Juli 14, 2020

ASPIRATIF

Aspiratif Situs Web Berbagi Aspirasi dan Berita Indonesia Terkini, Update Setiap Hari ….

Gugus Tugas Kalsel Evaluasi PSBB dan Penanganan Covid -19 – Aspiratif News

6 Views
Read Time:3 Minute, 30 Second

Gugus Tugas Kalsel Evaluasi PSBB dan Penanganan Covid -19 – Aspiratif News

TIM Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Korona Provinsi Kalimantan Selatan melakukan evaluasi Pelaksanaan keputusan taktik pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan penanganan virus korona di 13 kabupaten/kota di wilayah tersebut. Hasil evaluasi memperlihatkan masih ada sejumlah daerah yang belum maksimum dalam penanganan pandemi virus korona. 

Seperti ini disampaikan Wakil Ketua Harian Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Korona Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq, Selasa (26/5) di sela-sela rapat koordinasi dan evaluasi PSBB dan penanganan Covid -19 bersama-sama Gugus Tugas Kota Banjarmasin. 

“Kita melakukan roadshow untuk evaluasi Pelaksanaan PSBB dan penanganan virus korona di kabupaten/kota dimana hasilnya kita temukan ada sejumlah daerah yang belum maksimum dalam penanganan pandemi,” katanya. 

Bahkan bagian kabupaten yaitu Hulu Sungai Utara dinilai paling buruk dalam penanganan pandemi virus korona, sehingga bupati bersangkutan Abdul Wahid selaku ketua gugus tugas kabupaten akan dipanggil untuk mengklarifikasi hal tersebut. Sebagaimana dimaklumi Kabupaten Hulu Sungai Utara dalam laporannya Ialah daerah paling sedikit ditemukan Perkara positif virus korona yaitu 4 orang. 

Lebih jauh dikatakan Hanif beberapa kabupaten juga Penting ditingkatkan daya-kerja seperti Hulu Sungai Tengah dan Balangan. Disisi lain pihaknya memberikan apresiasi ke Pemkab Tabalong yang berhasil menekan angka penyebaran virus korona secara terukur dan masuk kategori zona hijau. Gugus Tugas Provinsi Kalsel juga memberikan sokongan bagi semua kabupaten/kota dalam usaha penanganan penyebaran virus korona. 

Sementara hasil evaluasi penerapan keputusan taktik PSBB di 4 wilayah yaitu Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar dan Kabupaten Barito Kuala dinilai belum efektif bahkan angka penyebaran virus korona terus meningkat. Tetapi keputusan taktik PSBB dinilai masih Penting diperpanjang sebagai payung hukum dalam menerapkan keputusan taktik bersifat menekan ke penduduk yang kebanyakan masih abai dengan protokol kesehatan. 

Ketua Harian Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Korona Kalsel, Abdul Haris Makkie menerangkan pihaknya menargetkan dalam 3 bulan ke depan pandemi virus korona di Kalsel sudah dapat dikendalikan. 

“Dengan penelusuran yang masif oleh petugas survelen di lapangan maka pada Juni kita harapkan pendataan warga positif terpapar virus sudah selesai dan Agustus pandemi sudah dapat kita kendalikan,” ujarnya. 

baca juga: Tasikmalaya Lewati Masa ujung tertinggi Covid-19

Terkait hal ini gugus tugas provinsi akan kian memasifkan aktifitas rapid test dan swap, penambahan alat PCR dan petugas kesehatan sampai tingkat Puskesmas. Sementara untuk recovery pandemi pihaknya telah mempersiapkan bermacam Fasilitas penanganan Perkara positif virus korona maupun karantina spesial bagi OTG. Sampai Waktu ini sudah 603 orang warga Kalsel positif terpapar virus korona. Sebanyak 460 orang Waktu ini dirawat di bermacam RS dan karantina spesial. Tercatat 80 orang berhasil disembuhkan dan 63 orang meninggal dunia. Perkara positif korona terbanyak berasal dari Kota Banjarmasin yaitu sebanyak 223 Perkara dan 55 orang meninggal. (OL-3)


Gugus Tugas Kalsel Evaluasi PSBB dan Penanganan Covid -19 – Aspiratif News

0 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %