Ini Saatnya Dokter NU Berdakwah – Aspiratif News

Harlah PDNU, Gus Mus: Ini Saatnya Dokter NU Berdakwah
Views: 1430
Read Time:2 Minute, 4 Second

Ini Saatnya Dokter NU Berdakwah – Aspiratif News

Jakarta, Aspiratif News

Mustasyar PBNU KH A Mustofa Bisri (Gus Mus) menerangkan, di waktu pandemi virus Corona (Covid-19) sekarang ini, peran dakwah dokter NU amat dinanti. Oleh karena itu, Nahdlatul Ulama wajib bersyukur karena mempunyai para dokter NU.


“Mereka secara profesional tidak cuma berkhidmah kemanusiaan ke sesama. Para dokter NU juga dituntut untuk berdakwah. Sebab, NU itu Ialah organisasi dakwah,” kata Gus Mus waktu didaulat menyampaikan tausiyah dalam acara ‘Istighotsah Online Dokter NU’, Sabtu (18/7).


Istighotsah daring yang disiarkan langsung oleh 164 Channel di YouTube dan Zoom Meetings ini dalam rangka warning Harlah ke-2 Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama (PDNU).


Gus Mus mengungkapkan, selain jadi garda terdepan menangani pandemi, dakwah dokter NU mempunyai peran penting dalam dakwah. Tidak cuma ke para pasien secara umum. Tetapi juga mendakwahi para kyai.


“Minimal ya mendakwahi orang-orang NU sendiri lah. Termasuk para kyai juga, dan ke mereka yang merasa bahwa pandemi ini wabah abal-abal. Karena yang tahu ini abal-abal atau tidak hanyalah para dokter,” terangnya.

READ  LAZISNU Pringsewu Launching Program Nutrizsi Berbasis Online - Aspiratif News


Pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibien Leteh Rembang ini juga menambahkan, jika ada yang tidak percaya dokter dalam hal kesehatan, maka dapat membaca Khittah NU. menurutnya, di sana ada pembahasan bahwa saban khidmah NU disesuaikan dengan kesanggupan dan keahlian masing-masing.


Gus Mus juga menerangkan, jika para kyai diberi tahu Masalah kesehatan oleh sesama kyai, bahkan mereka belum tentu mau menerima. Tetapi, jika yang memberi tahu dan menerangkan ialah ahlinya, yaitu dokter, maka kemungkinan dapat diterima.


Masalah banyaknya korban meninggal akibat pandemi Covid-19, Gus Mus mengungkapkan, jika hal itu dihubungkan dengan takdir maka tampak kuno. Sebab, masarakat Nahdliyin sudah memahaminya dengan baik.


“Jikalau ngomong problem takdir, masak orang NU ngomong takdir, itu kuno sekali. Takdir kita sudah tahu. Tapi, hifdzun nafs (menjaga nyawa) kita orang NU juga tahu. Wajibnya ikhtiar juga tahu. Yang mereka tidak tahu ialah soal kesehatan, yang tahu ya ahlinya,” terangnya sembari tersenyum.


menurut dia, jika berbicara soal kesehatan maka dokter ialah tempatnya. Bukan dukun, bukan ustadz. Juga bukan pikiran diri sendiri. Gus Mus berharap, para dokter NU tidak cuma Ada di garis terdepan dalam menangani virus Covid-19. Tetapi dapat berdakwah lebih dari itu.

READ  Keutamaan Ilmu Kalam atau Ilmu Tauhid - Aspiratif News


“Mudah-mudahan kita semua juga ikut membantu. Yang tidak dapat apa-apa ya berdoa, yang dapat melakukan apa-apa masa tidak melakukan apa-apa,” pungkas Gus Mus.


Kontributor: Afina Izzati

Editor: Musthofa Asrori

 

Ini Saatnya Dokter NU Berdakwah – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *