Hadiah Ulang Tahun Perkawinan – Aspiratif News

Views: 32
Read Time:7 Minute, 7 Second

Hadiah Ulang Tahun Perkawinan – Aspiratif News

LELAKI itu menyimpan kebencian yang luar biasa dalam dirinya. Ia tidak suka semua cerita yang tertulis dalam buku-buku. Ia tidak suka semua orang yang telah membikin cerita-cerita seburuk itu.

Ya, seburuk itu. Dan jikalau hari ini ia masih nekat menginjakkan kaki di toko buku, itu semata-mata agar ia dapat memaki semua orang yang ada di sana. Pemilik toko yang mau-maunya menjual bukubuku cerita bermutu serendah itu dan para pembelinya yang tololnya

minta ampun.

“Lebih baik uang Anda seluruh untuk berbelanja tisu toilet 1 truk full!” ujarnya untuk para pengunjung toko. Lalu untuk pemilik toko dan seluruh karyawannya yang cuma dapat terbengong-bengong, “Dan ini untuk Anda seluruh, para keparat penjual cerita murahan!”

Laki-laki itu meludah kuat-kuat. Ludahnya yang kental dan banyak jatuh di meja pajang yang paling dekat dengannya, menodai tumpukan buku terbitan minggu ini. Lalu lelaki itu berangkat dengan langkah mengentak, suara ketukan tongkatnya meningkahi bunyi sepatunya.

Laki-laki yang sama bersumpah sesungguhnya dirinya tidak tidak suka cerita. Ia menggarisbawahi, ia cuma tidak suka cerita-cerita yang buruk. Celakanya, sejauh ini tidak ada 1 pun cerita yang terbaca bagus di matanya.

Dari tahun ke tahun, pekerjaannya cuma berkelana dari 1 toko buku ke toko buku lainnya. Tentu saja, saban perjalanannya cuma berakhir dengan makian brutal. Tingkah menyebalkannya itu mendatangkan gunjingan dari seluruh penjuru kota.

Bahkan mereka yang teramat jarang singgah di toko buku pun memutuskan untuk membencinya.

“Orang seperti dia sungguh layak dibenci.”

“Ya, tingkahnya keterlaluan sekali.”

“Kurasa, ia tidak mempunyai rasa hormat untuk siapa pun. Tidak terkecuali untuk dirinya sendiri.”

“Betul. Orang yang menghormati dirinya sendiri tidak akan menginjak-injak kehormatan orang lain.”

“Saya setuju.”

“….”

Laki-laki itu tidak mempunyai pekerjaan untuk menghidupi istri dan anak-anaknya, bahkan dirinya sendiri. Ia sungguh memberikan maskawin sejumlah uang yang lalu seluruhnya dipakai istrinya untuk membikin warung kelontong di sisi kanan rumah mereka.

READ  Astaghfirullah! Israel Ubah Masjid Bersejarah Al Ahmar jadi Bar - Aspiratif News

Tetapi, untuk Tuhan, cuma sampai di situlah keterlibatannya dalam urusan nafkah Famili. Laki-laki itu  tidak pernah membantu istrinya mengurus warung yang memberi mereka makan. Ia bahkan tidak mau repotrepot memanggilkan istrinya waktu pembeli Datang.

Jiran-tetangga sebenarnya malas berbelanja di warung itu. Seperti tidak ada warung lain saja. Warung-warung lain yang tentunya tidak dipunyai lelaki semenyebalkan itu. 

Tetapi, saban kali hendak begitu saja melewati warung itu, mereka teringat pada muka istrinya. Bukan kategori muka lemah dan memelas, melainkan bahkan muka yang memperlihatkan ketangguhan luar biasa seorang istri sekaligus ibu.

Muka yang tidak pernah minta dikasihani atas hidupnya yang selalu pas-pasan meski seharusnya ia dan anakanaknya dapat hidup jauh lebih baik kalau saja suaminya lebih peduli dan bertanggung jawab. Karena itulah, tetanggatetangga merasa akan keterlaluan jahat jikalau mereka tidak berbelanja di warung itu.

Sama sekali bukan untuk lelaki menyebalkan itu, melainkan semata-mata untuk istri dan anak-anaknya. Bagusnya, istri lelaki itu nyaris selalu ada di balik tumpukan dagangan. Ia bahkan berinisiatif memindahkan kompor dan alatalat memasaknya ke warung untuk tidak melewatkan 1 pun pembeli yang diabaikan suaminya.

Jikalau ia tidak ada di balik tumpukan dagangannya, itu hanyalah waktu ia mesti berangkat ke kamar mandi. Ia bahkan menggelar kasur lipat di warungnya untuk menidurkan anak-anaknya waktu mereka masih kecil dan Waktu ini untuk dirinya sendiri sesudah anak-anaknya makin besar dan tidak Penting ditunggui waktu tidur siang.

Di lain pihak, lelaki itu bersumpah ia amat mencintai istrinya. Buktinya, tidak sekali pun ia memukul istrinya atau meludahi dan memakinya seperti yang ia lakukan di toko buku. Laki-laki itu bahkan tidak pernah berkata dengan nada tinggi kepadanya. Dan yang terpenting, ia tidak pernah lupa memberikan hadiah di saban ulang tahun istrinya dan ulang tahun perkawinan mereka.

READ  Tidak Biasa, Trump Tarik 9500 Prajurit Amerika dari Jerman - Aspiratif News

Bunga segar, bukan plastik, yang the best yang dapat ditemukannya di toko bunga. walaupun tentu saja, ia membelinya dengan uang yang diambil dari kaleng simpanan

uang di warungnya. Atau warung istrinya. Ah, sama saja untuknya.

Toh, sungguh-sungguh sedikit dan cuma untuk berbelanja bunga 2 kali dalam setahun. Di mana letak kesalahannya?

Yang sudah-sudah, istrinya menerima begitu saja bungabunga hadiah ulang tahunnya dan ulang tahun perkawinan mereka. Meletakkannya di vas dekat jendela kamar mereka lalu sudah. Ia bahkan tidak merasa Penting mengganti airnya saban hari untuk membuatnya bertahan lebih lama. Ia lebih suka mengurus warungnya, menunggu dan melayani para pembeli yang murah hati kepadanya dan anakanaknya.

Sementara bunga-bunga 2 kali dalam setahun itu tidak cukup berguna bagi mereka. Tentu saja, istrinya tidak sesabar itu. Di awal perkawinan, seribu kali ia mengajak suaminya berdebat bahkan berkelahi.

Ya, berkelahi, seperti 2 ekor banteng yang marah. Tetapi, percuma. Suaminya keterlaluan acuh tidak acuh. Laki-laki itu tidak merespon luapan kekesalannya. Sungguh, istrinya lebih suka mereka bertarung sampai bagian atau keduanya mati sekalian.

Akan tetapi, engkau tentu tidak dapat melawan orang yang diam. Benarbenar diam. Sampai mampus, seranganmu tidak akan berguna. Maka perempuan itu memilih meniru suaminya, acuh tidak acuh. 

Sampai suatu hari, tatkala rambut keduanya mulai dihiasi garisgaris keperakan dan si bungsu telah ikut jejak kakak-kakaknya berangkat meninggalkan rumah. Laki-laki yang makiannya makin panjang di saban toko buku dan ludahnya bercampur dahak akibat paru-parunya yang kian keropos pulang dengan sebuket mawar merah yang mengagumkan.

Paling mengagumkan sejauh perkawinan mereka. Pita yang mengikatnya tidak kalah cantik. Pasti akan membikin pipi semua gadis merona jikalau pemuda memberikannya untuk mereka. Sayangnya, jelas sekali istri lelaki itu bukan lagi gadis yang mudah merasa tersanjung. Ia bahkan telah jadi seorang nenek yang nyaris terkubur di tengah-tengah dagangan di warung kelontongnya yang begitu-begitu saja semenjak dahulu kala.

READ  34 Hal Penyebab Anda Jadi Fakir Menurut Kitab Ta'limul Muta'allim

Sementara ulah terakhir suaminya di toko buku bahkan telah menyebar sampai ujung dunia. Perempuan itu tahu dari anak tetangganya yang memperlihatkan rekaman di telepon genggamnya.

Dengan sisa-sisa ketajaman pikiran senjanya, perempuan itu bahkan ingat betul ucapan anak itu, ‘Ini viral lho, Nek!’ Lalu ia menanyakan apa itu viral dan bocah berseragam sekolah itu menjelaskannya full antusias.

Maka tatkala lelaki itu mengulurkan buket mawar merahnya, bukannya lekas membawanya ke kamar untuk dimasukkan ke vas, istrinya bahkan berdiri dan membiarkannya tergeletak di meja makan.

“Ini ulang tahun perkawinan kita yang ketiga puluh. Saya juga punya hadiah untukmu. Hadiah sekaligus permintaan dariku. Bukankah selama ini saya nyaris tidak pernah meminta apa pun darimu? Saya akan mengambilnya. Semoga engkau tidak keberatan.”

“Tentu saja,” sahut lelaki itu singkat.

Istrinya kembali dengan sebuah buku tulis dan pulpen yang diambilnya dari warung. Ia membuka buku tulis kosong itu di depan suaminya yang berwajah bingung dan menaruh pulpennya di tengah buku.

“Saya tahu semenjak dahulu engkau ingin sekali jadi seorang pengarang. Engkau bahkan percaya dapat membikin cerita yang jauh lebih baik daripada pengarang mana pun. Tetapi, kita sama-sama tahu, waktu kita sedikit lagi. Jadi sebelum waktu kita habis, saya memintamu menuliskannya untukku. Tidak usah panjang-panjang. Saya tidak ingin menyusahkanmu. 1 halaman saja, sebagai bukti kepintaranmu dan cuma jikalau engkau sungguh-sungguh mencintaiku.”

Laki-laki tua itu menggigil hebat. Tiba-tiba ia merasa dingin sekali, sampai ke relung-relung jiwanya. Sementara dahinya terus mengucurkan keringat di bawah tatapan menunggu istrinya, perempuan yang selama 3 puluh tahun diberinya bunga-bunga the best yang dapat ditemukannya di toko bunga, 2 kali dalam setahun. (M-2)


Hadiah Ulang Tahun Pernikahan – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *