia dengan bicara mengenai perjuangan Islam.

Gus Yaqut meminta seluruh anggota Banser dan Ansor tidak mempercayai tokoh tersebut. Lalu siapa tokoh itu?

“Ada tokoh yang lama pergi, tiba-tiba datang ke Indonesia, pulang kembali ke Indonesia dan dia mengatakan secara dia sedang menegakkan kejayaan Islam, sedang menegakkan cita-cita Islam. Sahabat-sahabat sekalian, jangan pernah percaya dengan orang seperti ini, jangan pernah percaya dengan orang yang mengatasnamakan perjuangan untuk Islam. Apa yang mereka lakukan, Sahabat sekalian, justru merusak Islam, apa yang mereka lakukan hanya menggunakan Islam sebagai kedok, sebagai topeng, untuk merebut keinginan mereka menguasai panggung-panggung politik,” kata Yaqut saat memimpin Apel GP Ansor secara virtual, Minggu (29/11/2020).

Gus Yaqut meminta Banser merapatkan barisan untuk melawan tokoh itu dan pengikutnya. Menurutnya, tokoh itu merusak dan ingin memecah belah persatuan di Indonesia.

Baca Juga :  Ditangkap Bareskrim, Ini Latar Belakang Zaim Saidi Pendiri Pasar Muamalah di Depok

“Buat kader Banser, buat kader Pemuda Ansor, buat orang-orang seperti ini, yang harus kita lakukan adalah kita melawan mereka. Kita melawan mereka, kita melawan mereka. Jika mereka mengatakan menyelamatkan Indonesia, mereka menyelamatkan negeri ini atas nama Islam, tidak ada, jangan pernah percaya. Berkali-kali saya selalu katakan Indonesia ini tegak berdiri bukan hanya karena Islam, negara Indonesia ini berdiri juga tegak karena bersama-sama saudara-saudara kita, Kristen, saudara kita Katolik, Hindu, Budha, Konghucu, dan seterusnya,” tuturnya.

Menurutnya, Indonesia berdiri tidak hanya karena Islam atau satu golongan saja, melainkan agama dan golongan lain juga ikut berpartisipasi membangun Indonesia. Dia meminta Ansor dan Banser merapatkan barisan menjaga persatuan Indonesia.

Seperti diketahui, Habib Rizieq Syihab pulang ke Indonesia pada 10 November 2020 lalu. Habib Rizieq pulang setelah beberapa tahun tinggal di Arab Saudi.

Setelah tiba di Indonesia, Habib Rizieq langsung menghadiri sejumlah agenda maulid Nabi Muhammad SAW. Dia juga mengadakan acara maulid di Petamburan, Jakarta Pusat, hingga menimbulkan kerumunan.

Baca Juga :  Tentara Yaman Selangkah Lagi Bebaskan Ma’rib

Dalam acara itu, Habib Rizieq juga memberikan ceramah mengenai perjuangan Islam melalui revolusi akhlak. Revolusi akhlak ini menjadi syarat utama Habib Rizieq mendukung pemerintah.

“Saya tanya, kalau pemerintah melakukan revolusi akhlak, dukung tidak? Dukung tidak? Catat ini, sebarkan, biar pemerintah dengar. Kami siap mendukung Anda kalau Anda melakukan revolusi akhlak. Kalau Anda besok berbuat adil, kalau Anda besok menegakkan keadilan, kalau Anda mengubah segala kezaliman ini menjadi ketaatan kepada Allah, kami siap menghormati Anda, kami siap tunduk kepada aturan Anda,” ucap Rizieq di depan pengikutnya dalam tayangan YouTube FrontTV, Rabu (11/11).

Selain itu, dalam kesempatan yang sama, Yaqut juga mengecam tindakan pelaku pembunuhan yang terjadi di Sigi, Sulawesi Tengah. Dia meminta aparat mengusut tuntas kasus itu.

“Kita Barisan Ansor Serbaguna siap bersama-sama dengan TNI dan Polri menghadang mereka, menghancurkan mereka, menghabisi mereka, tidak ada yang boleh tegak berdiri di negeri ini mengatasnamakan kesewenang-wenangan, mengatasnamakan bahwa apa yang mereka yakini adalah hal paling benar. Mereka yang menganggap-meyakini adalah agama yang paling benar, sementara yang lain salah. Oleh karena itu, perlu diperangi, maka mereka kita pastikan akan berhadapan dengan gerakan Ansor dan gerakan Banser,” ucapnya.

Baca Juga :  Dankor Brimob: Tidak Ada Ruang Bagi Pelaku Terorisme, Intoleran dan Premanisme

Ketum GP Ansor tersebut meminta TNI-Polri tidak ragu menindak para pelaku. Dia menyebut Ansor dan Banser siap mendampingi TNI dan Polri.

“Aparat keamanan tidak boleh ragu, jangan takut, Banser dengan 7 (juta-red) kader yang ada di seluruh Indonesia siap berada di sebelah kawan-kawan TNI-Polri untuk menindak mereka,” sebut Yaqut.

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *