Ini Sikap PMII Jateng Terkait Kejadian Pamekasan – Aspiratif News

Views: 18
Read Time:2 Minute, 12 Second

Ini Sikap PMII Jateng Terkait Kejadian Pamekasan – Aspiratif News

Semarang, Aspiratif News

Merespons tindakan represif aparat kepolisian Polres Pamekasan, Jawa Timur untuk 3 kader Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Maha siswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan yang jadi korban cedera dalam Aksi penolakan tambang ilegal, Kamis (25/06), Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Tengah mengeluarkan pernyataan sikap.

 

“Ada 3 poin pernyataan yang kami sampaikan terkait dengan kejadian Pamekasan,” ujar Ketua PKC PMII Jateng Anton Prima Atmaja untuk Aspiratif News, Ahad (28/6).

 

Dikatakan, ke-1 PMII Jateng mengkritik keras keras tindakan represif aparat kepolisian untuk kader PC PMII Pamekasan. Ke-2 mencermati dan menindaklanjuti tindakan represif yang dikerjakan oleh aparat tersebut sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

 

“Ketiga, menyokong full perjuangan PC PMII Pamekasan untuk menyuarakan aspirasi dalam usaha penolakan tambang ilegal,” ucapnya.

 

Disampaikan, selain mengeluarkan pernyataan sikap, dirinya juga amat menyesalkan atas tindakan represif yang terjadi dan meminta keputusan taktik pihak kepolisisan untuk Turut menyelidiki Perkara tersebut.

READ  kiai Said Aqil Siroj: Idul Kurban Hari Raya Membangun Brothership

 

“Saya amat menyesalkan sekali atas tindakan bagian oknum Polres Pamekasan, bahwasannya aksi dan pengungkapan pandangan di depan publik ialah hak bagi seluruh penduduk. Oleh karena itu, atas kejadian jatuhnya korban dalam aksi damai, Polres Pamekasan mesti bertanggung jawab serta menyelidiki tuntas tindak represif pengamanan untuk massa aksi,” ungkap Anto.

 

Pernyataan sikap tersebut lalu disusul bermacam sikap yang diambil oleh para kader PMII yang tersebar di Jawa tengah, salah satunya yaitu sikap dari kader Pengurus Cabang PMII Sukoharjo yang juga memberikan ketegasan. 

 

Disampaikan bahwa atas nama anggota dan kader PMII amat mengkritik keras tindakan represif yang terjadi.  “Atas nama anggota dan kader PMII Sukoharjo kita mengkritik keras keras tindakan brutal oknum polisi untuk kader PMII pada waktu aksi penolakan tambang ilegal di Pamekasan,” kata Ketua PC PMII Sukoharjo, Ginanjar Mulia.

 

Sebagaimana dilansir dari bagian media lokal Pamekasan, Komisariat PMII IAIN Madura atas nama Ficky; kader IAI Al-Khairat atas nama Yasin; dan kader PMII kampus UIM atas nama Khairul Umam memperoleh perlakuan tidak pantas dari oknum aparat kepolisian Pamekasan. 

READ  Kenapa Sistem Pemerintahan Nabi Muhammad Haram Ditiru Ummatnya?

 

sesudah aksi, Ficky mesti dilarikan ke RSUD Pamekasan karena mengalami cedera di bagian kepala. Kuat Sangkaan kepala korban dipukul mempergunakan alat tembak gas air mata oleh bagian oknum Polres Pamekasan.

 

Aksi damai PMII Pamekasan terkait dengan galian C ilegal yang sampai Waktu ini masih beroperasi. Mereka melakukan aksi damai di halaman Pemkab Pamekasan untuk dapat berjumpa dengan Bupati Baddrut Tamam dan menuntut agar galian C ilegal ditutup. Namun sampai bentrokan terjadi, bupati tidak juga menemuinya.

 

“menurut data yang kami pegang sesudah melakukan investigasi ada kisaran 350 tambang galian C ilegal di Pamekasan,” kata Ketua PMII Pamekasan Mohammad Lutfi.

 

Kontributor: Nurmaela, Arindya

Editor: Abdul Muiz

Ini Sikap PMII Jateng Terkait Kejadian Pamekasan – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *