gus_dur.jpg

Guru Sejati Itu Gus Dur

Diposting pada

Belakangan di negeri ini tiba-tiba muncul banyak guru atau ustaz/ustazah baru dan muda. Mereka hadir di banyak tempat dan ruang sosial. Mereka tampil dengan aksesori dan performa bak seorang alim sejati dan berpidato bak orator ulung. Retorikanya amat menarik.

Publik tak peduli dari siapa dan dari mana mereka belajar agama. Publik juga tak paham sudah berapa lama mereka belajar agama. Buku atau kitab apa saja yang mereka baca. Semua latar belakang pendidikan mereka tersebut tak dianggap penting. Tak peduli pula motive mereka. Publik juga tak jadi soal bila ayat Al-Qur’an yang ditulisnya salah dan kacau balau. Banyak orang yang terpikat lalu memuji mereka seraya menganggap mereka guru paling hebat dan tak tertandingi.

Fenomena itu sesungguhnya ada di segala zaman dan tempat. Syams Tabrizi, sang Darwish pengelana, guru spiritual Maulana Rumi, menemukan para guru dan ustaz semacam itu pada masanya. Ia lalu memberikan komentar atas fenomena itu sekaligus mengingatkan publik atasnya :

Baca Juga :  Zulhas: Pencabutan Lampiran Investasi Miras Bukti Jokowi Dengar Kritik

يوجد معلمون وأساتذة مزيفون في هذا العالم أكثر عددا من النجوم في الكون المرئي. فلا تخلط بين الأشخاص الأنانيين الذين يعملون بدافع السلطة وبين المعلمين الحقيقيين. فالمعلم الروحي الصادق لا يوجه انتباهك إليه ولا يتوقع طاعة مطلقة أو إعجابا تاما منك، بل يساعدك على أن تقدر نفسك الداخلية وتحترمها. إن المعلمين الحقيقيين شفافون كالبلور، يعبر نور الله من خلالهم.

Para guru dan ustaz gadungan/palsu yang ada di dunia ini jauh lebih banyak daripada bintang yang tampak di alam semesta. Tapi anda Jangan keliru untuk tahu siapa saja para ustaz (sering disebut ustad) yang haus kekuasaan dan egois, dan siapa saja para guru sejati.

Seorang guru spiritual sejati tak akan memintamu untuk patuh total kepada dirinya dan memujinya. Tetapi, ia akan membantumu untuk menemukan dan memuliakan dirimu sendiri. Para guru sejati bagai cermin bening yang menangkap cahaya Tuhan lalu memancarkannya.

Para guru sejati hadir untuk membagi cahaya pengetahuan kemanusiaan, bukan menghancurkannya dan membodohi orang lain. Mereka hadir untuk kebahagiaan orang lain, bukan untuk kesenangan diri sendiri. Mereka bagai lilin yang menyala yang cahayanya menyebar sementara dirinya terbakar. Mereka rela menanggung luka demi cinta.

Baca Juga :  Ikuti Arahan Kapolri, Brimob Gelar Apel Pasukan Pengamanan Kamtibmas Terkini

Dan ia adalah Gus Dur. Ya Gus Dur lah guru sejati itu.

Sumber: FB KH Husein Muhammad

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *