Guru Penggerak Kunci Sukses Pendidikan Indonesia – Aspiratif News

Views: 25
Read Time:6 Minute, 27 Second

Guru Penggerak Kunci Sukses Pendidikan Indonesia – Aspiratif News

Guru Penggerak siap memajukan pendidikan Indonesia dengan menciptakan pembelajaran yang berpusat pada murid dan menggerakkan ekosistem pendidikan yang lebih baik melalui Program Guru Penggerak.

 

MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim meluncurkan program Merdeka Belajar Episode 5. Program lanjutan ini fokus mencetak guru penggerak sebagai pendorong transformasi pendidikan di Indonesia.

Program Merdeka Belajar ialah program keputusan taktik baru Nadiem Anwar Makarim. Program ini soal esensi kemerdekaan berpikir yang mesti didahului oleh para guru sebelum mereka mengajarkannya pada siswa-siswi.

Nadiem menyebut, dalam kompetensi guru di level apa pun, tanpa ada proses penerjemahan dari kompetensi dasar dan kurikulum yang ada maka tidak pernah ada pembelajaran yang terjadi. “Guru ialah kunci suksesnya pendidikan Indonesia,” ujar Nadiem dalam peluncuran Program Medeka Belajar Episode 5 secara virtual, Jumat (3/7).

Baca Juga: Guru Penggerak Indonesia Maju

menurutnya, sebaik apapun teknologi pendidikan, kurikulum, infrastruktur pendidikan di sekolah-sekolah, tidak ada yang dapat menggantikan peran guru. “Siapkan diri Anda dan siapkan guru-guru the best di sekolah Anda untuk Bergabung jadi Guru Penggerak.”

Nadiem menerangkan, guru penggerak ialah program menciptakan agen di dalam ekosistem pendidikan. Program ini akan jadi syarat jadi pemimpin unit-unit pendidikan ke depan.

Ia Mengingatkan, guru penggerak mesti mempunyai karakter dari guru yang baik, punya kemauan memimpin, berinovasi dan melakukan Pergantian. “Mereka mesti sanggup menyokong tumbuh kembang murid, tidak cuma di kelasnya melainkan di kelas-kelas lain untuk tumbuh secara holistik.”

Baca Juga: Guru Penggerak untuk Pergantian

Alhasil, guru penggerak tidak cuma jago mengajar dan tidak akan cuma berpaku pada kurikulum yang diformalkan. Akan tetapi, seorang guru penggerak akan keluar dan termotivasi untuk jadi mentor bagi guru-guru lain, di dalam sekolah bahkan di luar sekolah. “Mereka ialah agen Pergantian di dalam ekosistem pendidikan. Guru penggerak mesti jadi obor, lilin di masing-masing unit pendidikan, bahkan di luar unit pendidikan dia sendiri,” Jelas dia.

READ  DPR Nilai Brigjen Rochadi Pas Pimpin Kooppsus TNI, Ini Alasannya

Kecuali itu, guru penggerak nantinya akan terus menciptakan dan mengawal pencapaian profil pelajar Pancasila yang Ialah maksud dari Merdeka Belajar, yang mempunyai enam sifat. Ke-1, beriman dan bertakwa ke Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia. Ke-2, kreatif dalam berkarya, menemukan jalan-jalan yang tidak konvensional, beradaptasi untuk Pergantian dan selalu senantiasa berinovasi.

Ketiga, bergotong royong, yaitu kesanggupan berkolaborasi dan bekerja sama sebagai 1 tim dan ini akan jadi kompetensi terpenting di dunia kerja masa depan.

Ke-4, Kebhinekaan, yaitu mencintai keberagaman nasional, mempunyai spirit nasionalisme yang tinggi dan mencintai sesama.

Kelima, kesanggupan bernalar kritis, yaitu sanggup memecahkan permasalahan, sanggup berpikir secara kritis, mengolah informasi secara kritis, dan sanggup berpikir secara terstruktur dan kuantitatif.

Keenam kemandirian, yaitu menyokong kesanggupan siswa-siswi secara independen mencari ilmu sendiri, proaktif aktifitas bekerja dan belajar, serta mempunyai pemikiran mandiri sehingga tidak mudah goyah, tidak mudah mempercayai informasi. “Guru Penggerak pun mesti mempunyai sifat-sifat seperti itu. Ini ialah maksud Guru Penggerak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” ujarnya.

Baca Juga: Kemendikbud Launching Merdeka Belajar Episode 5: Guru Penggerak

Untuk itu, lanjut Nadiem, dalam proses pencarian Guru Penggerak, Kemendikbud akan melakukan rekrutmen, baik guru pegawai negeri sipil (PNS) maupun non PNS.

READ  Putra kiai Hasyim Muzadi Wafat, Pesantren Al-Hikam Berduka - Warta Batavia

Menurut Nadiem, pendidikan guru penggerak dikerjakan dengan pendekatan andragogi dan berbasis pengalaman. “Yang lulus akan dapat berdampak besar di lingkungan dan juga jadi bibit-bibit kepemimpinan untuk jadi kepala sekolah, pengawas sekolah, dan instruktur pelatihan guru. Kami prioritaskan dari grup guru penggerak ini dan berkolaborasi dengan dinas dan pemda untuk merealisasikan ini. Ini tekad bulat Kemendikbud,” kata Nadiem.

Selan itu, kata Nadiem, program Guru Penggerak berfokus pada pedagogi, serta berpusat pada murid dan pengembangan holistik, pelatihan yang Menekankan pada kepemimpinan instruksional melalui on the job coaching, pendekatan formatif dan berbasis pengembangan, serta kolaboratif dengan pendekatan sekolah menyeluruh.

Baca Juga: Guru Penggerak Diprioritaskan Jadi Kepala Sekolah

Pelatihan kepemimpinan sekolah baru diawali dengan rekrutmen calon guru penggerak. “Selanjutnya dikerjakan pelatihan guru penggerak dengan ikut lokakarya pada fase ke-1 dan pendampingan pada fase ke-2,” kata dia.

Pada tahap awal, Mendikbud menargetkan setidaknya 2.800 calon guru penggerak, meningkat sampai 405.000 guru pada 2024. “Kami akan buka Kesempatan sebesar-besarnya untuk guru-guru the best, baik PNS maupun non PNS, untuk dapat melaksanakan registrasi.”

Pengembangan kepemimpinan

Direktur Jend. Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Iwan Syahril, menerangkan proses pendidikan dan penilaian guru penggerak berbasis dampak dan bukti sehingga dapat lebih reflektif berbasis data dan analisis serta relevan dalam konteks. Jadi, sesudah itu dapat langsung diterapkan di sekolah.

“Proses kepemimpinan amat penting dan dalam proses pengembangan kepemimpinan ini, kami bercermin dari bermacam-macam studi dan pendekatan andragogi atau pembelajaran orang dewasa bahwa kita mesti lebih fokus ke on the job learning. Artinya, pembelajaran yang relevan dan kontekstual sehingga memberi dampak sebaik-baiknya,” imbuh Iwan.

READ  Ganjar Akan Pecat ASN yang Terpapar Radikalisme - Warta Batavia

Iwan menerangkan, ada 3 modul pelatihan yang dipakai. Paket ke-1 ialah paradigma dan visi guru penggerak dengan materi refleksi filosofi pendidikan Indonesia-Ki Hadjar Dewantara. Di paket ini ada nilai-nilai dan visi guru penggerak, serta membangun budaya positif di sekolah ditanamkan.

Baca Juga: Telah Dibuka Seleksi Pendamping dan Fasilitator Guru Penggerak

Paket ke-2 ialah praktik pembelajaran yang berpihak pada murid dengan materi pembelajaran berdiferensiasi, pembelajaran sosial dan emosional, dan pelatihan (coaching).

Paket ketiga ialah kepemimpinan pembelajaran dalam pengembangan sekolah. Dalam paket ini materi menerangkan soal pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran, pemimpin dalam pengelolaan sumber daya, dan pengelolaan program sekolah yang berdampak pada murid.

Melalui visi Merdeka Belajar, guru penggerak diinginkan dapat mencetak sebanyak mungkin agen-agen transformasi dalam ekosistem pendidikan yang sanggup menghasilkan murid-murid berkompetensi global dan berkarakter Pancasila, sanggup menyokong transformasi pendidikan Indonesia, menyokong peningkatan prestasi akademik murid, mengajar dengan kreatif, dan mengembangkan diri secara aktif. “Guru penggerak dapat berperan lebih dari peran guru waktu ini,” lanjut Iwan.

Iwan menerangkan, registrasi program guru penggerak dibuka pada 13-22 Juli 2020. Dilanjutkan proses seleksi ke-1 pada 23-30 Juli 2020 dan seleksi ke-2 31 Agustus–16 September 2020. Maklumat calon guru penggerak disampaikan pada 19 September 2020. “Pelaksanaan pendidikan guru penggerak diawali 5 Oktober 2020 sampai 31 Agustus 2021,” kata dia.

Untuk angkatan ke-1, lanjut dia, program guru penggerak terdiri atas perwakilan Indonesia bagian barat, tengah, dan timur; dari daerah nonpilkada 2020, dan nondaerah 3T. alasannya, pelatihan lebih banyak dikerjakan secara daring. “Sasarannya, 50 calon guru penggerak per daerah,” tandas dia. (Gan/S1-25)


Guru Penggerak Kunci Berhasil Pendidikan Indonesia – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *