Harga-Gula-di-Indonesia-Lebih-Mahal-dari-Harga-Global.jpeg

Harga Gula di Indonesia Lebih Mahal dari Harga Global

Diposting pada

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Didi Sumedi mengatakan harga gula di Indonesia saat ini 28,1 persen lebih mahal dari harga global.

“Artinya konsumen domestik harus membayar gula lebih mahal 28,1 persen dibandingkan dengan harga yang dinikmati masyarakat umum di level global,” kata dia, Selasa (24/11).

Dia menjelaskan, mahalnya harga gula di tanah air disebabkan oleh besarnya biaya pokok produksi (BPP) yang dikeluarkan petani. Pada 2020, rata-rata BPP yang dikelaurkan petani sebesar Rp 9.857 per kilogram (kg). Sedangkan rata-rata BPP gula di tingkat global hanya di kisaran Rp 5.465 per kg.

Tingginya harga gula juga dipengaruhi oleh produktivitas gula nasional. setiap tahunnya, produktivitas gula nasional hanya mencapai 5 ton per hektare. Sedangkan, di negara-negara produsen gula seperti India dan Thailand, rata-rata produktivitas gula mencapai 9 ton per hektare.

Tidak hanya itu, harga gula nasional juga masih lebih tinggi dari harga acuan yang sudah dtetapkan oleh pemerintah sendiri sebesar Rp 12.500 per kg. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) pada Selasa (24/11), harga gula pasir kualitas premium mencapai Rp 15.850 per kg.

Baca Juga :  Ini 5 Jenderal Calon Kapolri yang Diajukan Kompolnas ke Jokowi

Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan pertanian, Kementerian Koordinator Perekonomian, Musdalifah menyampaikan, tingginya harga gula sudah berlangsung dari awal tahun hingga saat ini.

“Di Indonesia naik signifikan awal 2020 sampai saat ini sudah melandai tapi masih lebih tinggi dari eceran yang ditetapkan,” ujarnya.

Menurutnya, melihat situasi ini, perjalanan Indonesia untuk mencapai swasembada gula masih jauh. Pada tahun ini, konsumsi rumah tangga diperkirakan mencapai 2,9 ton, sedangkan produknya hanya sebesar 2,5 juta ton.

Untuk itu, dia menilai, pemerintah perlu melakukan revitalisasi perkebunan dan pabrik gula agar daya saing industri gula nasional mengalami peningkatan dan mengurangi ketergantungan pada pasokan impor. (sh/market.bisnis/republika)

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *