Gus-Baha.jpg

Gus Baha: Shalat Tidak Khusyuk di Tengah Kerja? Shalatmu Sendiri Itu Bentuk Khusyuk!

Diposting pada
Gus Baha Gus Baha: Berdoa dengan tidak khusyuk di tengah pekerjaan?  Doa Anda adalah bentuk yang khusyuk!

Saat berakting di Korea Selatan, Gus Baha mendapat pertanyaan dari seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Desa Gingseng. Buruh migran tersebut mengeluhkan sulitnya mendapatkan waktu salat, sampai-sampai ia salat dan mencuri izin ke kamar mandi. Tak hanya itu, sholat juga dilakukan di toilet karena tidak ada tempat khusus untuk sholat. Karenanya, doa tidak kuat.

Gus Baha kemudian memberikan penjelasan tentang doa khusyuk sebagai berikut:

“Jadi teman-teman saya di Korea sudah mencari uang, jauh di negara yang tidak ada agama.” Gus Baha membuka penjelasannya.

“Jadi kamu tidak perlu membayangkan berdoa dengan khusuk seperti ulama sebelumnya yang berdoa dengan khusyuk dalam waktu yang lama, sampai kamu lupa waktu. Kamu bisa dipecat. Sementara itu kamu bukan seorang ulama, atau mursyid.”

Karenanya khidmat berasal dari kata Arab untuk yakhsya’u yang berarti takut: takut kepada Allah, takut melepaskan perintah Allah. Dan bagi Gus Baha, keadaan hati yang terdorong untuk berdoa sendiri merupakan bentuk keikhlasan.

Baca Juga :  Mahfud MD Angkat Bicara soal Tudingan Habib Rizieq Terkait Kerumunan

“Saya pikir ini bentuk yang serius, karena yang mendorongnya adalah ketakutan kita terhadap hukum Tuhan.”

Gus Baha menambahkan, takut akan shalat tua juga merupakan bentuk keseriusan. Begitulah cara dia berpikir: jika seseorang berdoa untuk waktu yang lama, melebihi waktu yang diperbolehkan untuk bekerja, maka karena doa yang panjang itu dia menerima celaan, sampai dia dipecat. Ketika Anda kembali ke istri atau keluarga Anda, seseorang akan berkata, “Itu salah untuk mendoakan segalanya!” Yang meresahkan adalah bahwa doa dipandang sebagai sumber masalah. Gus Baha menyarankan agar agama ini menjadi kambing hitam.

Simpan doa Anda dan jangan dipecat karena berdoa. Doa akan menjadi momok. Wah, dia dipecat karena doanya. Jadi, ketika seseorang berdoa pada waktu yang tepat, tidak apa-apa. Doa-doanya masih berlaku, jadi dia tidak menjadi wabah penyakit.

Sumber: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=941980736553241&id=100022239701049

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *