Perlu-Gerakan-Besar-Menolak-Kebangkitan-HTI.png

HTI Siuman Lagi, Apakah Perlu Gerakan Besar Menolak Kebangkitan HTI ?

Diposting pada
Setelah beberapa waktu yang lalu HTI diputuskan pengadilan sebagai Ormas terlarang di NKRI, kini HTI seakan siuman dari pingsan. HTI bangkit lagi dan memainkan jurus-jurus khas HTI. Bahayakah kebangkitan HTI ini?

Ditilik dari ideologinya yang anti Pancasila dan ingin mendirikan negara khilafah maka HTI sangat berbahaya. HTI menjadi ancaman besar bagi keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Berikut ini adalah tulisan aspiratif dari penggiat Medsos bernama Anindya Lazuardi. Beliau menyampaikan aspirasinya terkait bahaya HTI di Indonesia. Yuk kita baca, semoga bermanfaat…..

Tolak HTI Demi Menjaga Persatuan dan Kebhinekaan Indonesia

Gencarnya pergerakan organisasi terlarang HTI agar kembali mendapatkan ruang di Indonesia semakin masif. Hizbut Tahrir secara internasional telah diakui sebagai organisasi terlarang. Beberapa negara seperti Arab Saudi dan negara-negara Arab lainnya, mengungkap bahwa organisasi ini sangat merusak tatanan ideologi negara yang sudah berkembang dengan baik di negara tersebut.

Pemaksaan Hizbut Tahrir untuk menerapkan ideologi khilafah di berbagai negara merupakan kesalahan besar. Telah banyak kehancuran negara-negara arab dan fenomena Arab Spring, yang sebagian besar tidak terlepas dari peran Hizbut Tahrir melalui provokasinya kepda masyarakat untuk menggulingkan pemerintahan yang sah.

Baca Juga :  PKC PMII Jawa Timur Ancam Laporkan Gatot Nurmantyo ke Polisi atas Pencemaran Nama Baik PMII

HTI bertentangan dengan Pancasila dan UUD ’45

Keputusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta terkait pembubaran HTI oleh Kemenkumham merupakan hal yang sah dan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Pembubaran organisasi terlarang ini mengacu pada Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 tahun 2017. Sangat terlihat jelas bahwa nilai-nilai yang dianut HTI sangat bertentangan dengan tujuan, azas dan ciri Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945.

Pembubaran HTI ini menjadi salah satu prestasi sekaligus langkah terbaik negara untuk meminimalisir dampak ke depannya dari organisasi terlarang tersebut. Meski telah dibubarkan, paham dan kader HTI tidak semata-mata langsung berubah haluan dan mendukung Pancasila. Kenyataannya, mereka tidak berhenti sebagai suatu organisasi melainkan bertransformasi ke dalam bentuk yang lainnya.

HTI tidak cocok berkembang di Indonesia

Masyarakat Indonesia sebenarnya sudah cukup cerdas menghadapi paham-paham radikal. Kultur dan budaya Indonesia secara alami telah menolak bentuk-bentuk permusuhan dan intoleransi, terlebih dengan membawa nama agama. Negara Indonesia didasari kebhinekaan yang kuat sehingga paham dan ajaran radikal seperti HTI tidak cocok berkembang di negeri yang damai ini.

Baca Juga :  Nama Presiden Jokowi Juga Bakal Diabadikan di Masjid UEA

Hizbut Tahrir yang pada dasarnya adalah organisasi/ajaran dari luar, mencoba masuk ke Indonesia seperti penjajah, bertujuan menghancurkan negara dan menggulingkan pemerintah yang sah, agar nanti mereka berkuasa dengan semena-mena.

Oleh karenanya, wajar saja jika Presiden Jokowi mengambil langkah tegas pembubaran HTI untuk mencegah kudeta terjadi di Indonesia. Bahkan, dapat dikatakan, langkah Jokowi tersebut adalah manifestasi sikap pro terhadap seluruh umat beragama di Indonesia yang sejatinya telah menerima Pancasila sejak jaman kemerdekaan.

Melalui langkah tersebut, diharapkan umat beragama di Indonesia akan semakin bersatu untuk membela Pancasila sebagai dasar negara yang harus dilindungi dari rongrongan ideologi lain.

Oleh : Anindya Lazuardi*

*Penulis adalah Pegiat Media Sosial

Sumber: https://www.bengkulutoday.com/tolak-hti-demi-menjaga-persatuan-dan-kebhinekaan-indonesia

HTI Siuman Lagi, Apakah Perlu Gerakan Besar Menolak Kebangkitan HTI ?

HTI Siuman Lagi, Apakah Perlu Gerakan Besar Menolak Kebangkitan HTI ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *