Rizieq-S-696x464.jpg

Innalillah! Persidangan Memanas, Rizieq “Ngamuk” Sampai Tunjuk-Tunjuk JPU

Diposting pada
Rizieq S Innalillah!  Bukti panas, Rizieq "Menjadi marah" Sampai penunjukan pengacara
Terdakwa Rizieq Shihab geram dalam sidang massal di Petamburan, Jakarta Pusat, dengan agenda pemeriksaan saksi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN), Kamis (22/4/2021). (KOMPAS.com/NIRMALA MAULANA) ACHMAD)

Tergugat dalam gugatan massal di Petamburan, Jakarta Pusat, Rizieq Shihab, mengungkapkan perasaannya dalam persidangan lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN), Kamis (22/4/2021).

Sidang diwarnai sengketa antara Rizieq dengan tim jaksa penuntut (JPU). JPU menentang pertanyaan Rizieq kepada saksi yang dinilai menyudutkan dan menyetir.

Kemana harus menuntunnya? Dia menanyakan fakta apa yang saksi lakukan. Bukan opini, ”kata Rizieq kepada jaksa, Kamis (22/4/2021).

Tak berhenti sampai di situ, jaksa kembali mengatakan kasusnya terus berujung pada kesaksian. Menanggapi hal tersebut, Rizieq langsung bangkit dan mengangkat jaksa sedangkan jaksa sangat ketakutan karena keterangan saksi bisa mengungkap rahasia jaksa.

“Terungkap betapa takutnya kamu. Kamu semua takut, kamu semua takut,” kata Rizieq.

Berusaha menengahi, juri menyelesaikan perselisihan tersebut dengan meminta jaksa penuntut berhenti memotong pertanyaan Rizieq kepada saksi. Juri pun meminta Rizieq untuk melanjutkan pertanyaan Rizieq selama tidak terlalu lama.

“Soal masih biasa saja. Sebentar jangan diinterupsi jaksa, biar (Rizieq) melanjutkan pemeriksaannya,” cerai hakim.

Dalam upaya memeriksa kembali saksi penegak hukum, jaksa kembali menyela Rizieq. Kontroversi kembali ke ruang sidang. “Tutup mulut kalau (jaksa) tidak takut. Tidak ada sopan santunnya biar saya tanya lagi,” kata Rizieq.

Baca Juga :  Konyol, Pompeo Usul Trump Dihadiahi Nobel Perdamaian

Juri pun turun tangan dengan meminta jaksa tidak menyela pertanyaan Rizieq. Dalam persidangan ini, jaksa kembali menghadirkan 14 saksi. “Ada 14 saksi,” kata jaksa dalam persidangan, Kamis (22/4).

Namun dalam persidangan ini, hanya sembilan saksi yang mendapat prioritas dalam pemeriksaan. Mengingat keterbatasan kapasitas ruang kelas.

Berdasarkan penjelasan, sembilan saksi yang diperiksa adalah Kapolres Tebet Budi Cahyono, Tamam sebagai anggota Polri, Cecep Sutrisna sebagai pegawai swasta, dan Arifin sebagai PNS di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Tiga lainnya adalah Setianto, Hendra Mulyanto dan Abda Ali sebagai PNS di Pemprov DKI Jakarta dan Danyatuk Kalbi sebagai pengusaha. Terakhir, Direktur Jenderal Sementara Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Muhammad Budi Hidayat.

Seperti diketahui, dalam kasus 221, Rizieq dijerat kasus mafia di Petamburan, Jakarta Pusat. Sedangkan kasus nomor 222 masih kasus massal di Petamburan dengan terdakwa Haris Ubaidillah, Ahmad Sabri Lubis, Ali Alwi Alatas, Idrus alias Idrus Al-Habsyi dan Maman Suryadi.

Dan kasus nomor 226 didakwa dengan massa di Pesantren Agrowisata Megamendung dengan tersangka Rizieq.

Baca Juga :  Tenang! Bansos Tunai Rp300.000 Masih Cair hingga Akhir April

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *