Hoaks, Ribuan Santri Pingsan seusai Rapid Test – Aspiratif News

Views: 18
Read Time:2 Minute, 9 Second

Hoaks, Ribuan Santri Pingsan seusai Rapid Test – Aspiratif News

Kudus, Aspiratif News

Beredar meme di media sosial yang berisi Penjelasan bahwa lebih dari 1.000 santri pingsan sesudah menjalani rapid test di Kudus. Diketahui, meme itu mencatut logo CNN Indonesia dengan kolase foto orang pingsan dan ritual rapid test. 

 

Adanya hal ini lalu ditanggapi langsung oleh Pengurus Cabang (PC) Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah yang menyatakannya sebagai berita hoaks.

 

Sekretaris RMI PCNU Kabupaten Kudus Gus Khifni Nasif merilis, berita yang beredar di media sosial berlabel CNN Indonesia itu tidak sungguh-sungguh ada. Baik di website CNN Indonesia sendiri maupun fakta aslinya di lapangan. 

 

“RMINU sendiri sudah memastikan rapid test untuk santri di Kudus berjalan aman dan lancar. Masalah rapid test santri sungguh ada, yang difasilitasi oleh Pemkab Kudus dan hasilnya aman-aman saja, tidak seperti berita liar yang beredar,” katanya untuk Aspiratif News, Sabtu (4/7).

READ  sesudah HTI Dibubarkan, Giliran Pengikutnya Ditindak Tegas

 

Ia menerangkan, rapid test di Pendopo Kabupaten Kudus itu Ialah hasil kerja sama dari himpunan alumni-alumni pesantren, RMINU, dan Pemkab Kudus untuk memastikan santri dapat kembali ke pondok dalam kondisi baik. 

 

RMINU meminta dan mengajak penduduk untuk tidak mudah menyebarkan berita yang tidak Jelas sumber beritanya. “Berita semacam ini Jelas merugikan RMINU karena penduduk menganggap berita itu benar, padahal hoaks,” tegasnya.

 

Pemberangkatan santri ke pondok juga difasilitasi oleh DPC PKB Kabupaten Kudus. “Gelombang ke-1 kemarin RMI sudah memberangkatkan santri yang mondok di Ponpes API Tegalrejo, Alhamdulillah aman,” terangnya.

 

Kemudian, RMI juga menginformasikan akan memberangkatkan gelombang ke-2 pada sabtu malam (4/7) untuk para santri yang mondok di pesantren Jawa Timur, seperti Kediri dan kota lainnya. “Ada kisaran 100 santri yang diberangkatkan dari terminal wisata Kudus,” imbuh dia. 

 

Ketua PCNU Kabupaten Kudus HM Asyrofi Masyito mengapresiasi langkah RMI Kudus yang sigap. Di samping memfasilitasi kebutuhan santri untuk kembali ke pondok juga mengcounter berita hoaks yang dapat merugikan semua pihak.

READ  Penulis Saudi: Netanyahu Seharusnya Membakar Orang-orang Palestina! - Aspiratif News

 

“RMI sudah melakukan langkah yang pas dan profesional sesuai tupoksinya,” ujar Asyrofi.

 

Sekretaris PCNU Kudus Kisbiyanto menambahkan, tekad bulat NU akan terus mengupayakan kesehatan warga Nahdliyyin, Intinya santri. 

 

“Karena itu para warga NU yang ingin mengirimkan anak-anaknya ke pesantren akan dikawal oleh RMI agar sungguh-sungguh dalam kondisi siap dan sehat,” ujar Kisbiyanto.

 

“Bahkan santri Kudus yang waktu itu Datang dari luar daerah dan luar provinsi pun amat kami perhatikan,” imbuhnya.


NU melalui RMI kata Kisbi, akan selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Kudus termasuk juga dengan DPRD Kudus dalam usaha pencegahan Covid-19 dengan prosedur dan sistem yang sebaik-baiknya.  

 

Kontributor: M Farid

Editor: Abdul Muiz

Hoaks, Ribuan Santri Pingsan Setelah Rapid Test – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *