Indonesia Galang Solidaritas Internasional Tolak Aneksasi Tepi Barat oleh Israel – Aspiratif News

Views: 17
Read Time:2 Minute, 27 Second

Indonesia Galang Solidaritas Internasional Tolak Aneksasi Tepi Barat oleh Israel – Aspiratif News

Jakarta, Aspiratif News

Indonesia yang Ialah bagian anggota Dewan Keamanan PBB terus berusaha menghentikan planning aneksasi wilayah Tepi Barat oleh Israel. Usaha tersebut di antaranya Dilakukan dengan berusaha menggalang solidaritas dunia internasional.


Langkah Indonesia kembali mengajak masyarakat internasional disebut Kementerian Luar Negeri sebagai langkah dalam masa kritis menjelang planning ini diusulkan ke parlemen Israel pada 1 Juli 2020 yang akan Hadir.


Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah menerangkan pernyataan Indonesia yang Mengatakan dengan tegas kembali penolakan atas aneksasi dan himbauan mengajak masyarakat internasional, termasuk Amerika Serikat, ditujukan untuk membangun kesadaran bareng.


“Sekarang ini masa critical time, (masa kritis) kita tidak dapat melakukan sendiri, jadi kita membangun kebersamaan internasional untuk juga Tidak mau dan kita mecatat kebanyakan negara dunia menentang planning itu,” katanya, Jumat (26/6) dikutip BBC Indonesia.


“Kita menyampaikan pesan juga ke negara sahabat termasuk Amerika Serikat, bahwa jika itu terjadi akan merusak martabat PBB dan DK PBB itu sendiri,” ucap Teuku Faizasyah.

READ  Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Kalimantan Barat - Aspiratif News


sebelum ini, sekretaris jendral PBB Antonio Guterres mendesak Israel mengurungkan niat untuk mencaplok sebagian wilayah Tepi Barat. alasannya, hal itu dapat merusak peta damai jalan keluar 2 negara untuk mengakhiri konflik dengan Palestina.


“Pencaplokan tidak cuma menabrak hukum internasional tetapi juga akan membikin wilayah (Timur Tengah) tidak stabil,” kata Guterres dikutip Associated Press, Rabu (24/6). Guterres meminta Israel menguping desakan dari sejumlah negara untuk tidak meneruskan planning tersebut.


Sebagian besar negara menganggap permukiman Israel di Tepi Barat ialah ilegal menurut hukum internasional. “Jika Dilakukan, itu akan jadi pelanggaran paling serius ke hukum internasional, termasuk menabrak Piagam PBB,” tegas Guterres.


Pada rapat Dewan Keamanan PBB tingkat tinggi yang diselenggarakan Rabu (24/6) Guterres mengangkat topik Utama planning Israel dan AS dalam menganeksasi 30 % wilayah Tepi Barat di Palestina.


Planning aneksasi tersebut juga memperoleh kecaman dari warga NU. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengapresiasi dan menyokong gagasan dan usaha yang Dilakukan oleh Pemerintah Indonesia terkait kondisi terkini di Palestina.

READ  Mbah Ndero, Seorang Sayyid Pendatang di Desa Tedunan Jepara


“Indonesia punya peran penting memotivasi isu ini di forum internasional untuk mewujudkan perdamaian di dunia,” kata sekretaris jendral PBNU Helmy Faishal Zaini.


PBNU juga kembali memotivasi pemerintah Indonesia untuk terus melakukan upaya-upaya strategis untuk mewujudkan perdamaian di negara-negara konflik, khususnya di Palestina.


NU juga melakukan sejumlah langkah dan usaha strategis untuk membantu penyelesaian konflik di Palestina. NU secara intens menggalang komunikasi dengan pelbagai pihak untuk memberi masukan untuk tercapainya kedaulatan Palestina.


“Semenjak tahun 1938, sikap NU tidak berubah. NU amat konsen dan tekad bulat menyokong kedaulatan Palestina. Oleh karenanya kami menyambut baik gagasan Pemerintah Indonesia yang diwakili oleh Menlu Retno LP Marsudi,” Jelas Helmy.


NU menyokong full 3 agenda penting terkait perdamaian di Palestina, ialah memberikan penjagaan bagi masyarakat sipil Palestina, memulihkan kondisi sosial politik, dan mengupayakan perdamaian antara Israel dan Palestina.


Pewarta: Fathoni Ahmad

Editor: Abdullah Alawi

Indonesia Galang Solidaritas Internasional Tolak Aneksasi Tepi Barat oleh Israel – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *