Ini Sikap Syar’i Ke Istri Orang Lain yang Curhat Problem Rumah Tangga – Aspiratif News

Ini Sikap Syar’i Terhadap Istri Orang Lain yang Curhat Masalah Rumah Tangga
Views: 1301
Read Time:3 Minute, 23 Second

Ini Sikap Syar’i Ke Istri Orang Lain yang Curhat Problem Rumah Tangga – Aspiratif News

Bagi orang yang menjaga akhlak, niat baik saja tidak cukup. Ia wajib memperhitungkan dampak atas saban perbuatannya. Sedemikian kiranya substansi kutipan ulama ahli hadits Mesir Al-Hafizh Muhammad Abdurrauf Al-Munawi (952-1031 H/1545-1622 M) dari gurunya Al-‘Arif billah Al-Imam Abdul Wahhab As-Sya’rani-juga sering dibaca As-Sya’rawi-(898-973 H/1493-1565 M):

وَمَقَامُ الْعَارِف أَنْ يُؤَاخِذَ نَفْسَهُ بِاللَّازِمِ وَإِنْ لَمْ يَقْصِدْهُ

 

Artinya, “Dan maqam orang yang arif billah ialah mencela dirinya dengan kelaziman (dampak perbuatannya) walaupun hal itu tidak ia sengaja.” (Al-Munawi, Faidh al-Qadir Syarh al-Jami’ as-Shaghir, [Beirut, Darul Kutub al-‘Ilmiyyah, 1415 H/1994 M], juz VI, halaman 160).


Lengkapnya, dalam bagian sabda Nabi Saw Menegaskan bahwa siapa saja yang melakukan tipu daya dan merusak istri atau hamba sahaya orang lain maka ia tidak termasuk golongannya:

عن أبي هريرة مَنْ خَبَّبَ زَوْجَةَ امْرِئٍ أَوْ مَمْلُوكَهُ فَلَيْسَ مِنَّا 


Artinya, “Siapa saja yang menipu rayu dan merusak istri orang atau hamba sahaya milikny, maka ia tidak termasuk golongannya.” (HR Abu Dawud dari Abu Hurairah dengan sanad hasan), Jalaluddin bin Abi Bakar as-Suyuthi, al-Jami’ as-Shaghir fi Ahadits al-Basyir an-Nadzir, [Beirut, : Darul Kutub Al-‘Ilmiyyah: 1427 H/2006 M], juz II,  halaman 525).

READ  Wasiat Imam Abu Hanifah untuk Anaknya (Bagian 2-Habis) - Aspiratif News


Menurut Al-Hafizh al-Munawi maksud hadits ialah siapapun yang mengganggu istri orang agar bercerai dengan suaminya lalu ia nikahi atau dinikahi orang lain, atau dalam konteks dahulu mengganggu budak milik orang lain sehingga minggat darinya, maka pelakunya tidak Ada dalam ajaran Nabi Muhammad SAW dan tidak termasuk orang yang mengamalkan aturan-aturan hukum syariat. (Al-Munawi, Faidh al-Qadir, juz VI, halaman 159-160).


Berhubungan konteks ini Imam As-Sya’rani menerangkan, di antara Perkara yang masuk dalam petunjuk hadits ialah waktu ada orang yang didatangi istri orang lain yang curhat atas problem atau konfik rumah tangga yang terjadi dengan suaminya, dan diminta untuk mendamaikannya. Kemudian orang tersebut menyambut wanita itu dengan full keramahan, dengan menyajikan jamuan makan yang komprehensif, menambah nafkah atau uang belanja dan memuliakannya, walaupun tujuannya ialah untuk memuliakan suaminya.


Sebab, dapat jadi dengan perlakuan semacam itu wanita tersebut bahkan akan tertarik untuk dirinya, menghina, dan meremehkan suaminya sehingga perlakuan semacam itu masuk dalam kandungan hadits di atas.

READ  MAJT Dikepung Karaoke, Ormas Se-Jateng Lakukan Somasi


Bahkan untuk menghindari warning hadits ini, di mana Imam As-Sya’rani juga sering didatangi para wanita untuk curhat urusan rumah tangga, ia tanpa ragu memerintah keluarganya untuk tidak memberi suguhan untuk mereka, membiarkan mereka lapar, agar cepat pulang dan merasakan nikmatnya punya suami. Imam As-Sya’rani merilis:

وَقَدْ فَعَلْتُ هَذَا الْخُلُقَ مِرَارًا فَأُضَيِّقُ عَلَى الْمَرْأَةِ الْغَضْبَانَةِ وَأَوْصِي عِيَالِي أَنْ يَجُوعُوهَا لِتَرْجِعَ وَتَعْرِفَ حَقَّ نِعْمَةِ زَوْجِهَا.


Artinya, “Sungguh saya telah mempraktikkan akhlak atau perilaku ini beberapa kali. Saya sempitkan (tanpa keramahan sambutan) istri orang lain yang tengah marah untuk suaminya. Kuperintahkan keluargaku untuk membiarkannya lapar agar ia cepat pulang dan merasakan secara nyata kenikmatan dari suaminya.” (Al-Munawi, Faidh al-Qadir, juz VI, halaman 160).


Dari sini kian jelas, orang yang berakhlak ialah ia yang berusaha agar kian dekat dengan keridhaan Tuhan. Dalam saban beramal atau melakukan perbuatan, niat baik saja tidak cukup, tapi wajib disertai kewaspadaan dengan Memperkirakan dampak buruk yang ditimbulkan darinya. Wallahu a’lam.


Penulis: Ustadz Ahmad Muntaha AM, Founder Aswaja Muda.

READ  'Cekcok' Sistem Khilafah Antar Sesama Pengusung Khilafah

Editor: Alhafiz Kurniawan

Ini Sikap Syar’i Kepada Istri Orang Lain yang Curhat Problem Rumah Tangga – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *