Juli 14, 2020

ASPIRATIF

Aspiratif Situs Web Berbagi Aspirasi dan Berita Indonesia Terkini, Update Setiap Hari ….

Inilah Hak 7.055 Calon jema’ah Haji Lampung sesudah Gagal Berangkat – Aspiratif News

9 Views
Read Time:2 Minute, 20 Second

Inilah Hak 7.055 Calon jema’ah Haji Lampung sesudah Gagal Berangkat – Aspiratif News

Bandar Lampung, NU Online

Menyusul keputusan taktik Pemerintah Indonesia soal dibatalkannya Pelaksanaan Ibadah Haji tahun 2020, sebanyak 7.055 calon haji dari Provinsi Lampung dipastikan gagal berangkat. Hal ini dikatakan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung H Wasril Purnawan ke NU Online, Rabu (3/6).

 

Dari hitungan total tersebut, kisaran 6.500 calon jamaah haji atau 90 persennya telah melakukan pelunasan ongkos ibadah haji. Ia pun menerangkan bahwa bagi calon haji yang sudah melakukan pelunasan tapi tidak berangkat mempunyai beberapa hak. Di antara hak tersebut ialah dapat menarik ongkos pelunasannya kembali. Namun tatkala ingin berangkat tahun depannya, mereka wajib melunasinya lagi.

 

“Bagi yang mengambil (ongkos pelunasan), haknya sebagai calon jamaah tahun 2021 tetap. Tetapi akan melunasi pada waktu pelunasan (tahun 2021),” jelasnya.

 

Adapun bagi yang tidak menarik ongkos pelunasan hajinya, ongkos tersebut akan dikelola secara terpisah oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Nilai manfaat dari pengelolaan ongkos tersebut akan diberikan ke calon jamaah selambat-lambatnya 30 hari sebelum keberangkatan tahun yang akan datang.

 

Untuk memudahkan masarakat dalam memahami Keputusan Menteri Agama Nomor 494 soal Pembatalan Ibadah Haji, pihaknya tengah membikin info grafis yang jadi terjemah dari KMA tersebut. “Khususnya terkait dengan mekanisme pengusulan pengembalian ongkos pelunasan Bipih (Ongkos Perjalanan Ibadah Haji) bagi jamaah,” tambahnya.

 

Seperti dijelaskan dalam KMA tersebut, jamaah haji yang mengusulkan permintaan pengembalian setoran pelunasan Bipih disyaratkan membikin permintaan tertulis ke Kepala Kementerian Agama di kabupaten atau kota dengan menyertakan beberapa dokumen.

 

Di antaranya ialah bukti asli setoran lunas Bipih yang dikeluarkan oleh Bank Penerima Setoran (BPS) Bipih,  fotokopi buku tabungan yang masih aktif atas nama jema’ah Haji dan memperlihatkan aslinya, fotokopi KTP dan memperlihatkan aslinya, dan nomor telepon yang dapat dihubungi. 

 

Terima dengan Lapang Dada

Dengan pembatalan ini Wasril berkeinginan para calon jamaah dapat menerimanya dengan lapang dada. Dengan penundaan ini calon jamaah akan dapat mempunyai waktu lebih banyak untuk mempersiapkan diri baik moril maupun materiil sebelum menunaikan ibadah rukun Islam kelima ini.

 

“Saya ingin keputusan pemerintah pusat ini dapat diterima oleh calon jamaah haji dengan lapang dada, sebab ini berhubungan dengan kesanggupan untuk melaksanakan dalam haji,” harapnya.

 

Dalam ibadah haji terangnya, jamaah haji wajib memenuhi syarat yaitu sanggup (istitoah). Sanggup di sini bukan cuma dalam segi pendanaan saja tetapi terdiri dari 3 poin.

 

Ke-1 ialah kesanggupan finansial atau ongkos yang dibutuhkan untuk berangkat ke tanah suci, ke-2 ialah kesanggupan kesehatan baik fisik maupun mental, dan ketiga ialah kesanggupan keamanan dari calon haji.

 

Di samping karena waktu persiapan yang pendek karena sampai waktu ini Pemerintah Arab Saudi belum memutuskan dilaksanakannya haji atau tidak, kondisi pandemi Covid-19 yang belum mereda juga jadi pertimbangan keamanan jamaah.

 

Pewarta: Muhammad Faizin

Editor: Kendi Setiawan

Inilah Hak 7.055 Calon jema’ah Haji Lampung sesudah Gagal Berangkat – Aspiratif News

0 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %