Indahnya Merajut Brothership dalam Perbedaan – Aspiratif News

Views: 13
Read Time:2 Minute, 55 Second

Indahnya Merajut Brothership dalam Perbedaan – Aspiratif News

Aspiratif News-–Dalam sebuah acara bincang lintas Mazhab antara 3 kelompok Islam di Indonesia yang berlangsung pada Senin 22 Juni melalui media online, Zuhairi Misrawi mewakiliki kelompok NU mengangkat gagasan yang pernah dipopulerkan oleh K.H Ahmad Siddiq, seorang ulama Nahdhatul Ulama (NU) pernah menerangkan bahwa kita semua terikat dalam tigal lapisan brothership. 3 lapisan ini membikin kita mustahil untuk bermusuhan 1 sama lain.

3 lapisan brothership yang dimaksud ialah: Ukhuwwah Islamiyah, Ukhuwwah Wathaniyah, dan Ukhuwwah Insaniyah atau Basyariyah.

Ukhuwwah Islamiyah ialah ikatan brothership yang jadi perekat antara sesama ummat Muslim, apapaun mazhab dan kelompoknya. Di Indonesia, kita mengenal adanya kelompok Ahmadiyah dan Ahlul Bait (Syiah). Kehadiran kelompok-kelompok ini tidak langsung menjadikan kita terpisah, karena pada dasarnya kita masih dalam 1 perahu besar brothership yang bernama Islam.

Zuhairi Misrawi (Gus Mis) menerangkan bahwa apapun mazhab dan kelompok kita, pada dasarnya kita semua ialah seorang Muslim. Atas dasar persamaan sebagai sesama Muslim itu, seharusnya tidak ada lagi di antara ummat Muslim yang mengkafirkan dan menyegel masjid sesama ummat Muslim.

READ  Oknum Polisi Mustakim Hina Kafir yang Sembah Patung Bersempak

Perbedaan yang terjadi di dalam Islam, kata Gus Mis, akan jadi indah jikalau dipandang secara positif.

Gus Miftah, sebagai perwakilan kelompok Ahlul Bait (Syiah), mempertegas indahnya perbedaan ini dengan mengutip cerita toleransi yang ditunjukkan oleh Imam Syafi’i dan Imam Malik.

Suatu waktu, Imam Syafi’i berkunjung ke tempat Imam Malik. Dalan fiqih, ke-2 imam mazhab ini tidak sama. Imam Syafi’i meyakini adanya qunut dalam shalat subuh, sementara Imam Malik tidak. Sebelum berkunjung, Imam Syafi’i berpesan ke pengikutnya agar sesampainya di tempat Imam Malik dan waktu waktu subuh tiba, agar tidak melaksanakan qunut. Imam Malik juga memberikan pesan serupa ke pengikutnya untuk melaksanakan qunut lantaran akan dikunjungi oleh Imam Syafii. Maka, pada waktu waktu subuh tiba, terjadilah kejadian toleransi yang begitu indah, waktu Imam Syafi’i dan para pengikutnya tidak melaksanakan qunut, sementara Imam Malik dan para pengikutnya melaksanakan qunut.

Apabila, Ukhuwwah Islamiyah kurang kuat untuk merajut brothership kita, maka kita semua dapat bersaudara dengan dasar Ukhuwwah Wathaniyah. Ukhuwwah Wathaniyah ialah brothership yang didasarkan atas kesamaan tanah air.

READ  Waktu Para Santri Saksikan Kewalian kiai Hamid Pasuruan dan kiai Said Malang - Warta Batavia

Ruang lingkup brothership pada tingkat ini mempunyai cakupan yang lebih luas. Brothership yang seharusnya terbangun tidak saja pada sesama ummat Muslim, tapi juga sesama rakyat Indonesia, meliputi suku-suku.

Bahkan Gus Mis menerangkan , “ Cinta tanah air itu ialah bagian dari Iman.” Artinya, kecintaan kita ke saudara sebangsa dan setanah air akan makin memperkokoh keimanan kita.

“Ummat Islam sebagai kebanyakan di Indonesia wajib merangkul bermacam kelompok, suku, dan aliran untuk sama-sama membangun negeri. Karena jikalau terus berkonflik dan terpecah belah, maka kita tidak akan dapat membangun peradaban yang besar.” Jelas Gus Mis.

Apabila 2 fondasi brothership, Ukhuwwah Islamiyah dan Wathaniyah, masih belum cukup untuk membikin kita bersaudara 1 sama lain, maka ada Ukhuwwah Insaniyah yang akan mempersatukan kita semua sebagai sesama manusia. Jikalau kita sulit menerima orang lain karena agama atau tanah airnya, maka setidaknya kita dapat menerima mereka atas dasar kesamaan manusia.

Sebagai perwakilan kelompok Ahmadiyah, Maulana Saifullah, mempertegas pendirian Ahmadiyah yang membangun dasar brothership dalam lingkup yang paling luas, sebagai sesama manusia. Jadi, dalam Ahmadiyah, brothership itu tidak cuma dibatasi oleh aliran agama atau bangsa saja. (HA/Aspiratif News)

READ  Masalah Video Salib, UAS Penuhi Panggilan MUI Sore Ini


Indahnya Merajut Brothership dalam Perbedaan – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *