Gus Wachid Mahfudz Wafat, Tebuireng dan NU Jatim Berduka – Aspiratif News

Views: 20
Read Time:2 Minute, 37 Second

Gus Wachid Mahfudz Wafat, Tebuireng dan NU Jatim Berduka – Aspiratif News

Jombang, Aspiratif News

Famili Besar Pesantren Tebuireng dan Nahdlatul Ulama Jawa Timur berduka. H Mochamad Abdul Wachid bin KH Mahfudz Anwar, bagian cucu Nyai Khoiriyah Hasyim berpulang ke rahmatullah pada Sabtu (27/6) malam.

 

Laki-laki yang akrab dipanggil Gus Wachid tersebut Ialah adik kandung Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz. Sebelum wafat, Gus Wachid sempat dirawat beberapa hari di Hospital dr. Soetomo Surabaya.

 

Lulusan pascasarjana teknik maritim di Technische Universiteit Delft Belanda ini menjabat sebagai Direktur Utama PT Petrogras Jatim Utama semenjak 30 Juli 2019. Sebagai dzurriyah pendiri Nahdlatul Ulama, Gus Wachid juga mengabdikan diri jadi Wakil Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim semenjak 2018.

 

walaupun belum keterlaluan lama terlibat dalam kepengurusan, banyak kenangan yang diungkap oleh para pegiat NU Jawa Timur. Hal itu dipicu oleh sosok Gus Wachid yang supel dan cepat akrab dengan siapa pun.

READ  Sudjiwo Tedjo Menyebut Cara Wafat Mbah Moen Asyik dan Buat Iri

 

Ketua Penguruis Wilayah (PW) Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jatim, A Afif Amrullah menceritakan. Bahwa waktu awal merebaknya wabah Covid-19, Gus Wachid dalam kesanggupan sebagai Dirut BUMD mengalokasikan sokongan 1 unit bilik disinfektan untuk PWNU Jawa Timur. 

 

“Sampai waktu ini, bilik disinfektan tersebut masih terpasang di depan pintu lantai 2 PWNU Jatim,” katanya.

 

Ustadz Ahmad Muntaha, salah seorang PW Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama Jatim menyebut Gus Wachid sebagai sosok istimewa dan amat bersahaja. 

 

“Nasabnya mulia, profesionalitas kerjanya terbukti nyata, dan totalitas pengabdiannya jadi teladan aktivis muda,” tulis Ustadz Muntaha di akun Facebook-nya.

 

Ustadz Muntaha menambahkan, sejauh pergaulannya yang amat terbatas dalam perjumpaan formal maupun informal di PWNU Jatim, dia menemukan teladan nyata dalam pengabdian senyap Gus Wachid.

 

Legitimasi senada disampaikan oleh Ketua PW Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Jatim, Fauzi Priambodo. Branding specialist beberapa perusahaan ternama ini menceritakan kenangannya berdiskusi dengan Gus Wachid beberapa bulan sebelum pandemi berkunjung negeri ini.

READ  LPNU Jember Siap Mendampingi Pedagang Terdampak Covid-19 - Aspiratif News

 

“Terakhir beliau meminta saya mempersiapkan strategic plan untuk pengembangan ekonomi NU. Sayangnya saya belum sempat menindaklanjuti permintaan itu. Keburu disibukkan oleh pandemi,” kenang laki-laki yang juga sempat diajak Gus Wachid ikut membantu pengembangan BUMD Jatim tersebut.

 

Gus Wachid, kata Fauzi, ingin kompleks PWNU dikembangkan jadi tower atau gedung perkantoran profesional dan modern. Komprehensif dengan hotel syariah, pusat bisnis dan Fasilitas penyokong lainnya. 

 

“Karena jikalau dilihat lokasinya dekat Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya amat strategis dan lahan yang tersedia masih luas,” jelasnya.

 

Paryono Nur Abdillah, bagian pegiat NU yang nyaris tiap hari beraktivitas di gedung PWNU Jatim menceritakan pengalamannya berinteraksi dengan Gus Wachid. 

 

“Saban ketemu, beliau selalu ngajak ngobrol,” ungkapnya.

 

Gus Wachid dimakamkan di kompleks makam Famili Pesantren Seblak, Jombang Ahad (28/6) dinihari. Menurut KH Abdul Halim Mahfudz (Gus Iim) yang Ialah kakak kandung Gus Wachid, pemakaman berjalan lancar.

 

mayat dikabarkan Datang dari Surabaya pukul 00:30 WIB dan ritual pemakaman berakhir kisaran pukul 01:30 WIB dengan prosedur sesuai protokol kesehatan oleh Satgas Covid Kabupaten Jombang c.q. BPBD Jombang. Jenazahnya bersanding dengan makam ayahanda, KH Mahfudz Anwar.

READ  Teks Komprehensif Lirik Shalawat Ghuraba’ - Warta Batavia

 

“Famili dan santri Seblak salat jenazah sebelum dimakamkan, komprehensif dengan adzan dan talqin,” kata Gus Iim. 

 

Pewarta: Ibnu Nawawi

Editor: Aryudi AR

 

Gus Wachid Mahfudz Wafat, Tebuireng dan NU Jatim Berduka – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *