RIZIeq1-696x391.jpg

Innalillah! Pesantren Milik Rizieq Ternyata Bodong, Tak Punya Izin Kemenag

Diposting pada
RIZIeq1 Innalillah!  Perguruan tinggi Islam Rizieq ternyata bodoh, tidak seizin Kementerian Agama
Ilustrasinya, Kunjungan Markas FPI di Bogor, Rizieq Disambut Ribuan Pendukung, Puncak Lalu Lintas Tol (TribunnewsBogor.com/Naufal)

Pengadilan Negeri Jakarta, Senin (26/4/2021), menghadirkan Kepala Biro Pendidikan dan Agama Kementerian Agama dan Pendidikan Kabupaten Bogor HA Sihabudin sebagai saksi dalam persidangan Rizieq terkait kasus massal Megamendung.

Sihabuddin mengungkapkan, Pesantren Markaz, Megamendung, Puncak, Kabupaten Bogor milik Rizieq Shihab belum terdaftar di Kementerian Agama, Kabupaten Bogor.

Jaksa awalnya meminta izin Sihabudin untuk mendirikan pesantren di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sihabudin pun menjawab bahwa perguruan tinggi harus terdaftar dan memiliki legalitas.

“Ponpes bisa diterima sehubungan dengan administrasi kedua. Ada juga pemenuhan kelembagaan, ada pengurus perguruan tinggi, ada denda minimal 15, ada asrama, ada buku pelajaran, ada masjid. Selanjutnya administrasi, atas permintaan pengurus, kemudian melampirkan berkas yayasan, kemudian domisili, rekomendasi ketua KUA, menunjukkan profilnya, ”kata Sihabudin di sela-sela persidangan.

Baca: Astaghfirullah! Berikut ini adalah strategi propaganda online untuk kelompok teroris di Indonesia

Selain itu, kata Sihabudin, syarat lainnya adalah mendapat rekomendasi dari Kementerian Agama untuk memiliki pernyataan cinta kepada Republik Indonesia.

Jaksa kemudian menanyakan Sihabudin tentang Markaz Sharia College di Rizieq lagi. Sihabudin menjawab, di tingkat daerah masih menjadi wilayah kerja Kementerian Agama Kabupaten Bogor.

Baca Juga :  Mendagri Tunjuk Hamdani Isi Kekosongan Jabatan Gubernur Sumbar

Namun dalam persidangannya, Sihabudin mengatakan bahwa Perguruan Tinggi Islam Markaz Syariah milik Rizieq di Megamendung belum terdaftar atau tidak memiliki izin.

“Seperti yang saya katakan awalnya, saya belum mendaftar,” ujarnya.

Terkait persidangan, 5 orang saksi yang dihadirkan JPU yaitu Dr. Ramli Randan sebagai Kepala Puskesma di Kabupaten Megamendung; Dadang Sudiana sebagai petugas Bhabinkamtibmas; Kepala Dinas Pendidikan Islam dan Pendidikan Tinggi Kementerian Agama Kabupaten Bogor dr. HA Sihabudin; Sundoyo SH sebagai pimpinan badan hukum dan organisasi Kementerian Kesehatan; Adang Mulyana, Kepala Seksi Kelangsungan Hidup dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor.

Sebelumnya, Camat Megamendung Endi Rismawan dan Kasatpol PP Kabupaten Bogor Agus Ridhallah yang dihadirkan sebagai saksi menyebut Rizieq sebagai orang yang harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi di Megamendung. Pasalnya, Rizieq dianggap sebagai pemilik Perguruan Tinggi Islam Markaz Megamendung.

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *