Inilah Panduan Kurikulum Darurat untuk Madrasah di Tahun Ajaran Baru – Aspiratif News

Inilah Panduan Kurikulum Darurat untuk Madrasah di Tahun Ajaran Baru
Views: 1439
Read Time:1 Minute, 51 Second

Inilah Panduan Kurikulum Darurat untuk Madrasah di Tahun Ajaran Baru – Aspiratif News

Jakarta, NU Online

Sebagai panduan pembelajaran di madrasah waktu pandemi Covid-19 yang belum mereda, Kementerian Agama telah mempublish SK Dirjen Pendidikan Islam No 2791 tahun 2020 soal Panduan Kurikulum Darurat pada Madrasah. Panduan ini di antaranya menerangkan sejumlah prinsip pembelajaran pada masa darurat yang akan diawali pada 13 Juli 2020.


Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah A Umar menerangkan bahwa di antara hal-hal yang Penting diperhatikan pada aktifitas pembelajaran tahun ajaran baru 2020/2021 ialah kondisi zona di daerahnya. Jika zona hijau dapat Dilakukan tatap muka, akan tetapi jikalau zona kuning dan merah mesti melaksanakan aktifitas belajar mengajar secara daring.


Ada sepuluh hal yang ia tekankan dari Panduan Kurikulum Darurat pada Madrasah sebagaimana pengumuman tertulis yang diterima NU Online, Ahad (12/7) yaitu:

 

1. Pembelajaran dapat Dilakukan dengan tatap muka, tatap muka terbatas, dan/atau pembelajaran jarak jauh, baik secara Daring (dalam jaringan) dan Luring (luar jaringan). 

READ  BMT NU Jawa Timur Sukses Buka Kantor Baru di Glenmore Banyuwangi - Aspiratif News


2. Pembelajaran dapat berlangsung di madrasah, rumah, dan di lingkungan kisaran sesuai dengan kondisi masing-masing madrasah. 


3. Proses pembelajaran mempergunakan pendekatan ilmiah, berbasis kompetensi, Skill aplikatif, dan terpadu. 


4. Pembelajaran Penting berkembang secara kreatif dan inovatif dalam mengoptimalkan tumbuhnya kesanggupan kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif siswa.


5. Pembelajaran Menekankan nilai untuk aktivitas belajarnya untuk kehidupan riil siswa, orang lain atau masarakat kisaran, serta alam lingkungan tempat siswa hidup. 


6. Pembelajaran yang berlangsung agar mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan siswa sebagai pembelajar sejauh hayat. 


7. Pembelajaran yang berlangsung agar menerapkan nilai-nilai, yaitu memberi keteladanan yang perilaku belajar positif, beretika, dan berakhlakul karimah (ing ngarso sung tulodo), membangun kemauan dan motivasi dalam belajar dan bekerja (ing madyo mangun karso), dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran (tutwuri handayani)


8. Pembelajaran menerapkan prinsip bahwa siapa saja ialah guru, siapa saja ialah siswa, dan di mana saja ialah kelas.

READ  Sri Mulyani: Defisit APBN Semester I Capai Rp 257,8 Triliun - Aspiratif News


9. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk menaikkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran.

 

10. Legitimasi atas perbedaan individual dan back-ground budaya siswa jadi acuan penting dalam Pelaksanaan pembelajaran.


Pewarta: Muhammad Faizin

Editor: Syamsul Arifin 

Inilah Panduan Kurikulum Darurat untuk Madrasah di Tahun Ajaran Baru – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *