Haji A. A. Achsien Lahir 12 Juli Wafat 12 Juli – Aspiratif News

Haji A. A. Achsien Lahir 12 Juli Wafat 12 Juli
Views: 1973
Read Time:2 Minute, 11 Second

Haji A. A. Achsien Lahir 12 Juli Wafat 12 Juli – Aspiratif News

Jakarta, Aspiratif News  

Pada hari ini 12 Juli, ada salah seorang publik figur NU yang secara kebetulan lahir serta wafat pada tanggal yang sama pula. Sama-sama 12 Juli. KH Saifuddin Zuhri, sepertinya menganggap hal sedemikian terbilang unik.  


“Sedikit terjadi bahwa hari tanggal wafat seseorang bersamaan dengan hari tanggal lahirnya. Persamaan yang paling sempurna terjadi pada diri junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW. Hari dan tanggal wafat persis sama benar dengan hari dan tanggal lahir. Hari Senin tanggal 12 Rabiul Awwal. Cuma tahunnya yang tidak sama, tentu. Selisih 63 tahun,” ungkapnya sembari menukil Ibnu Hisyam Siratun Nabi 1/171, IV/332-333.


Ungkapan KH Saifuddin Zuhri ini Ialah pembuka pada tulisan yang untuk mengenang Haji A. A. Achsin, publik figur NU yang mengabdi dari ranting di daerah kelahirannya, Kudus, Jawa Tengah, Turut serta jadi pengurus Ansor Nahdlatoel Oelama (ANO, sekarang jadi Gerakan Pemuda Ansor), salah seorang pengurus NU di Jawa Barat, sampai jadi publik figur NU di tingkat pusat (PBNU).  

READ  [Video] Jet Perang AS Dekati Pesawat Penumpang Iran di Langit Suriah, Sejumlah Orang Cedera - Aspiratif News


A. A. Achsin wafat pada tahun 1979 pada usia 64 tahun. kiai Saifuddin tidak menyebut tahun kelahirannya. Untuk mengetahuinya, kiai Saifuddin Zuhri mungkin mempersilakan pembaca untuk menghitung sendiri. Tatkala dihitung, sudah barang tentu pada 1915. 


Ditilik dari panjang usianya, 64, A. A. Achsien cuma selisih setahun dengan panjang usia  Nabi Muhammad SAW. Karena itulah, kiai Saifuddin, menautkannya. Kecuali unik, beberapa persamaan itu sepertinya dianggap istimewa. 


Berita soal wafatnya A. A. Achsien pada tahun itu, menurut kiai Saifuddin mengejutkan sebagai besar kawan-kawannya di seluruh Indonesia. 


“A. A. Achsien sungguh mempunyai banyak kawan dan sahabat di seluruh Indonesia semenjak puluhan tahun. Achsien telah mempunyai nama semenjak zaman pergerakan sebelum Indonesia merdeka,” tulis kiai Saifuddin pada artikel H. A. A. Achsien; dari Angkatan Pionir Pejuang yang Ada pada buku Secercah Dakwah yang diterbitkan PT Al-Ma’arif Bandung 1983. 


Pada Ensiklopedia NU, nama A. A. Achsien jadi entri ke-1 di jilid kesatu. Jelas karena struktur namanya diawali dengan huruf A berjumlah 3, secara berturut-turut pula. Ya, sungguh ensiklopedia disusun dengan berdasar abjad. Jadi nama A. A. Achsien ke-1 tanpa tertandingi karena jarang sekali ada struktur nama yang sedemikian.

READ  Penyembelihan Ayam Putih Tandai Wisuda Santri Pagar Nusa Ambarawa - Aspiratif News


Lalu apa A berderet 2 di depan nama Achsien itu? KH Saifuddin Zuhri memberitahunya, yaitu A yang ke-1 ialah Alwi, nama kakeknya. A ke-2 ialah Abubakar, nama ayahnya. Jadi, nama komprehensif dia ialah Alwi Abubakar Achsien. Kakek dan ayahnya diborong jadi 1 dalam namanya. 

Alfatihah…


Pewarta: Abdullah Alawi

Editor: Alhafiz Kurniawan   

Haji A. A. Achsien Lahir 12 Juli Wafat 12 Juli – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *