Ini Pandangan Gus Baha Problem Kurban dengan Uang di Era Pandemi – Aspiratif News

Ini Pandangan Gus Baha Soal Kurban dengan Uang di Era Pandemi
Views: 1549
Read Time:1 Minute, 45 Second

Ini Pandangan Gus Baha Problem Kurban dengan Uang di Era Pandemi – Aspiratif News

Jakarta, Aspiratif News

Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) menyampaikan pandangannya perihal ibadah kurban dengan uang di era pandemi yang ramai diperbincangkan publik. Ia mempersilakan masarakat yang ingin bersedekah uang di bulan Dzulhijjah. Tetapi, sedekah uang itu tidak dapat disebut sebagai kurban uang.


Dalam webinar bertema Kebutuhan Ijtihad Maqashidi di Era Pandemi yang digelar oleh MUI Kota Salatiga pada Rabu (15/7) pagi, Gus Baha menerangkan kedudukan hukum asal ibadah kurban. menurutnya, ibadah kurban bukan wajib, tetapi sunnah.


“Kurban bukan wajib, tetapi sunnah. Jikalau mau bersedekah di era pandemi, ya silakan saja sedekah dengan uang. Tetapi jangan dikatakan itu ialah kurban dengan uang,” kata Gus Baha dalam webinar yang juga menghadirkan guru besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Dr KH Said Agil Husin Al-Munawwar MA.


Gus Baha menerangkan bahwa ke-2 kategori ibadah itu tidak Penting dipaksakan untuk didudukkan pada posisi yang sejajar sehingga keduanya tidak saling menggantikan. Keduanya mempunyai urgensi yang tidak sama.

READ  Hidupkan Kembali WFH - Aspiratif News


“(Sedekah uang di hari raya kurban) Ya tetap saja sedekah. Fungsinya beda-beda. Jangan disamakan. Uang masak disembelih. Kata wal budna artinya unta dan wanhar atau sembelihlah Jelas disebut di dalam Al-Qur’an,” kata Gus Baha yang Waktu ini mengasuh Pesantren Al-Qur’an, Narukan, Rembang.


Ia menerangkan bahwa fiqih sesungguhnya menyediakan banyak jalan di dalam beribadah. Fiqih memberikan jalan yang luas sehingga masarakat dapat memilih jalan sesuai kebutuhan. Adapun ibadah kurban Ditunaikan dengan penyembelihan haewan, bukan dengan uang. Jikalau dengan uang, itu disebut sedekah, bukan kurban.


“Ini jalan mudah bagi kita untuk ke surga. Fiqih itu luas sekali. Syariat ini luar biasa. Agama Islam ini sudah sempurna,” kata Gus Baha.


Ia menerangkan bahwa ibadah kurban itu dengan Ditunaikan dengan penyembelihan haewan, bukan dengan penyembelihan uang. “Jangan sampai ada tradisi musyarri’ (pembuat syariat). Jangan sampai ada Fikih Salatiga (dengan fatwa kurban dengan uang). Nanti dituduh musyarri, buat syariat,” kata Gus Baha.

READ  NU Care Lazisnu Temanggung Dandan Omah Warga - Warta Batavia


Penulis: Alhafiz Kurniawan


Editor: Abdullah Alawi

 

Ini Pandangan Gus Baha Masalah Kurban dengan Uang di Era Pandemi – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *