harga-cabai-tinggi.jpeg

Harga Cabai Masih Tinggi, Kementan Tegaskan Tak Ada Impor

Diposting pada

Meski harga cabai naik dalam dua bulan terakhir, general manager hortikultura Prihasto Setyanto mengatakan tidak ada impor. Koordinasi dengan berbagai pihak juga dilakukan untuk mempercepat pasokan dan menekan kenaikan harga cabai rawit.

“Kami berkoordinasi dengan Badan Ketahanan Pangan, BUMN yaitu PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), Asosiasi Pengurus Pasar Induk dan Pedagang Kramat Jati, serta dengan juara lada Indonesia,” kata Anton. / 2021).

Rapat koordinasi membahas berbagai langkah jangka pendek yang dapat diambil untuk menstabilkan pasokan dan menekan kenaikan harga cabai rawit. BLP akan mempertahankan pasar cabai di 24 titik yang akan berlangsung pada 8-20 Maret 2021. Direktorat Jenderal Hortikultura akan mendukung penyaluran cabai dengan memfasilitasi fasilitas distribusinya dan menyelesaikan perjanjian kerja sama dengan RNI untuk menstabilkan penawaran ini.

PT Rajawali Nusindo (RN), anak perusahaan PT RNI sebagai off taker yang menghubungkan champion / penanam lada dengan pasar utama di Kramat Jati juga dapat memudahkan petani untuk mencari pembeli dan memanfaatkan infrastruktur yang mereka miliki di seluruh Indonesia. .

Baca Juga :  Alhamdulillah! Setelah NU dan Muhammadiyah, Kapolri Lanjut Silaturahmi ke Rabithah Alawiyah

Selain upaya tersebut, Direktur Tanaman Sayur dan Jamu Tommy Nugraha berharap pada April pasokan sudah terjamin, sehingga tidak perlu impor cabai. Angka Early Warning System (EWS), menurut dia, neraca produksi cabai rawit surplus 42.000 ton pada April dan 58.000 ton pada Mei.

Selain menggandeng BUMN sebagai pembeli, Direktorat Jenderal Hortikultura ke depan juga akan mendorong petani untuk menerapkan inovasi tahan hujan untuk penanaman off season (Juli-Agustus).

Untuk menjaga pasokan cabai ke DKI Jakarta sebagai barometer harga komoditas nasional, perlu adanya cadangan berupa tanaman tetap di daerah penyangga yang dapat dikuasai oleh pemerintah dan terus mengedukasi masyarakat untuk mengkonsumsinya. . olahan cabai (kering, bubuk, terasi, sambal botolan, sis), jadi tidak tergantung pada sambal segar.

“Konservasi juga bisa dilakukan sendiri-sendiri saat harga cabai sedang rendah dan mendorong keluarga untuk bisa menanam berbagai macam cabai di kebunnya, sehingga tidak terlalu terkesan jika terjadi kenaikan harga cabai di daerah. daerah … pasar, “kata Tommy.

Presiden Asosiasi Agri-Pangan Indonesia Abdul Hamid mengatakan, pemerintah diminta membatasi impor cabai. Anggota dan mitra AACI di berbagai daerah mengatakan paprika saat ini banyak dipanen terutama dari dataran tinggi seperti kabupaten Bandung, Sukabumi, Magelang, Temanggung, Kediri dan Blitar dan siap masuk pasar. Diperkirakan mulai akhir Maret atau awal April, pasokan akan meningkat dan harga akan stabil.

Baca Juga :  Innalillah! Gunakan Antigen Bekas, Manajer Kimia Farma Raup 30 Juta Per Hari

“Komitmen AACI dan pemerintah ke depan akan meningkatkan sistem budidaya petani dengan mengoptimalkan teknologi sebagai upaya peningkatan produktivitas,” jelasnya.

Sebelumnya, harga cabai rawit sempat naik akibat berkurangnya pasokan karena berbagai faktor. Dimulai dengan berkurangnya panen akibat rendahnya harga sepanjang tahun 2020 akibat dampak pandemi COVID-19, serta faktor cuaca ekstrim (la nina) yang mengganggu produksi hingga bencana alam yang merusak tanaman di berbagai wilayah sentra produksi. [detik.com]

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *