Ini-Respon-Indonesia-atas-Rayuan-AS-untuk-Normalisasi-Hubungan-dengan-Israel.jpg
Berita

Ini Respon Indonesia atas Rayuan AS untuk Normalisasi Hubungan dengan Israel

Ini Respon Indonesia atas Rayuan AS untuk Normalisasi Hubungan dengan Israel

Page Visited: 6


Read Time:2 Minute, 47 Second

Dirayu AS untuk Normalisasi Hubungan dengan Israel, Ini Respon Indonesia

JAKARTA – Kementerian Luar Negeri Indonesia menegaskan bahwa Indonesia tidak memiliki niat untuk melakukan normalisasi hubungan dengan Israel. Ini adalah respon atas upaya Amerika Serikat (AS) merayu Indonesia, dengan dana bantuan melimpah, jika melakukan normalisasi hubungan dengan Israel.

“Menteri Luar Negeri sudah sampaikan bahwa hingga saat ini tidak terdapat niatan Indonesia membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Oleh karenanya tidak relevan menanggapi artikel/sinyalemen tersebut,” ucap juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Teuku Faizasyah kepada Sindonews pada Rabu (23/12/2020).

Seperti diketahui, Indonesia dapat membuka miliaran dolar Amerika atau setara triliunan rupiah dalam pembiayaan tambahan AS jika bergabung dengan dorongan Presiden Donald Trump agar negara-negara Muslim membangun hubungan dengan Israel.

Kepala Eksekutif Korporasi Keuangan Pembangunan (DFC) ASk Adam Boehler dalam wawancara di King David Hotel di Yerusalem mengatakan DFC Internasional Amerika—sebuah badan pemerintah yang berinvestasi di luar negeri—dapat melipatgandakan portofolio USD1 miliar (Rp14,2 triliun) saat ini jika Indonesia mengembangkan hubungan dengan Israel.

Baca Juga :  Masjid yang Dijadikan Gereja dan Hagia Sophia yang Dijadikan Masjid

“Kami sedang membicarakannya dengan mereka. Jika mereka siap, mereka siap dan jika mereka siap maka kami akan dengan senang hati mendukung secara finansial lebih dari apa yang kami lakukan,” ucapnya.

Dia mengatakan dia tidak akan terkejut jika pendanaan organisasinya untuk Indonesia, negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia, didorong oleh “satu atau dua miliar dolar lebih.”

Pemerintah RI Tegaskan Tak Berniat Normalisasi Hubungan dengan Israel

Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi menegaskan bahwa Indonesia tidak berniat untuk melakukan normalisasi hubungan dengan Israel. Ini adalah respon atas pemberitaan media-media Israel.

“Mencermati sejumlah pemberitaan baru-baru ini yang mengatakan bahwa Indonesia akan segera menormalisasi hubungan dengan Israel, sebagai tindak lanjut arahan presiden kepada Menteri Luar Negeri, saya ingin menyampaikan dua hal yaitu, pertama, hingga saat ini tidak terdapat niatan Indonesia untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel,” ucap Retno.

“Kedua, dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina berdasarkan two state solution dan parameter internasional lain yang telah disepakati secara konsisten akan tetap dijalankan,” sambungnya, saat melakukan konferensi pers virtual pada Rabu (16/12/2020).

Baca Juga :  Pria Korut Langgar Karantina Covid-19, Ditembak di Depan Umum

Sebelumnya diwartakan, media Israel mengklaim Indonesia sangat ingin melakukan normalisasi hubungan dengan Israel seperti beberapa negara Arab. Laporan ini muncul setelah Kerajaan Maroko melakukan normalisasi hubungan dengan negara Yahudi tersebut.

Laporan dari Channel 12 dan Channel 13 yang dikutip Times of Israel pada 11 Desember 2020 awalnya memberitakan dugaan peran Arab Saudi dalam perjanjian normalisasi antara Maroko dan Israel yang ditengahi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Laporan itu tidak merinci detail keterlibatan Saudi dalam kesepakatan normalisasi yang diumumkan Kamis pekan lalu. Riyadh sendiri belum secara resmi bereaksi terhadap kesepakatan tersebut.

Namun, Arab Saudi memainkan peran sentral di kawasan Timur Tengah dan sekitarnya, terutama di antara negara-negara Muslim Sunni, yang membuat banyak analis berspekulasi bahwa tidak ada kesepakatan normalisasi baru-baru ini yang akan diizinkan tanpa lampu hijau dari Arab Saudi.

Sementara itu, sebuah laporan di Channel 13 TV mengatakan bahwa Arab Saudi bekerja sama dengan pemerintahan Trump untuk membuat beberapa negara lain menandatangani perjanjian normalisasi dengan Israel, mungkin sebelum pemerintahan Biden mengambil alih bulan depan.

Baca Juga :  Pasukan Ansarullah Bergerak Maju ke Arah Gerbang Timur Kota Ma’rib

Laporan tanpa sumber itu mengatakan bahwa Mohammad bin Salman mengikuti masalah ini dengan cermat dalam upaya untuk mempersiapkan landasan bagi kesepakatan Israel-Saudi. Laporan tersebut berspekulasi bahwa Oman, yang memuji kesepakatan Israel-Maroko, akan menjadi yang berikutnya.

Dikatakan juga bahwa Indonesia, negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, sangat ingin memiliki hubungan publik dengan Israel. (*)

Ini Respon Indonesia atas Rayuan AS untuk Normalisasi Hubungan dengan Israel

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *