Hari Raya Idul Kurban 2020, Masjid Istiqlal Tiadakan Salat Id 1441 H

Hari-Raya-Idul-Adha-2020-Masjid-Istiqlal-Tiadakan-Salat-Idul-Kurban-1441-H.jpg
Views: 218
Read Time:1 Minute, 39 Second

Hari Raya Idul Kurban 2020, Masjid Istiqlal Tiadakan Salat Id 1441 H

18 Views


Read Time:1 Minute, 30 Second

Hari Raya Idul Kurban 2020, Masjid Istiqlal Tiadakan Salat Idul Kurban 1441 H

Salat Idul Kurban 1441 H tingkat kenegaraan tidak akan dihelat di Masjid Istiqlal. Menteri Agama Fachrul Razi menerangkan Kemajuan pandemi covid-19 sampai waktu ini belum memungkinkan Istiqlal menggelar Salat Idul Kurban tingkat kenegaraan.

“Mencermati Kemajuan pandemi covid-19 di Indonesia, khususnya DKI Jakarta, Istiqlal tidak akan menggelar salat Idul Kurban,” sedemikian penegasan Menag di Jakarta, kemarin.

Selama ini salat Idul Kurban di Masjid Istiqlal diikuti puluhan ribu peserta. Menurut Menag, hal tersebut akan menyulitkan penerapan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19. Untuk proses pengecekan suhu saja, misalnya, dengan hitungan total puluhan ribu jemaah, tentu memerlukan waktu.

“Prosesnya juga tidak mudah karena akses keluar masuk juga wajib dibatasi seiring penerapan protokol kesehatan. Sehingga kemungkinan kerumunan amat tinggi,” ujar Menag.

READ  Ustadz Abdul Somad : Nilai Islam Ada di Pancasila

Baca juga : Hari Raya Idul Kurban 1441 akan jatuh pada 31 Juli 2020

Sebelum ini, sidang Isbat yang digelar Kementerian Agama pada 21 Juli 2020 menetapkan bahwa 1 Zulhijjah 1441 H bersesuaian 22 Juli 2020. Sehubungan itu, salat Idul Kurban akan digelar pada 31 Juli 2020.

Kecuali meniadakan shalat Idul Kurban, Indonesia juga masih menutup keran haji dan umroh, sampai waktu yang tidak ditetapkan karena mempertimbangkan aspek keamanan di masa pandemi covid-19.

Di tengah kondisi sulit ini, angin segar Datang dengan terbitnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 92/PMK.03/2020 Soal hal Kriteria dan/atau Rincian Jasa Keagamaan yang tidak Dikenai Pajak Pertambahan Nilai.

“penyelenggaraan umroh Waktu ini bebas pajak pertambahan nilai (PPN) 1%, kecuali untuk Lawatan selain Mekah dan Madinah,” ucap Dirjen penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag Nizar.

Baca juga : Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki dan Cerita Kematian yang Indah

menurutnya, Kementerian Agama ikut mengusulkan pembebasan pajak ini. PMK itu berlaku sesudah 30 hari terhitung semenjak tanggal diundangkan. (qa/ummatina)

READ  Misteri Letusan Dahsyat di Pelabuhan Beirut – Warta Batavia

Hari Raya Idul Adha 2020, Masjid Istiqlal Tiadakan Salat Id 1441 H

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *