demo-buruh-696x391.jpg

Innalillah! Mau Bikin Rusuh di Demo Hari Buruh, 22 Penyusup Diamankan Polisi

Diposting pada
Demonstrasi karya Innalillah!  Ingin memberontak melawan demonstrasi Hari Buruh, 22 penyusup telah diamankan oleh polisi
TRIBUNNEWS.COM/DANANG TRIATMOJO

Puluhan anggota anarko ditangkap polisi saat peringatan May Day di luar kantor Organisasi Perburuhan Indonesia (ILO), Thamrin, Jakarta, siang tadi. Agaknya mereka ingin memberontak melawan rapat umum Hari Buruh.

“22 anak Anarcho telah ditangkap,” kata Kepala Humas Kereta Bawah Tanah Polda Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (5/1/2021).

Lebih lanjut Yusri mengungkapkan, kaum anarkis ini pernah tergabung dalam kelompok pekerja massa.

“Ya, di ILO kami ingin bergabung dengan sekelompok pekerja,” ujarnya.

Polisi mengatakan kelompok anarko-sindikalis ini telah menyusup ke kerumunan saat demonstrasi. Mereka dicurigai sedang naik daun.

“Mereka biasanya dicurigai punya petunjuk kerusuhan,” katanya.

Namun, sebelum kerusuhan terjadi, polisi menangkap puluhan orang tersebut. Mereka saat ini sedang diinterogasi oleh polisi.

“Seperti biasa, ada kecurigaan mereka mau memberontak, jadi kami konfirmasi, akan kami periksa,” ujarnya.

Sebelumnya, massa buruh berkumpul untuk memperingati May Day atau May Day Pekerja di tiga tempat, yakni di patung kuda, di depan kantor ILO dan di depan gedung MK. Ada sejumlah tuntutan yang dilontarkan oleh massa pekerja, salah satunya terkait dengan undang-undang tentang penciptaan lapangan kerja.

Baca Juga :  Memutus Munarman di Spiral Kekerasan

Wakil Presiden KSPI Riden Hatam Aziz mengatakan, selain turun ke jalan untuk berdemonstrasi, pihaknya hari ini akan mengajukan permohonan protes atas UU Cipta Karya ke Mahkamah Konstitusi (MK) dan Istana Negara. Riden mengatakan, pihaknya nantinya akan menerima perwakilan dari Kantor Staf Kepresidenan (KSP).

“Informasi yang kami terima adalah Sekjen yang akan menerimanya, setelah MK kami akan ke Istana Negara di Istana Negara. Bisa dipastikan insya Allah bisa diterima oleh KSP. Kami menghormati masing-masing. lainnya. Tidak ada. Dialog, kami sedang menyiarkan petisi melawan undang-undang nomor 11 tahun 2020, “kata Riden di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Sabtu (5/1/2021).

Riden menuturkan, pihaknya, sekitar 200 pekerja yang tergabung dalam serikat pekerja, mendatangi kawasan patung kuda tersebut hari ini. Ia mengatakan secara internal pihaknya telah efektif membatasi massa yang hadir mengingat masih ada pandemi virus Corona.

Terkait gugatan UU Cipta Karya, Riden mengatakan ada sejumlah regulasi di UU yang dinilai merugikan pekerja. Salah satunya terkait dengan upah minimum sektoral pekerja.

Baca Juga :  Militer Israel Mengaku Sanggup Hancurkan Secara Total Proyek Nuklir Iran

“Kita sekarang nyatakan UU 11 tahun 2020 sudah terjadi degradasi dan juga penurunan yang luar biasa. Misalnya UMK sektoral sudah tereliminasi. Jadi UMK juga ada kata bisa / tentukan. Kata boleh atau tidak boleh” Riden kata.

Mengingat dalam UU 11 status hubungan kerja sangat liberal, sangat bebas itulah yang disebut PKWT, lanjutnya.

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *