Gus Dur Membela Rakyat Palestina di Waktu Banyak Orang Acuh – Aspiratif News

Views: 40
Read Time:3 Minute, 57 Second

Gus Dur Membela Rakyat Palestina di Waktu Banyak Orang Acuh – Aspiratif News

Malam itu kisaran tahun 1980-an, gadis kecil bernama Zannuba Arifah Chafsoh Rahman dipangku ayahnya, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta. Bukan tengah menikmati suasana malam atau pun rekreasi, tetapi tengah mengomandani amal bakti berupa penggalangan ongkos untuk rakyat Palestina.


Gadis kecil yang waktu ini akrab dipanggil Yenny Wahid itu mengungkapkan, waktu itu ayahnya mengenakan kaos bertuliskan “Palestina”. Kala itu, Gus Dur menggelar malam pengumpulan ongkos dan aksi simpati untuk warga Palestina berbarengan para figur publik dan sejumlah seniman, di antaranya Sutardji Calzoum Bachri.


Simpati kemanusiaan untuk sebuah bangsa, khususnya pihak tertindas dan lemah (mustadh’afin) ialah bagian problem pokok yang jadi perhatian Gus Dur sampai akhir hayatnya. Apapun agama, keyakinan, bangsa, Suku, rasnya bukan jadi pembatas bagi Gus Dur untuk menjaga mereka, baik yang di dalam negeri maupun peran kebangsaannya di luar negeri.


“Waktu sedikit orang mempunyai perhatian untuk isu Palestina, Gus Dur terus menyuarakan pembelaan untuk rakyat Palestina,” tulis Yenny Wahid dalam pengantar buku Gus! Sketsa Seorang Guru Bangsa (2017) yang ditulis 20 orang figur publik nasional perihal sosok Gus Dur.

READ  Kapan Wali Nikah Pengantin Beralih ke Wali Hakim? - Aspiratif News


Sikap konsisten Gus Dur di waktu banyak orang acuh mempunyai sejarah panjang. Karena semenjak dari kakeknya, KH Hasyim Asy’ari lalu dilanjutkan oleh ulama-ulama NU, pembelaan untuk rakyat Palestina atas penindasan yang dikerjakan oleh kaum Zionis Israel Israel terus dikerjakan dengan bermacam-macam cara, termasuk berusaha membantu kemerdekaan dan kedaulatan rakyat Palestina.


Yang dimaksud ‘kaum zionis’ tersebut karena tidak semua warga Yahudi di Israel Setuju langkah-langkah angkatan bersenjata yang dikerjakan oleh Pemerintah Israel dan kaum zionis.


Menurut cerita yang diungkapkan oleh salah seorang sahabat Gus Dur, KH M. Luqman Hakim (2018), Gus Dur pernah diundang oleh Forum Global AJC pada 2002 silam di Washington DC, Amerika Serikat. Bahkan, Gus Dur pernah jadi pembicara Utama di forum tertinggi, Kongres Yahudi.


Waktu itu, Gus Dur memperoleh kecaman dari masarakat di dalam negeri terkait kehadirannya di forum ummat Yahudi. Akan tetapi, Gus Dur melihat target yang lebih luas, ialah diplomasi kultural untuk mewujudkan perdamaian Palestina dan Israel. Khususnya untuk kedaulatan rakyat Palestina dari aksi-aksi angkatan bersenjata Israel.


Terkait langkah Gus Dur tersebut, KH Luqman Hakim mengisahkan bahwa dirinya pernah menanyakan langsung ke Gus Dur perihal cara dirinya mendamaikan Palestina dan Israel.


“Saya pernah ngobrol dengan Gus Dur soal bagaimana cara beliau mendamaikan Israel-Palestina. Dan respon Gus Dur diluar Sangkaan saya, amat strategis, jenius, dan kultural sekali,” ungkap kiai Luqman yang ditulis melalui akun twitternya, @KHMLuqman.

READ  Hizbullah Tepis Kemungkinan Perang Total dengan Israel dalam Beberapa Bulan Yang akan Hadir - Aspiratif News


kiai yang juga Ahli Tasawuf ini menyampaikan, langkah untuk mendamaikan Palestina-Israel Gus Dur lakukan waktu melakukan usaha yang sama waktu Gus Dur berusaha mendamaikan Serbia dan Bosnia di Eropa. Cara yang Gus Dur lakukan untuk Palestina-Israel sebagaimana waktu Gus Dur mendamaikan Bosnia-Serbia tanpa disorot media, tetapi beres.


Praktik Piagam Madinah yang pernah dikerjakan oleh Nabi Muhammad dan para sahabatnya di tingkat global dan nasional dewasa ini tidak lepas dari peran Gus Dur dalam menyadarkan ummat Islam dan kemanusiaan secara mondial (berhubungan dengan dunia) dalam membangun peradaban dunia. Karena pada dasarnya, sikap aksi anarkis, kebuasan, dan antikemanusiaan ialah representasi era jahiliyah.


Walaupun cita-cita dan usaha kerasa Gus Dur belum juga berhasil mendamaikan Palestina dan Israel, tetapi setidaknya Gus Dur Ialah figur publik yang getol menaruh fondasi perdamaian antara Palestina dan Israel, salah satunya dengan jadi pembicara Utama di forum tertinggi, Kongres Yahudi.


Dalam forum tersebut, Gus Dur membikin para Rabi Yahudi menitikkan air mata karena Gus Dur berpidato dengan mempergunakan bahasa Ibrani dengan fasih tanpa teks. Kecuali itu, pesan perdamaian yang dilontarkan Gus Dur Turut memotivasi para Rabi Yahudi bahwa kemanusiaan jadi faktor penting dalam menyaksikan tiap-tiap konflik.

READ  LP Ma'arif NU Minta Pemerintah Jamin Kualitas Pendidikan di Tengah Covid-19 - Aspiratif News


Setidaknya, dampak positif langkah Gus Dur tersebut ialah tidak semua Yahudi menyokong langkah angkatan bersenjata Israel ke Palestina. Cerita para Rabi Yahudi menangis oleh pidato Gus Dur dikisahkan KH Luqman Hakim.


kiai Luqman mengungkapkan, para Rabi Yahudi yang Hadir menitikkan air mata, Gus Dur berbicara dengan bahasa Ibrani tanpa teks. sesudah berpidato, Gus Dur disambut tepuk tangan panjang, bahkan tepuk tangan terpanjang di dunia sampai 15 menit. Beberapa kalangan menilai hal itu Ialah bagian dakwah kemanusiaan yang dahsyat.


Terkait kepergiaannya ke Israel waktu awal jadi Ketum PBNU, Gus Dur ditentang oleh para kyai NU sendiri karena dikerjakan waktu konflik Israel dan Palestina tengah memanas. Tetapi efeknya mengejutkan dan positif bagi dunia Islam.

 

Pemikirannya yang menginternasional itu membikin dia diangkat jadi Presiden Perdamaian Agama-agama Samawi. Diplomasi Gus Dur untuk mewujudkan perdamaian Palestina dan Israel terus menguat waktu ia jadi Presiden RI pada tahun 1999 sampai 2001.


Penulis: Fathoni Ahmad

Editor: Abdullah Alawi

Gus Dur Membela Rakyat Palestina di Waktu Banyak Orang Acuh – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *