Hidupkan Kembali WFH – Aspiratif News

Hidupkan Kembali WFH - Warta Batavia
Views: 20
Read Time:3 Minute, 48 Second

Hidupkan Kembali WFH – Aspiratif News

MENINGKATNYA hitungan total karyawan yang terjangkit covid-19 membikin klaster perkantoran di DKI merebak. Tim Satgas Covid-19 menganjurkan agar perkantoran untuk mengambil pilihan bekerja dari rumah atau work from home (WFH).

“Untuk perusahaan yang masih dapat melakukan kerja, lebih baik WFH. Yang masih dapat WFH, ya WFH,” kata anggota tim Satgas Covid-19 Dewi Nur Aisyah dalam tayangan Youtube BNPB, kemarin.

Waktu ini, sebanyak 459 karyawan di Jakarta positif covid-19. Hal itu meningkat drastis sebelum 4 Juni lalu dengan temuan 43 Perkara.

“Perkantoran sudah ada 90 klaster dengan 459 Perkara. Jikalau lihat angkanya, bertambahnya nyaris 10 kali lipat semenjak sebelum masa PSBB transisi” ungkap Dewi.

Dewi menerangkan, jikalau perusahaan memilih pilihan untuk membatasi kesanggupan karyawan 50%, wajib dipatuhi. alasannya, Perkara karyawan Okezone yang terjangkit covid-19 karena pihak perusahaan yang lalai tidak ikut aturan tersebut.

“Jikalau wajib masuk kapasitasnya 50%, jangan lebih dari 50% supaya jaga jarak dapat diterapkan dengan baik. Kepadatan yang ada di perkantorannya juga terbatas akhirnya,” Jelas Dewi.

READ  sebelum ini Bilang Pasrah ke Allah, sesudah Divonis Sugi Nur Tidak Terima

Ia menambahkan, jikalau ada yang terpaksa masuk, pihak kantor wajib menerapkan sistem sif masuk kerja. Hal itu juga untuk mencegah penumpukan di 1 ruangan kantor.

“Jikalau terpaksa sekali ada yang wajib masuk, ini dibikin sif. Ada 2 jam perbedaan, misal masuk pukul 07.00, ada yang masuk pukul 09.00 agar tidak terjadi penumpukan pada waktu kehadiran, kepulangan, ataupun jam makan siang,” pungkas Dewi.

walau ada anggota dewan yang terjangkit covid-19, DPRD DKI Jakarta akan beraktivitas kembali di kantor sesudah gedung tersebut ditutup selama 5 hari.

Wakil Ketua DPRD DKI Mohammad Taufik menceritakan, selama penutupan, gedung tersebut disterilisasi dengan penyemprotan disinfektan. “Tidak (work from home). Ke kantorlah. Kan kita bersihin dulu. Makanya 5 hari ini kita setop (kerja) kantor,” Jelas Taufik.

Pengamat keputusan taktik publik Trubus Rahadiansyah berpendapat mulai terkuaknya klaster perkantoran ini terjadi karena minimnya koor-

dinasi serta evaluasi pemda dan pemerintah pusat dengan bagian swasta.

Trubus menyebut semenjak PSBB transisi diterapkan 5 Juni lalu, sudah seyogianya Pemprov DKI ataupun pemerintah pusat mengevaluasi penerapan protokol covid-19 di tiap perkantoran.

READ  Tidak Tunduk Syariat Islam Bencana Kita Dapatkan - Warta Batavia

“Aturan yang dikeluarkan itu seharusnya dievaluasi implementasinya. Protokol kesehatan di perkantoran dijalankan atau tidak,” ungkap Trubus.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertrans) DKI Jakarta Andri Yansyah Mengingatkan supaya perusahaan tidak mencopot pegawai yang terjangkit covid-19. “Hak-haknya sebagai pegawai tetap wajib ditunaikan sesuai dengan

ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Kecuali itu, Andri juga meminta perusahaan tidak mencopot karyawan yang mengabarkan bahwa tempat kerja mereka terpapar covid-19. Ia menerangkan, jikalau ada karyawan yang mengabarkan ke Disnaker akan merahasiakan identitasnya.

Perusahaan yang didapati karyawan terjangkit covid-19 diharuskan tutup sementara. Perusahaan pun diminta membayarkan tarif rapid test ke karyawanya.

Akan tetapi, apabila perusahan tersebut tidak sanggup membiayai karyawannya untuk rapid test, Dinas Kesehatan DKI dapat mengakomodasi hal tersebut.

Andri pun menerangkan sudah delapan perusahaan yang ditutup sementara.

Kepala Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya Teguh P Nugroho menerangkan munculnya klaster perkantoran karena Pemprov DKI tidak menyediakan dasar hukum yang kuat untuk memberikan sanksi administrasi ataupun denda. (Ins/Put/Ssr/J-1)

READ  2 Minggu Tidak Pecat PNS Terlibat Korupsi, Pemda Kembali Ditegur


Hidupkan Kembali WFH – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *