Ketika-Makam-Imam-an-Nawawi-Dibom-Sekte-Wahabi.jpg

Ingatkah Anda Waktu Makam Imam An-Nawawi Dibom Kaum Wahabi ?

Diposting pada

Masih Ingatkah Anda Waktu Makam Imam an-Nawawi Dibom Kaum Wahabi yang Tergabung dalam Kubu Jabhat A-Nusra di Suriah?

Siapa yang tidak kenal intelektual Islam abad ke-13 Masehi yang amat dihormati dan karya jasanya amat berguna bagi ummat Muslim diseluruh dunia sampai waktu ini. Beliau wafat pada 24 Rajab 676 H dan di makamkan Nawa Provinsi Deraa, Suriah (dekat tapal batas Yordania waktu ini).

Akan tetapi sayang beribu sayang, kalau anda mungkin belum tahu, makam ulama fiqih ternama ini pernah di bom oleh sekelompok yang mengakku Jihadis pada tanggal 8 Januari 2015 lalu.

Dilansir dari kantor berita lokal wilayah Nawa mengumumkan video berdurasi 01:03 menit yang berisi pengumuman pendek reruntuhan makam Imam Nawawi sesudah diledakkan oleh segerombolan orang tidak dikenal, sehingga menambahkan komentar dalam video tersebut.

Baca juga : KH. Hasyim Muzadi Pernah Menyebut HTI Akan Bentrok dengan Negara

Akan tetapi, Aljazira memberitahukan bahwa pelakukanya ialah Jabhah Nusrah (JN). Pejuang al-Nusra menganggap penghormatan pada makam Imam Nawawi tersebut sama dengan menyembah berhala.

Mereka menyamakan aksi mereka dengan penghancuran kuil berhala. Mereka menanam bahan peledak pas di tengah-tengah makam Imam Nawawi. Suara ledakan bom ini terdengar sampai semua penjuru kota Nawa.

Sebelum meledakkan makam Imam Nawawi ini, Jabhah Nusrah yang berafiliasi untuk sekte Wahabi ini juga pernah meledakkan makam bagi sahabat Nabi Muhammad SAW., Ammar bin Yaser, yang juga terhubung di Suriah.

seusai meledakkan kuburan-kuburan yang mereka anggap selaku pusat syirik dan menyembah berhala, biasanya mereka tertawa terbahak-bahak seraya meneriakkan kalimat takbir, Allahu Akbar.

Dalam sebuah laporan yang diterbitkan Kementerian Wakaf Islam Suriah, PBB menjelaskan 290 situs di semua negeri sudah terkena dampak langsung Peperangan. Sebanyak 24 situs hancur, 104 rusak berat, 85 rusak tengah dan 77 kemungkinan rusak.

Biografi Singkat Imam an Nawawi

Nyaris 4 tahun lebih ia makan roti kering dan minum air putih, tidak ada waktu untuk memasak masakan enak, sebab sibuk belajar. Buah-buahan yang banyak tersedia di pasar-pasar Damaskus pun jarang ia makan, sebab kuatir yang dia makan itu ialah buah-buahan hasil dari tanah wakaf milik ummat Islam.

Cerita mengenai hal karomahnya memenuhi buku-buku yang membicarakan mengenai hal karamah Ulama, di antaranya disebut selaku kompilasi mecatat di malam hari, cahaya memancar dari ujung jari-jari beliau, sehingga menerangi tempat dia mecatat.

Dia ialah Imam Muhayiddin Abu Zakarya Yahya bin Syaraf Nawawi, yang lebih dikenal selaku Imam Nawawi, nisbah untuk kampung dia bernama Nawa, sebuah desa di Propinsi Dar’a di selatan Damaskus. Dia lahir di Nawa (1233 M) lalu belajar, mengajar dan mecatat karya-karyanya di Damaskus.

Pada tahun 676 H beliau kembali ke kampung halamannya di Nawa sesudah mengembalikan bermacam kitab yang dipinjamnya dari sebuah badan wakaf. Beliau juga menziarahi makam para gurunya dan bersilaturahim untuk para sahabat beliau yang masih hidup.

Pada hari keberangkatan beliau ke Nawa, para jama’ah yang beliau bina melepas kepergiannya di pinggiran kota Damsyiq (Damaskus). Mereka menanyakan kapan mereka dapat berjumpa dengan lagi.

Akan tetapi Imam an-Nawawi menjawab bahwa mereka akan berjumpa sesudah 200 tahun. Awalnya mereka tidak mengerti perkataan sang Imam, tetapi akhirnya mereka faham bahwa yang dimaksud sang imam ialah sesudah hari kiamat.

Pada waktu wafatnya, kabarnya menyebar luas sampai Damaskus. Seluruh orang bersedih dan kehilangan atas wafatnya sang imam. Penguasa waktu itu, ‘Izzuddin Muhammad bin Sha’igh Hadir dan menyolatkannya.

Walaupun beliau relatif muda, pada usia yang amat produktif, yaitu 45 tahun tetapi di kalangan ulama zamannya dia amat terhormat, seorang ulama teladan.

Beliau meninggalkan banyak karya yang luar biasa, lebih dari 20 karya besar, di antaranya Syarh Sahih Muslim kisaran 12 jilid, Kitab al Majmuk Syarh Muhazzab 20 jilid, dan yang paling fenomenal jadi Best Seller sejauh masa ialah Riyadhus Shalihin, yang diterjemahkan ke dalam edisi bermacam bahasa dunia.

Ingatkah Anda Waktu Makam Imam An-Nawawi Dibom Kaum Wahabi ?

Ingatkah Anda Waktu Makam Imam An-Nawawi Dibom Kaum Wahabi ?

Baca Juga :  Ngabalin Ungkap Alasan Tak Diperiksa KPK Meski Ikut Rombongan Edhy Prabowo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *