Teroris-696x392.jpeg

Innalillah! Beredar Pesan Ancaman kepada Polisi terkait Penangkapan 22 Tersangka Teroris

Diposting pada
Mata teroris tertutup saat dinaikkan ke dalam bus (Foto: Amir Baihaqi / detikcom)

Polisi mendapat ancaman teroris berupa pesan berantai setelah penangkapan 22 tersangka teroris dari jaringan Jemaah Islamiyah (JI) di Jawa Timur. Ancaman tersebut tersebar luas di aplikasi perpesanan WhatsApp.

“Kami mendapat pesan sebelum pemindahan 22 terduga teroris dari Polda Jatim ke Polda Metro Jaya,” kata Kombes Gatot Repli Handoko dari Polda Jatim. Markas Besar, Surabaya, Kamis 18 Maret.

Polisi sedang menyelidiki pihak yang mengirim dan menyebarkan pesan teror berantai itu. Kombes Gatot membuat profil pengirim pesan.

“Kami sedang menyelidiki. Menunggu hasilnya, saat ini masih dalam tahap profiling dan kami sudah berkoordinasi dengan Ditsiber dan Densus untuk profiling yang akan dilakukan dan didistribusikan,” ujarnya.

Pesan teror berantai berisi:

“DAN MENUNGGU LEBIH BANYAK WAKTU BEBERAPA WILAYAH TERUTAMA JAWA TIMUR AKAN DISERANG OLEH KAMI! TERUTAMA PASAR ADALAH TEMPAT B ** SAYA INGIN COKLAT KAMI AKAN MELAKUKAN TARGET UTAMA! “

Sebelumnya, 22 terduga teroris yang ditangkap di Jawa Timur dibawa ke Rutan di Cikeas, Bogor, dan Surabaya.

Baca Juga :  Pesawat P-8 Poseidon AS Diterjunkan Cari KRI Nanggla-402 Sore Ini

Mereka dikirim ke Bandara Juanda menggunakan dua bus Polda Jawa Timur. Dengan pengawalan ketat, personel Mabes Polri Khusus 88 (Densus) bersenjata lengkap.

Sebanyak 22 tersangka terorisme ditangkap di berbagai wilayah di Jawa Timur. Yakni di Kabupaten Sidoarjo, Kota Surabaya, Mojokerto, Malang dan Bojonegoro. Mereka adalah FA, FU, NA, SS, AY, TS, YA, RZ, BR, YP, EP, YT, AI, AS, RA, ZA, ME, IE, HS, AR, BS dan HAB.

Dari tangan mereka, Densus 88 juga menyita sejumlah buku, di antaranya judul “Tarbiyah Jihadiyah” karya Assyaikh Dr. Abdullah Azzam, “Mimpi Suci Dibalik Jeruji Besi” karya Ali Ghufron, “Sekuntum Rosela Pelipur Lara” karya Imam Samudra dan Syuhada Abul. Buku Abbas Az-zahrani ‘WTC’.

Selain buku-buku tersebut, Densus 88 juga menyita sejumlah barang bukti lainnya, seperti puluhan senjata tajam, puluhan kotak zakat, uang tunai hingga Rp 177 juta, dan sejumlah barang bukti lainnya.

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *