Habib Ahmad Tulungagung Telah Mengetahui Jam Wafatnya

Habib Ahmad Tulungagung Sudah Mengetahui Jam Wafatnya
KH. Abdullah Saad waktu acara haul Nyai Ratu Kalinyamat, Jepara, Senin (13/01/2020)

Aspiratif News – Wali sungguh tidak takut mati. Bahkan waktu umurnya akan full (wafat), mereka telah mempersiapkan diri. Termasuk Habib Ahmad Salim Al-Muhdlor, Desa Domasan, Kaligawen, Tulungagung, Jawa Timur.

Untuk Kyai Khoirul (seorang ulama), Habib Ahmad pernah mengumumkan bahwa ia, pada jam 12 siang waktu berjumpa Kyai Khoirul, akan meninggal. Jelas saja Kyai Khoirul tidak percaya begitu saja.

“Mau meninggal kok tidak pakai pendahuluan Bib, sakit atau apa begitu,” kata Kyai Khoirul.

Mereka berdua masih ngobrol, dan tanpa ada tanda wafat sama sakali, Habib Ahmad tetap saja asyik ngobrol bareng Kyai Koirul sampai 11.30, cuma kurang 30an menit seperti dikatakan.

“Ini kurang 5 menit loh, Bib,” tanya Kyai Khoirul.

“Iya, ini Izra’il telah Hadir,” jawab Habib Ahmad, “tapi sebelum meninggal, saya ingin buat perjanjian sama kau,” lanjut Habib Ahmad.

“Perjanjian apa Bib?” Kyai Khoirul makin dibuat heran, sebab cuma kurang 5 menitan beliau akan meninggal.

Habib Ahmad membikin perjanjian ke Kyai Khoirul. Ini perjanjiannnya:

  1. Bila kau di akhirat besok lebih nikmat dari saya, maka saya ikut kau, tapi bila saya lebih nikmat, kau wajib ikut saya. 
  2. Sebelum seminggu kau meninggal, saya akan akan Hadir memberitahumu.

Benar saja, sesudah Komitmen itu diucapakan, Habib Ahmad langsung meninggal. Seketika saja beliau kelihatan seperti lemas, bersandar ke ke tembok dan wafat tiba-tiba. Innalillah wa inna ilahi raji’un.

Habib Ahmad Salim Al-Muhdlor Tulungagung wafat pas seperti dikatakan, jam 12 persis. Dan, sebelum Kyai Khoirul wafat pun, beliau sungguh dijumpai Habib Ahmad (dalam keadaan setengah sadar dan tidak) jikalau seminggu lagi ia wajib siap dijemput Izra’il dengan jalan kepleset di rumah.

***

Cerita lain juga Hadir dari Mbah Dimyathi Comal, guru Habib Luthfi bin Yahya, yang pernah memberitahukan waktu wafatnya dengan bahasa pengantin.

“Bib, seminggu lagi akan jadi pengantin. Itu tempatnya,” kata Mbah Dimyathi ke Habib Luthfi seraya menuding calon tempat pemakaman.

Beliau berpesan ke Habib Luthfi agar orang-orang yang mengiringi jenazah membaca shalawat Burdah.

Sedemikian cerita karomah yang diriwayatkan KH. Abdullah Saad Solo waktu mengisi acara kajian agama dalam rangka Haul Nyai Ratu Kalinyamat, Jepara, Senin (13/01/2020) malam. [Aspiratif News/ab]


Habib Ahmad Tulungagung Sudah Mengetahui Jam Wafatnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *