TATP.jpg

Innalillah! Beberapa Serangan Bom Mematikan Berbahan TATP yang Ditemukan di Markas FPI

Diposting pada
TATP Innalillah!  Beberapa serangan bom mematikan menggunakan TATP ditemukan di markas FPI
Ilustrasi, foto: Antara / HO / HUMAS PEMKOT

Penanggulangan Terorisme Densus 88 menyita cairan kimia dan bubuk putih dalam penggeledahan di bekas markas FPI dan diduga komponen tersebut digunakan untuk membuat bahan peledak.

Menurut Kepala Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan, cairan kimia dan bubuk putih tersebut mirip dengan barang bukti yang disita beberapa waktu lalu saat penangkapan dan pencarian tersangka teroris di Condet, Jakarta Timur, dan Bekasi. .

Menurut Ramadhan, barang bukti yang didapat di eks sekretariat FPI di Petamburan berupa tabung berisi serbuk yang mengandung kadar nitrat, aseton, dan triaseton triperoksida (TATP) yang sangat tinggi.

Baca: Terungkap! Sebagian besar teroris yang ditangkap berasal dari dua sekolah ini

Dikutip dari kumparan.com, sudah banyak kasus serangan teroris yang menggunakan TATP sebagai bahan peledak karena efeknya yang mematikan. Penggunaan TATP sebagai bahan peledak pertama kali terdeteksi pada tahun 2005, ketika empat ekstremis melakukan bom bunuh diri di London, Inggris, yang menewaskan 52 orang dan melukai 700 lainnya.

Kemudian bom bunuh diri di Manchester Arena, Inggris pada tahun 2017 yang menewaskan 23 orang dan melukai 800 lainnya. Diketahui pelaku menggunakan bahan peledak TATP untuk membuat ledakan besar pada saat itu.

Baca Juga :  [Video]: Barak Militer Saudi dan Sekutunya Berkedok Kamp Pengungsi di Ma’rib

Baca: Na’udzubillah! Dijuluki ibu setan, bahan peledak di markas FPI hancur total

Bom bunuh diri yang melanda 3 gereja di Surabaya pada 2018 juga menggunakan TATP sebagai bahan peledak. Tak heran jika jumlah korban yang jatuh tidak sedikit. 18 orang tewas dalam kecelakaan itu.

Kapolri saat itu, Jenderal Polisi Tito Karnavian, mengatakan bom TATP yang digunakan berbentuk tabung dan berukuran kecil. Meski begitu, kekuatan ledakannya sangat besar.

“Ini sangat berbahaya sehingga diketahui oleh Bunda Setan, karena daya ledaknya yang tinggi tetapi sangat sensitif. Kalau harus pakai detonator, di sini kalau shock atau panas bisa meledak sendiri, “kata Tito. 14 Mei 2018.

Pada 29 Maret 2021, Polri melakukan penangkapan terhadap teroris di Bekasi dan Condet, Jakarta Timur. Saat penangkapan, polisi menemukan sejumlah bahan peledak TATP dan bom siap pakai. Penangkapan ini menyusul penyerangan terhadap Gereja Katedral Makassar pada 28 Maret 2021.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, dalam operasi penangkapan, Densus 88 menemukan 5 bom aktif atau siap pakai.

Baca Juga :  Ansarullah Ungkap Data Enam Tahun Perang di Yaman

“Kami temukan hasil riset di Bekasi dan Condet kami temukan bukti 5 bom sumbu aktif siap pakai, 5 kaleng aseton, H202, HCL dan termometer. Bahan tersebut nantinya akan diubah menjadi bahan peledak dan jumlahnya sekitar 4 kg. Bahan peledak ditemukan 1,5 kg, ”kata Sigit di Makassar, Senin (29/3).

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *