Hadapi Normal Baru, KOPRI Dorong Kader Tetap Lakukan Tugas Sosial – Aspiratif News

Views: 10
Read Time:1 Minute, 45 Second

Hadapi Normal Baru, KOPRI Dorong Kader Tetap Lakukan Tugas Sosial – Aspiratif News

Jakarta, Aspiratif News

Berhadapan dengan keputusan taktik normal baru (new normal) yang sudah berjalan di nyaris seluruh wilayah Indonesia, Pengurus Besar Korps Pergerakan Maha siswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) memotivasi kader perempuan PMII tetap melakukan tugas sosial di masarakat. Hal itu dapat dikerjakan mahasiswi PMII dengan cara mengajak masarakat beradaptasi dengan kondisi pandemi. 


Ketua PB KOPRI, Septi Rahmawati menceritakan, perempuan PMII tidak boleh merasa lelah meski situasi sungguh tidak amat menyokong. menurut dia, banyak cara agar aktivitas penggalian ilmu pengetahuan dan tugas sosial tetap dapat Dilaksanakan. 


Era digital seperti waktu ini, lanjutnya, apa pun dapat dibuat mudah tergantung kemauan mahasiswinya. Misalnya terkait budaya literasi, perempuan PMII di daerah dapat tetap berdiskusi melalui ruang-ruang virtual. Hal itu kata dia tetap akan menghasilkan sesuatu yang berguna jika dikerjakan secara berulang-ulang dan fokus. 

READ  Perbedaan Pandangan di Indonesia, Tidak Boleh Sampai Merusak Brothership Apalagi Perpecahan - Warta Batavia


“Jangan pernah merasa lelah walaupun suasananya tidak sama dari biasanya. Jangan merasa sedih meski kita tidak dapat berdiskusi langsung. Mari tetap antusias melakukan gerakan dialog,” kata Septi Rahmawati waktu Silaturahim Nasional Kopri Lintas Generasi, Sabtu (20/6) lalu. 


Menurut perempuan asal Lampung ini, ada 2 tugas yang mesti selalu diingat oleh kader perempuan PMII. Ke-1 memperkuat intelektualitas, ke-2, memperkuat kerja-kerja sosial ke masarakat. 


“Mari kita tetap lanjutkan aktivitas kita di kampus sebagai maha siswa, intelektual mudanya Nahdlatul Ulama dan tetap melaksanakan tugas kita yang mempunyai tugas sosial di masarakat,” katanya. 


Pernyataan Ketua PB KOPRI di atas sebagai respons berubahnya peradaban masarakat dunia akibat Covid-19. Pandemi Covid-19 tersebut terbukti sanggup merubah tatanan masarakat dunia. 


Agar tidak terjadi penularan secara meluas, masarakat diimbau bahkan dipaksa untuk tinggal di rumah. Sekolah, bekerja bahkan beribadah dianjurkan untuk dikerjakan di rumah saja. 


Nyaris semua negara termasuk Indonesia meminta warganya untuk tidak beraktivitas di luar rumah jika tidak ada kepentingan yang mendesak. Terkecuali, sungguh bagi mereka yang mesti keluar dan kegiatannya tidak dapat dikerjakan dari rumah.

READ  Problem Salat Idul Fitri, MUI Masih Mengacu Fatwa - Aspiratif News


Pewarta: Abdul Rahman Ahdori

Editor: Abdullah Alawi

 

Hadapi Normal Baru, KOPRI Dorong Kader Tetap Lakukan Tugas Sosial – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *