Hukum Transaksi Prostitusi Online – Aspiratif News

Hukum Transaksi Prostitusi Online
Views: 2016
Read Time:1 Minute, 57 Second

Hukum Transaksi Prostitusi Online – Aspiratif News

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Redaksi Aspiratif News, masarakat belakangan diresahkan dengan maraknya prostitusi online. Jasa prostitusi dijajakan secara online karena sungguh ada pasarnya, bahkan juga untuk jasa video call. Prostitusi online dijajakan secara online dengan bermacam tarif. Pertanyaannya, seperti apa pandangan Islam untuk problem ini? Terima kasih. (Doni Akbar/Jakarta Selatan).

Respon

Penanya yang budiman, semoga dirahmati Allah SWT. Kami cuma akan membahas transaksi prostitusi secara fiqih. Sebelum sampai ke sana, kami akan mengangkat terlebih dahulu konsep jual jasa secara umum.


Jual jasa atau transaksi sewa secara umum masuk ke dalam transaksi atau akad ijarah. Berikut ini definisi akad ijarah yang kami kutip dari kitab Fathul Qarib sebagai berikut:

وشرعا عقد على منفعة معلومة مقصودة قابلة للبذل والإباحة بعوض معلوم… وخرج بالإباحة إجارة الجواري للوطء


Artinya, “(Sewa atau ijarah) menurut istilah syara’ ialah akad atas jasa/manfaat yang jelas, spesifik, dapat diberikan dan mubah, dengan tarif harga yang jelas… Dikecualikan dari kategori mubah ialah akad sewa perempuan untuk aktivitas seksual.” (Lihat Abul Qasim Al-Ghazi, Fathul Qaribil Mujib, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyah: 1999 M/1420 H], juz II, halaman 49-50).

READ  Senyum Bahagia Anak Yatim di Nganjuk Ikuti Khitan Massal LAZISNU - Aspiratif News


Dari definisi ijarah dan pengecualiannya, kita telah memperoleh Penjelasan penting bahwa transaksi prostitusi baik offline maupun online tidak termasuk ijarah yang diperbolehkan menurut syariat Islam. Dengan kata lain, transaksi prostitusi baik offline maupun online ialah akad terlarang.

قوله (إجارة الجواري للوطء) لأنها ليست مباحة بل هي حرام


Artinya, “Terkait frasa ‘akad sewa perempuan untuk aktivitas seksual’, pasalnya akad sewa tersebut bukan sewa yang mubah, bahkan haram.” (Lihat Ibrahim Al-Baijuri, Hasyiyatul Baijuri pada hamisy Fathul Qarib, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyah: 1999 M/1420 H], juz II, halaman 50).


Rais Syuriyah PBNU KH Afifuddin Muhajir dalam karyanya Fathul Mujibil Qarib menerangkan bahwa pengecualian dari akad sewa yang mubah ialah akad sewa atas jasa/manfaat budh‘u atau alat vital. (KH Afifuddin Muhajir, Fathul Mujib, [Situbondo, Maktabah Al-As’adiyyah: 2014 M/1434 H], halaman 123).


Sewa atas jasa hubungan seksual/transaksi prostitusi online atau offline tidak dapat disebut ijarah karena tidak memenuhi ketentuan definisi ijarah menurut syariat Islam.

READ  Doa Aksi Mujahid 212: Kalau Joko Widodo dan Rezim Dzalim, Laknat 7 Turunannya ya Allah


Sedemikian respon singkat kami. Semoga dapat dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka dalam menerima kritik dan anjuran dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwathih thariq.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

(Alhafiz Kurniawan)

 

Hukum Transaksi Prostitusi Online – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *