Gus-Nadirsyah-696x441.jpg

Gus Nadir: Pandemi Buka Peluang Sinergikan Agama dan Sains

Diposting pada
Gus Nadirsyah Gus Nadir: Pandemi membuka peluang untuk mensinergikan agama dan sains
Foto: tangkapan layar dari IG nadirsyahhosen_official

Rais Syuriah, manajer Nahdlatul Ulama cabang Australia-Selandia Baru, Profesor Nadirsyah Hosen menekankan pentingnya umat Islam bangkit dari pandemi. Nadirsyah mengajak semua pihak untuk mengintegrasikan agama dan sains, sebagai salah satu cara untuk menghilangkan wabah dan memberikan kontribusi penting bagi peradaban. Demikian pernyataan Nadirsyah dalam Alquran Muslim Indonesia di Canberra, Australia, Minggu (2/5/2021).

Nadirsyah juga mengimbau kalangan pesantren untuk menyelaraskan fiqh tradisional dengan standar medis dan klinis. “Di tengah pandemi, berulang kali saya komunikasikan di berbagai perguruan tinggi Islam bahwa pengukuran kedua kulah itu sakral, secara hukum benar. Tapi secara klinis higienis? Apakah secara klinis sakral? Ini perlu dikaji,” ujarnya. . .

“Kita bisa gabungkan, sebagai respon terhadap pandemi, bahwa persyaratannya dipenuhi oleh yurisprudensi, tapi di lingkungan yang alami dan higienis harus dipenuhi. Jadi ajarannya diperkaya dengan pembinaan sehingga menyentuh bidang lain. Nah, contoh lain , kalau ada pertandingan mahkota tahun lalu, yang tertular Covid adalah yang tidak berwudhu, misalnya. Jadi kita jengkel, ada benturan antara wudlu dan tata cara kesehatan, ”jelasnya. jelas Nadirsyah yang merupakan seorang murid. dari Universitas Nasional Singapura dan Universitas Wollongong di Australia.

Baca Juga :  Kepemimpinan Ala Gus Dur: Mencegah Pertumpahan Darah, Bukan Mendorong Pengikutnya Meregang Nyawa

“Memang wudlu berfungsi untuk mensucikan keberadaan seseorang, bukan bakteri. Sehingga ada orang yang berwudhu dan menjaganya, dari segi fiqh dan tasawuf itu baik. Nah, itu belum cukup, Anda harus mencuci tangan dengan sabun sesudahnya. wudlu pakai hand sanitizer dan sebagainya, ”terangnya.

Nadirsyah mengajak kita semua untuk berubah di tengah pandemi, menjadi pribadi yang lebih baik. “Jika pandemi ini tidak mengubah kita, maka akan kacau. Memang, pandemi ini mengajarkan kita bahwa tidak semua yang kita hadapi, kita juga bisa merangkul dan memperkayanya untuk melengkapi Islam kita. ”

“Di tengah pandemi yang membuat kita tetap bersilaturahmi, kita tetap bisa bertahan. Jika selama ini kita hanya fokus pada agama, kita umat Islam Indonesia sudah lupa mengantisipasi apa yang akan terjadi,” kata Nadirsyah Hosen.

Menurut Nadirsyah, diaspora muslim Indonesia di berbagai belahan dunia harus berfikir, bergerak sekaligus berkontribusi pada peradaban. “Sekarang kalau kita mau nyalakan lampu, karena ulama bisa berkontribusi, pikirkan bagaimana mengontrol akses. Ini yang perlu kita pikirkan ke depan,” jelasnya dalam forum yang dimoderatori Sitta Rosdaniah.

Baca Juga :  Menteri PPPA Geram Aisha Weddings Promosi Pernikahan Usia 12 Tahun

Guru besar Fakultas Hukum Monash University Australia ini menyampaikan pentingnya umat Islam dalam menganalisis pandemi dan mengambil pelajaran penting. “Ada kemungkinan besar sekarang peradaban Barat juga akan runtuh akibat pandemi. Apa yang bisa kita berikan? Pendekatan pesantren, yaitu al-muhafadzah ala al-qadimi as-shalih, bisa kita lihat kembali. Keempat belas. Abad ini ada pandemi yang disebut Black Death, Black Death. Pandemi yang menghancurkan dan mengubah wajah Eropa, dan mengubah eskalasi antara Muslim dan Kristen “, jelas penulis puluhan buku tentang hukum dan hukum syariah.

“Jadi kita bisa mempelajarinya, karena Eropa sedang porak-poranda menghadapi pandemi. Apalagi negara-negara seperti Jepang dan India juga berantakan.” Nah, ciri masyarakat yang fleksibel seperti Indonesia adalah sumber daya yang baik untuk masa depan, kata putra ahli hukum Islam Kiai Ibrahim Nadirsyah Hosen.

Alquran Muslim Indonesia Canberra yang rutin diadakan dihadiri oleh beberapa lulusan kampus Australia yang saat ini mengabdi di berbagai instansi. Diantaranya: Sitta Rosdaniah, Akmal Salim, Badrun Kurnia, Yon Machmudi, Sumardiyono Mardi, Farid Saenong dan masih banyak lagi pemeran lainnya.

Baca Juga :  Astaghfirullah! Ikut Sebarkan Foto Editan Dirinya, Tengku Zul Bisa Dijerat UU ITE

Sumber: https://www.timesindonesia.co.id/read/news/345192/nadirsyah-hosen-pandemi-buka-peluang-sinergikan-agama-dan-sains?

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *